Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Oktober 2016 -- Menjadi Konselor Pernikahan

Fokus C3I Oktober 2016 -- Menjadi Konselor Pernikahan

Konseling pernikahan saat ini kian menjadi pelayanan yang marak dilakukan di berbagai gereja dan komunitas pelayanan. Tingginya masalah dan konflik dalam pernikahan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan para konselor Kristen harus senantiasa menyiapkan diri untuk membantu para konseli dalam permasalahan mereka. Untuk membantu Anda yang bergiat dalam pelayanan ini, simaklah beberapa artikel kami yang kiranya dapat memperlengkapi Anda.

Konseling pernikahan saat ini kian menjadi pelayanan yang marak dilakukan di berbagai gereja dan komunitas pelayanan. Tingginya masalah dan konflik dalam pernikahan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan para konselor Kristen harus senantiasa menyiapkan diri untuk membantu para konseli dalam permasalahan mereka. Untuk membantu Anda yang bergiat dalam pelayanan ini, simaklah beberapa artikel kami yang kiranya dapat memperlengkapi Anda.

7 Hal untuk Diajarkan dalam Konseling Pranikah

Seperti kebanyakan pendeta, saya telah menahbiskan cukup banyak pernikahan. Sebagian hal dalam pelayanan tersebut adalah membantu pasangan untuk memasuki hubungan yang paling penting... pernikahan. Ini adalah tugas dan tanggung jawab yang menakutkan. Namun, bagaimana pun juga dalam waktu sebelum pernikahan, seorang pendeta memiliki akses untuk berbicara dalam kehidupan pasangan dengan cara yang unik dibandingkan waktu lain dalam kehidupan mereka. ... baca selengkapnya »

Tujuan dan Hakikat Pernikahan Kristiani

Edisi C3I: e-Konsel 313 - Tujuan Pernikahan Kristen

Pada umumnya, pasangan-pasangan yang akan menikah menjadi sibuk saat mempersiapkan perayaan pernikahan. Agar acara pemberkatan dan resepsi pernikahan berjalan lancar, mereka rela mengerahkan segenap daya, tenaga, dan dana. ... baca selengkapnya »

Peran Konseling Awam: Bertumbuh melalui Pernikahan

Setelah Allah menciptakan Adam, Alkitab mencatat sesuatu yang sangat mengherankan, yaitu Allah sendiri mengatakan "tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia" (Kej 2:18). Kemudian Allah menciptakan Hawa dan memberikannya kepada Adam untuk menjadi istrinya. Allah menghendaki manusia menemukan identitasnya sebagai makhluk sosial, peta dan gambarNya yaitu makhluk yang menemukan dirinya melalui hubungan dengan sesamanya bahkan dalam keterikatan dengan pasangan hidupnya. Manusia adalah makhluk istimewa karena kebebasan dan perkembangan potensinya ditemukan justru dalam konteks "mutual dependency/saling ketergantungan dengan sesamanya" (Steven Covey "Seven Habits"). ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
3 - 4
Judul Artikel: 
Parakaleo, April Juni 2002, Vol. IX, No. 2
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII
Kota: 
Jakarta
Editor: 
Paul Gunadi Ph.D., Yakub B.Susabda Ph.D., Esther Susabda Ph.D.
Tahun: 
2002

Komentar


Syndicate content