Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Integritas – Kunci untuk Karakter dan Penyembuh untuk Ketidakkonsistenan

Mengapa tampaknya susunan masyarakat kita menjadi terburai di tengah diumbarnya nafsu, ketamakan, dan imoralitas di kalangan tinggi dan rendah? Apa yang sedang terjadi dan ke mana kita menuju? Pernahkah ada masa yang lebih genting dalam sejarah ketika kita membutuhkan orang-orang yang berintegritas?

Kebutuhan akan integritas pada masa kini mungkin sama besar dengan masa-masa sebelumnya. Integritas sangatlah penting jika kita hendak menjadi orang yang memengaruhi orang lain secara positif dan kuat.

Banyak orang zaman sekarang memandang integritas sebagai gagasan yang ketinggalan zaman, yang tidak penting, atau tidak lagi dapat diterapkan pada era relativisme moral. Sama seperti kejujuran adalah sangat penting bagi kepercayaan, dan kepercayaan sangat penting bagi hubungan apa pun yang baik serta bagi kemampuan untuk memimpin, demikian pula integritas sangat penting untuk bisa menjadi orang yang dapat dipercaya. Dikatakan bahwa jika Anda tidak bisa memercayai seseorang dalam semua bidang, Anda tidak bisa memercayai mereka dalam hal apa pun. Kita mengompromikan integritas kita setiap kali kita mengkhianati sebuah kepercayaan. Integritas adalah prasyarat untuk kepercayaan/kredibilitas. Hal itu melibatkan keutuhan diri internal yang merupakan hasil dari kejujuran yang konsisten dan ketulusan moral. Integritas sangat krusial dalam seluruh aspek kehidupan: profesional, personal, sosial, dan spiritual.

Apakah Integritas?

Di antara definisi-definisi lainnya, Webster menjelaskan integritas sebagai “kebaikan dari karakter moral”. Integritas dari sudut pandang Alkitab berkaitan dengan baik secara moral. Apa artinya menjadi baik secara moral? Seseorang yang berintegritas tahu apa yang penting bagi Tuhan dan secara konsisten hidup dalam pemahaman mengenai apa yang penting bagi Dia. Hal tersebut lebih daripada sekadar menghidupi nilai-nilai kita; melainkan menganut nilai-nilai Tuhan dan dengan pertolongan-Nya belajar untuk menyesuaikan tindakan kita dengan nilai-nilai tersebut. Integritas adalah seperti fondasi sebuah rumah, jika tidak stabil, seluruh rumah bisa hancur ketika mendapat tekanan.

Integritas adalah unsur dasar dari karakter Kristen. Ini adalah sifat utama dari mereka yang boleh masuk ke dalam hadirat-Nya (Mzm. 15:1). Ini adalah sifat utama yang membedakan kepemimpinan yang saleh: “Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya” (Mzm. 78:72). Integritas tidak ditentukan oleh keadaan berdasarkan mandat, dan jangan dikaburkan dengan reputasi. Seseorang dengan integritas hati adalah orang yang sehat secara moral dan spiritual.

Reputasi seseorang hanyalah bayang-bayang dari karakternya – dalam beberapa kasus, bayangan (reputasi) mungkin tampak lebih besar atau lebih kecil daripada ketinggian (karakter) yang sebenarnya dari orang itu. Reputasi yang baik bisa atau tidak bisa menjadi refleksi akurat tentang karakter seseorang. Reputasi yang baik adalah seperti emas, tetapi seseorang yang berintegritas memiliki tambang emas. Jika Anda menjaga karakter Anda dan menjadi orang yang berintegritas, reputasi Anda akan menjadi baik dengan sendirinya.

Integritas berkaitan dengan konsistensi antara nilai dan sikap internal seseorang dengan perkataan dan perbuatan seseorang yang tampak dari luar. Semakin konsisten kita, semakin tinggi tingkat integritas yang kita miliki. Contoh yang bagus dari Alkitab mengenai integritas adalah Daniel (5:13-17). Nilai-nilai, perkataan, dan perbuatan Daniel semuanya konsiten. Anda tidak bisa menyematkan label harga pada integritas karena integritas yang asli bukan untuk dijual.

Integritas membantu kita untuk mengetahui apa yang diharapkan dari orang lain. Semakin konsisten seseorang, semakin kita yakin dengan bagaimana mereka akan bertindak pada masa depan. Seorang pemimpin yang tidak dapat diprediksi menunjukkan bahwa mereka tidak membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai Alkitab yang dalam, tetapi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka rasakan saat itu. Adalah sulit, jika bukan mustahil, untuk mempercayai orang-orang seperti itu. Orang-orang akan percaya kepada mereka yang terbukti dapat dipercaya/diandalkan.

Kurangnya integritas bisa tampak melalui salah satu dari empat bentuk yang berbeda.

1. Ketidakkonsistenan antara perkataan dan perbuatan seseorang (mengatakan satu hal dan melakukan hal lainnya). Ketidakkonsistenan secara verbal itu sendiri mengungkapkan kurangnya kejujuran (Kis. 5:1-10). Kejujuran tanpa diragukan adalah kualitas yang mutlak penting dari pemimpin.

2. Ketidakkonsistenan antara perbuatan seseorang di satu sisi dan terhadap perkataan dan nilai seseorang di sisi lain. Ketidakkonsistenan ini muncul sebagai kurangnya keberanian untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang dimilikinya (Mrk.14:29-32, 66-72).

