Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Oktober 2010 - Keluarga Adalah Harta

Fokus C3I Oktober 2010 - Keluarga Adalah Harta

Keluarga merupakan harta yang paling berharga. Di dalam keluarga inilah kita dapat berbagi suka dan duka. Jika ada salah seorang dari keluarga kita sedang mengalami kesusahan, pasti anggota keluarga yang lain rindu untuk membantu. Memang, kalau kita menilik lebih jauh bagaimana keluarga yang ada di sekitar kita, mungkin banyak keluarga yang tidak harmonis. Ada perceraian, perselingkuhan, saudara tiri, dll.. Kita adalah satu keluarga di dalam Yesus Kristus. Hendaknya dapat menjadi contoh bagi keluarga lain di sekitar kita, dan dapat menjadi keluarga yang menyenangkan hati Tuhan. Silakan simak beberapa artikel yang disisipi dengan tip-tip yang dapat mempererat hubungan keluarga kita. Tuhan memberkati.

Keluarga merupakan harta yang paling berharga. Di dalam keluarga inilah kita dapat berbagi suka dan duka. Jika ada salah seorang dari keluarga kita sedang mengalami kesusahan, pasti anggota keluarga yang lain rindu untuk membantu. Memang, kalau kita menilik lebih jauh bagaimana keluarga yang ada di sekitar kita, mungkin banyak keluarga yang tidak harmonis. Ada perceraian, perselingkuhan, saudara tiri, dll.. Kita adalah satu keluarga di dalam Yesus Kristus. Hendaknya dapat menjadi contoh bagi keluarga lain di sekitar kita, dan dapat menjadi keluarga yang menyenangkan hati Tuhan. Silakan simak beberapa artikel yang disisipi dengan tip-tip yang dapat mempererat hubungan keluarga kita. Tuhan memberkati.

Tim Kerja Keluarga

Alat Peraga: Sekawanan semut tanah.

Ayat Alkitab: 1Korintus 12:12-26

Tema: Keluarga-keluarga harus bekerja sebagai tim.

Cerita: Saya membawa beberapa ekor hewan pagi ini. Mari kita lihat.

Lihat semut tanah ini! Semua semut ini adalah makhluk ciptaan Tuhan. Dan semut-semut ini memiliki tugas-tugasnya sendiri. Semut-semut bekerja keras dalam kumpulannya.

Ada semut-semut yang bertanggung jawab mencari makanan. Kadang- kadang mereka mebawa benda-benda yang jauh lebih besar dan lebih berat dari pada tubuh mereka sendiri. Ada sebagian semut yang menggali kamar-kamar baru. Ada semut-semut yang menyingkirkan sampah. Ada semut-semut yang membawa benih-benih. Sementara semut- semut yang lain mengumpulkan makanan. Kawanan semut ini bekerja sama sebagai satu tim.

Keluarga-keluarga kita juga perlu bekerja sama sebagai satu tim. Masing-masing keluarga berbeda-beda. Ada keluarga-keluarga dengan ibu, ayah, dan anak-anaknya. Ada keluarga-keluarga dengan kakek, nenek, dan anak-anak. Ada keluarga-keluarga yang terdiri dari ibu saja dengn anak-anak, atau ayah saja dengna anak-anak. Ada keluarga- keluarga yang tidak punya anak. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
119 - 121
Judul Buku: 
Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu (Buku I): Sebuah Sumber Ibadah
Pengarang: 
Donna McKee Rhodes
Penerbit: 
Gospel Press
Kota: 
Batam

Melayani Keluarga

Keluarga adalah kesatuan pokok dalam masyarakat. Bila keluarga tersebut kuat, maka kuatlah masyarakat, bangsa, dan gereja. Akan tetapi, bila perpautan dalam struktur keluarga itu hancur, maka tiap lapisan masyarakat pun menderita. Gereja, serta guru SM pun harus menerima tanggung jawabnya dengan jalan melayani keluarga secara menyeluruh. Jika gereja, serta guru SM tidak berbuat demikian, maka ia tidak dapat berharap akan mempunyai pelayanan yang tahan lama, yang akan membangun kerajaan Allah. Tiap program gereja setempat hendaknya diarahkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan keluarga itu secara menyeluruh.


Larry Christenson menunjukkan pentingnya keluarga itu dengan mengatakan bahwa Allah telah menciptakannya:

Keluarga adalah milik Allah. Ia menciptakannya. Ia menentukan struktur dalam dari keluarga. Ia menetapkan maksud dan sasarannya. Karena izin dari Allah, maka pria dan wanita boleh bekerja sama dengan maksud Allah dan menjadi bagian dari maksud tersebut. Tetapi, rumah tangga yang mereka dirikan itu tetap merupakan lembaga yang didirikan oleh Allah. "... Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; ..." (Mazmur 127:1). Demi tindakan Allah, anak-anak menerima status mereka sebagai anggota keluarga. "Allah membuat orang-orang sebatang kara diam dalam rumah tangga" (Mazmur 68:6, terjemahan Barth).
... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
Melayani Keluarga
Judul Buku: 
Penginjilan di Sekolah Minggu
Pengarang: 
Richard L. Dresselhaus
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang

Keluarga dan Doa

Kesatuan inti dari persekutuan dalam tubuh Kristus adalah keluarga. Secara rohani kita berkata bahwa keluarga merupakan tempat utama untuk mengajarkan pentingnya tugas berdoa yang dipercayakan kepada kita.

