Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Hukuman atas Kesalahan

Edisi C3I: edisi 339 - Mengajar Anak Bertanggung Jawab

  1. Ingatlah bahwa tujuan disiplin bukanlah hukuman, tetapi suatu keyakinan batin mengenai apa yang benar (Efesus 6:1).

  2. Ingatlah bahwa anak Anda paling membutuhkan Anda ketika ia menjadi suka menentang dan sulit.

  3. Ingatlah, hukuman harus setara dengan pelanggarannya. Suatu tindakan yang mungkin membahayakan hidupnya atau pelanggaran moral seperti berbohong atau mencuri, jelas akan memerlukan hukuman yang lebih besar daripada memecahkan piring atau pulang terlambat dari rumah tetangga sebelah.

  4. Ingatlah bahwa setiap anak itu unik. Anak yang sensitif mungkin takut dengan suara bernada tinggi. Sementara yang lain, yang kurang peka, mungkin menentang bahkan setelah menerima sebuah pukulan.

  5. Sedikit penjelasan tentang pemukulan: Kami melakukannya! Alkitab memerintahkan itu: "Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya." (Amsal 22:15) Walaupun Alkitab tidak mengajarkan bahwa semua disiplin bersifat jasmani, "rotan" menetapkan penggunaan yang tepat.

Tentu saja, kita tidak memukul anak-anak kita untuk setiap kesalahan. Kebanyakan pelanggaran tidak pantas dipukul. Kami juga menemukan bahwa disiplin lain sering kali lebih efektif. Akal sehat menyatakan bahwa memukul pasti menyakiti -- bagi beberapa orang. Akan tetapi, semua orang tua harus memahami bahwa memukul bukanlah menghajar. Menghajar adalah tindakan kekerasan kepada anak. Memukul adalah hukuman singkat, terkontrol, dan menyakitkan, yang dimaksudkan untuk membuat si penerima pukulan menyesal karena ia melakukan pelanggaran yang mendatangkan hukuman. Sering kali, hanya sekali pukulan keras atau dua kali jika perlu.

Ketika memberikan disiplin tersebut, kita memberikan penjelasan sederhana, "Apa yang kamu lakukan adalah salah." Kami tidak menahan diri untuk mengekspresikan kecemasan atau kemarahan kami atas kesalahan tersebut. Namun, kami selalu menegaskan kasih kami sebelum dan sesudah memberikan disiplin. Bagaimanapun, disiplin yang benar adalah suatu tindakan kasih. Demikian pula, hukuman tidaklah benar-benar efektif tanpa latar belakang pujian. Sering kali, kita memberikan pengampunan, "Kamu pantas mendapat pukulan, tetapi kami tidak akan melakukannya kepadamu."

Sebuah penyesalan tentang memukul: Dulu, kami pernah memukul putri sulung kami karena mengikuti saran seorang "ahli" yang menyarankan untuk "memukul sampai mereka menjerit pelan". Sampai hari ini, putri kami mengingat bahwa pukulan itu tidak adil, dan ia benar. Tolong, memukullah dengan cara pandang yang benar. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Judul asli buku : Common Sense Parenting
Judul bab : Common-Sense Tips Regarding Discipline
Judul asli artikel : Punishment for Wrongdoing
Penulis : Kent & Barbara Hughes
Penerbit : Tyndale House Publishers, Inc., Wheaton 1995
Halaman : 219 -- 220

Komentar