Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Fokus September 2019 -- Menolong Keluarga yang Menghadapi Penyakit Mematikan

Fokus September 2019 -- Menolong Keluarga yang Menghadapi Penyakit Mematikan

Penyakit yang mematikan, seperti misalnya kanker, dapat menjadi momok yang menakutkan bagi seseorang. Selain harus menjalani pengobatan, pasien yang menderita penyakit yang mematikan perlu mendapatkan pendampingan untuk menguatkan mental dan rohaninya. Oleh karena itu, keluarga sebagai orang terdekat perlu memberikan dukungan bagi pasien. Mari, baca artikel-artikel kami terkait menolong keluarga yang menghadapi penyakit mematikan. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Penyakit yang mematikan, seperti misalnya kanker, dapat menjadi momok yang menakutkan bagi seseorang. Selain harus menjalani pengobatan, pasien yang menderita penyakit yang mematikan perlu mendapatkan pendampingan untuk menguatkan mental dan rohaninya. Oleh karena itu, keluarga sebagai orang terdekat perlu memberikan dukungan bagi pasien. Mari, baca artikel-artikel kami terkait menolong keluarga yang menghadapi penyakit mematikan. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Apa yang Alkitab Nyatakan Mengenai Kanker?

Edisi C3I: c3i September 2019

Apa yang Alkitab Nyatakan Mengenai Kanker?

Pertanyaan: Apa yang Alkitab nyatakan mengenai kanker?

Jawaban: Secara khusus, Alkitab tidak mengatakan apa pun tentang penyakit kanker. Namun, tidak berarti bahwa Alkitab tidak membahas masalah penyakit. Raja Hizkia sakit dari "barah" (2 Raja-raja 20:6-8), istilah yang mungkin merujuk pada kanker. Jadi, meskipun kata "kanker" tidak ada di Alkitab, ada kondisi-kondisi yang dijelaskan di dalamnya yang mungkin sekali merupakan kanker. ... baca selengkapnya »

Peran Konseling Awam: Sakit Parah/Terminal dan Depresi

Edisi C3I: c3i September 2019

Reaksi alami bagi individu-individu dengan sakit tak tersembuhkan adalah depresi. Para ahli psikologi umumnya percaya bahwa depresi juga merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh yang dipilih individu di tengah posisi dan kondisi kritis yang tak terhindarkan. Dengan mekanisme ini, individu tersebut masih dapat memiliki "sense of life - perasaan hidup" sehingga dia dapat mengeluh, menangis, marah, meratap, dan mempunyai setitik pengharapan. Dia memilih posisi "cry for help/ketidakberdayaan", yang mengundang belas kasihan dari dirinya sendiri, sesama manusia, dan dari Allah. Tanpa mekanisme pertahanan tubuh ini, individu hanya mempunyai satu kemungkinan yaitu bunuh diri. ... baca selengkapnya »

Menghadapi Kepahitan

Tidak ada seorang pun di antara kita yang ingin menghadapi atau mengalami kepahitan dalam hidup ini. Namun kenyataan memberitahu kita bahwa kepahitan sering singgah dalam hidup kita sekalipun tanpa diundang atau dicari seperti yang dialami oleh umat Israel dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Demikian tercatat dalam Kitab Keluaran 15:22-27: "Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan- peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu." ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content