Helen Shoemaker mengatakan bahwa keluarga itu laksana sebuah orkes kecil. Seorang pemimpin atau dirigen diperlukan, agar setiap alat musik dapat dimainkan dengan nada yang tepat. Hanya keluarga yang "bernada tepat" sajalah yang mampu menciptakan keharmonisan bunyi di telinga mereka sendiri, supaya terdengar indah merdu di kalangan masyarakat.

Tentu, hanya Bapa Sorgawi yang dapat menjadi Pemimpin orkes keluarga yang berdaulat dan tetap, dan kita memohon pada-Nya untuk melakukan hal ini ketika kita menyelenggarakan doa keluarga. Ada beberapa saran yang perlu disampaikan kepada setiap anggota keluarga mengenai hal ini. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
23 - 25
Judul Artikel: 
Sahabat Gembala, Juni 1993
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993

Sebab dan Akibat Masalah Keluarga

Anggota keluarga yang datang untuk konseling biasanya memerlukan bantuan karena krisis yang tidak dapat mereka tangani sendiri. Krisis tersebut dapat dilihat dari persamaan berikut ini:

abc=x
a = peristiwa atau situasi yang membuat stres
b = sumber-sumber kekuatan dalam keluarga
c = cara anggota keluarga memandang situasi yang terjadi

Secara bersama-sama, ketiga poin tersebut menentukan keseriusan krisis yang mereka alami, yaitu x.

Dari gambaran di atas, konseling keluarga akan mencakup:

  1. membantu anggota keluarga mengurangi stres/tekanan,
  2. memberikan cara bagaimana menangani krisis dengan lebih baik,
  3. menolong melihat situasi dari sudut pandang yang baru atau berbeda.

Pendekatan kepada setiap keluarga harus dilakukan secara berbeda- beda karena setiap tekanan yang dialami setiap keluarga adalah unik. Setiap keluarga juga mempunyai kemampuannya sendiri-sendiri dalam mempelajari ketrampilan baru untuk mengatasinya, karena masing- masing anggota keluarga mempunyai tingkat kematangan spiritual dan emosi yang berbeda.

Karena keunikan ini, maka tidak mudah merangkum penyebab-penyebab dari masalah keluarga dalam beberapa kalimat saja. Namun bagi kebanyakan keluarga, beberapa faktor di bawah ini adalah penyebab masalah keluarga yang seringkali timbul: ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
440 - 442
Judul Artikel: 
Christian Counseling, a Comprehensive Guide
Penerbit: 
Word Publishing

Ibadah Keluarga yang Menyenangkan

Mendengar kata ibadah, kebanyakan orang menghubungkannya dengan ritual formal yang kaku, membosankan, dan tidak menarik. Karena itu, banyak keluarga yang sekalipun menyebut dirinya keluarga Kristen, jarang atau bahkan tidak pernah melakukan persekutuan dalam keluarganya sendiri. Padahal ibadah keluarga dapat menjadi saat-saat yang menyenangkan dan paling dinantikan oleh anak-anak kita.

Keluarga adalah sesuatu yang berharga bagi Allah. Ada beberapa contoh dalam Alkitab bahwa Allah menyelamatkan keluarga umat-Nya dari pembinasaan orang-orang fasik yang Allah lakukan. Nuh beserta isteri dan anak serta menantunya diselamatkan dari air bah, Lot beserta isteri dan anaknya juga diselamatkan dari pemusnahan Sodom dan Gomora. Selain itu, Allah memberkati keluarga Abraham dan juga keluarga Yakub. Kita juga memperoleh gambaran mengenai ibadah keluarga yang dilakukan oleh orang-orang beriman ini. Karena itu, ibadah keluarga merupakan aktivitas penting dan melalui ibadah keluarga, Tuhan berkenan mencurahkan berkat-Nya.

Absennya ibadah keluarga menyebabkan lemahnya keluarga dalam menghadapi serangan terhadap moral dan spiritual keluarga. Anggota keluarga terpecah-belah karena tidak ada kasih Tuhan yang mengikat mereka. Keluarga yang tidak menyelenggarakan ibadah juga rentan terhadap pengaruh dunia yang menggerogoti kehidupan rohani. Sebaliknya, terpeliharanya ibadah keluarga menyebabkan tidak terputusnya generasi yang beriman dan mengasihi Tuhan. Berkat Tuhan akan tercurah ke atas keluarga yang demikian. ... baca selengkapnya »

Sumber

Komentar


Syndicate content