Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Gangguan Stres Pascatrauma

Edisi C3I: e-Konsel 387 - Kemerdekaan dari Trauma

Salah satu penyebab seseorang sulit mengalami/menangani stres dengan baik adalah apabila ia pernah memiliki trauma/pengalaman mengerikan yang terjadi di masa lampau -- pengalaman buruk ini memengaruhinya dalam waktu yang sangat lama. Bagaimana cara mengatasi ataupun menolongnya? Bahkan, meski Anda tidak mengalami trauma atau Anda kemungkinan tidak hyper-sensitif/gangguan-stres, ringkasan diskusi dengan Pdt. Paul Gunadi berikut ini dapat berguna bagi Anda.

Gangguan Stres Pascatrauma



Gambar: Post Traumatic Stress Disorder

T: Makin hari, makin banyak orang yang menyadari tentang pengaruh keluarga di dalam pertumbuhan kejiwaannya. Nah, masalahnya, banyak masalah yang timbul dalam suatu pernikahan yang sebenarnya berasal dari suatu trauma atau suatu masalah yang dialami sebelum mereka menikah. Nah, apa yang bisa Bapak sampaikan atau uraikan tentang masalah-masalah seperti itu?

J: Yang pertama adalah saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah trauma. Trauma itu berarti peristiwa mengerikan yang sangat menakutkan. Di dalam salah satu diagnosis ilmu gangguan jiwa disebut dalam bahasa Inggrisnya: PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Jadi, artinya adalah gangguan stres pascatrauma, yaitu stres yang muncul dan berkelanjutan, tetapi stres itu sebenarnya timbul setelah atau sebagai akibat pengalaman mengerikan yang kita alami di masa yang lampau.

T: Contoh-contoh konkret dari masalah yang mengerikan itu apa, Pak?

J: Misalnya, salah satu yang langsung saya ingat adalah masalah perkosaan. Misalnya, seseorang atau seorang gadis disergap pada waktu malam dan kemudian diperkosa atau ketika ia pergi dengan teman-temannya, tiba-tiba dicegat dan kemudian diperkosa. Nah, peristiwa itu akan menjadi trauma, peristiwa yang sangat mengerikan bagi dirinya. Dan, itu akan menyertainya untuk waktu yang sangat lama.

Atau, seseorang yang melihat suatu pembunuhan, hal ini juga bisa mengganggunya. Ini adalah gangguan yang sering dialami juga oleh para tentara. Saya ingat sekali ada cukup banyak veteran perang Vietnam yang ada di Amerika Serikat. Setelah pulang perang dari Vietnam, banyak dari mereka yang menderita gangguan PTSD. Salah satu tandanya adalah mereka sering diserang oleh mimpi buruk, malam hari terbangun dengan keringat dingin, ketakutan karena mengalami mimpi buruk yang sangat mengerikan. Dan, mimpi buruk ini memang sangat unik sekali, unik dalam pengertian mimpinya mempunyai tema yang sama -- misalnya, ia dikejar-kejar, ia akan dibunuh, ia akan disergap, dll.. Mimpinya bisa berbeda-beda, tetapi temanya sama, dan ia sering mengalami mimpi buruk seperti ini.

T: Kalau orang sudah mengalami seperti itu, bagaimana cara menghilangkannya?


Gambar: Tuhan itu Bai

J: Pertama-tama, dia harus mengenali dulu apa yang menjadi penyebab gangguan itu, sebab tidak sama dalam setiap kasus. Setelah dia bisa mengingatnya dengan bantuan seorang ahli terapi, seyogianya dia kembali lagi ke saat itu. Jadi, dia menghidupkan kembali memorinya, mengunjungi kembali masa di mana dia mengalami peristiwa tersebut, dan mengeluarkan emosi yang seharusnya dia keluarkan saat kejadian itu, tetapi mungkin karena ketakutannya ia tidak bisa mengeluarkan emosi itu. Atau, dia sudah mengeluarkan emosinya, mengekspresikan perasaannya, tetapi belum cukup. Ia harus melanjutkan pengekspresian emosi dan ketakutannya itu lagi. Jadi, ia perlu kembali ke masa tersebut dan mengeluarkan emosi-emosi yang terpendam. Setelah itu, baru ia dapat mulai merasa lebih lega. Setelah hal itu dilakukan, maka dalam ilmu terapi ia dapat diarahkan ke arah yang bersifat kognitif, yaitu penyembuhan kognitif. Artinya, ia akan mulai belajar melihat hidup ini atau situasi ini dengan kacamata yang berbeda. Dahulu, ia itu dalam keadaan tidak berdaya, tetapi sekarang ia dalam keadaan yang lebih berdaya. Dahulu, misalnya, waktu orangtuanya berkelahi ia tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi sekarang ia sudah bisa. Ada kalanya orang-orang yang mengalami gangguan stres pascatrauma ini tetap menempatkan dirinya sebagai orang yang tak berdaya. Nah, ini yang perlu kita sampaikan kepada mereka bahwa Tidak! Engkau sekarang berdaya, engkau tidaklah setidakberdaya pada waktu engkau masih kecil. Jadi, harus dilawan dan berikan perspektif yang lebih luas. Namun, saya sadari ini memang berat sekali.

Sumber asli:
Judul artikel : TELAGA - Kaset T010B (e-Konsel Edisi 025)
Penulis : Pdt. Dr. Paul Gunadi
Diambil dari:
Nama situs : Christian Counseling Center Indonesia
Alamat URL : http://c3i.sabda.org/Gangguan_Stres_Pasca_Trauma
Judul asli artikel : Gangguan Stres Pasca Trauma
Penulis artikel : Pdt. Dr. Paul Gunadi
Tanggal akses : 25 Januari 2016

Komentar