3. Ketidakkonsistenan antara nilai-nilai seseorang di satu sisi dengan perkataan/perbuatan seseorang di sisi lain. Sindrom politik ini merupakan akibat dari mengatakan/melakukan apa yang menurut kita ingin didengar orang lain untuk menyenangkan mereka.

4. Ketidakkonsistenan dalam semua bidang – tidak ada konsistensi/integritas di antara nilai, perkataan, dan perbuatan seseorang. Orang seperti itu tidak mengenal dirinya sendiri dan kenyataan yang ada; dia tidak berfungsi di dunia yang nyata.

Penanda umum yang sama dalam keempat bentuk kurangnya integritas ini adalah sederhana: ketidakkonsistenan. Kita semua memiliki nilai-nilai yang kita jalankan entah kita menyadarinya atau tidak. Nilai-nilai kita memberi motivasi yang menggerakkan tindakan kita. Yang penting adalah bahwa kita dengan sadar memilih untuk hidup berdasarkan nilai-nilai Tuhan di dalam Kitab Suci. Orang-orang dengan integritas yang tinggi memiliki nilai-nilai yang tinggi dan hidup berdasarkan itu.

Semua pemimpin yang takut akan Tuhan memiliki pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai alkitabiah yang memberi petunjuk mengenai bagaimana berhubungan dengan Tuhan, diri kita sendiri, dan orang lain. Kita harus berusaha untuk berelasi satu sama lain dalam kerendahan hati dan kasih. Kita perlu belajar untuk mendengarkan, mengatakan kebenaran di dalam kasih, mengarahkan, membangun mufakat, mengatasi perselisihan, mengampuni, menerima koreksi, mengakui dosa, menghargai konsep hikmat bersama dan memahami sudut pandang -- bahkan dengan orang-orang yang dengan mereka kita tidak sepaham. Amsal 10:9 mengatakan, “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.”

Bagaimana kita bisa mengembangkan dan menjaga integritas?

Integritas dikembangkan saat kita belajar dan mempraktikkan beberapa keterampilan tertentu:

1. Belajar untuk mengembangkan kejujuran personal yang dalam melalui konfrontasi-diri yang radikal.

Seseorang yang berintegritas tidak membuat alasan atau menyalahkan orang lain atas kegagalannya. Jika kita mau menjadi orang yang berintegritas, pertama kita harus mengembangkan patokan moral yang tepat. Sebab, Tuhan adalah sumber moralitas, standar moral yang tepat didasarkan pada karakter-Nya sebagaimana dinyatakan di dalam firman-Nya dan dikuatkan dalam kesadaran kita oleh Roh Kudus. Jika kita ingin menjadi orang yang berintegritas, standar Tuhan haruslah menjadi standar kita; nilai-nilai-Nya haruslah menjadi nilai-nilai kita; kita harus belajar untuk mengasihi apa yang Dia kasihi dan membenci apa yang Dia benci.

2. Belajar “takut akan Tuhan” -- kita harus mengembangkan rasa hormat yang benar kepada Tuhan.

“Takut akan Tuhan” mengajarkan kita untuk mengasihi apa yang baik dan membenci apa yang jahat (Roma 12:13). Firman Tuhan harus secara efektif dicerna/diterima di dalam hati, pikiran, dan kesadaran kita sehingga itu akan mempengaruhi pikiran, perkataan, perbuatan dan sikap kita.

3. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak bisa menjalani hidup Kristen dengan kekuatan kita sendiri.

Kita butuh kemampuan dari Tuhan. Karena itu, kita harus belajar bagaimana dikuasai oleh Roh Kudus (Efesus 5:18). Agar dikuasai oleh Roh Kudus kita harus tunduk kepada Tuhan. Kita perlu membiarkan Tuhan membuat keputusan akhir untuk kita berdasarkan firman-Nya yang bijaksana dan penuh kasih. Jika kita ingin menjadi orang yang berintegritas kita harus mengembangkan kerendahan hati yang tulus. Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan. Kita tidak sedang berpura-pura untuk menjadi seseorang yang bukan diri kita apa adanya. Seorang yang rendah hati adalah orang yang realistis dan mau diajar.

4. Kita harus mempelajari hikmat mengenai menjadi orang yang dapat dipercaya oleh orang lain untuk pengembangan moral dan spiritual kita.

Dibutuhkan orang lain untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam diri kita dan kita semua membutuhkan mitra yang yang dapat dipercaya sebagai pendorong dan pemeriksa realita.

Dapatkan kita mengukur integritas kita? Jika ya, bagaimana?

Perhatikan sepuluh pertanyaan berikut ini:

1. Seperti apakah Anda ketika tidak ada seorang pun di dekat Anda?
2. Bagaimana Anda bersikap terhadap orang lain yang tidak bisa memberi manfaat untuk Anda?
3. Seberapa tulus, rendah hati, dan transparan Anda?
4. Apakah Anda orang yang sama ketika Anda bersama dengan orang-orang yang berbeda?
5. Apakah Anda orang yang sama saat di depan umum dan saat sendirian?
6. Apakah Anda dengan cepat mengakui pada diri sendiri dan orang lain ketika Anda salah?
7. Apakah Anda menerima standar mutlak moral Tuhan di dalam Firman-Nya?
8. Apakah Anda berbicara kepada orang-orang atau membicarakan mereka di belakang?
9. Apakah Anda dapat bertanggung jawab setidaknya kepada satu orang tentang apa yang Anda pikirkan, katakan, dan lakukan?
10. Apakah Anda tunduk pada Roh Tuhan dan berusaha untuk menyenangkan Dia dalam segala sesuatu yang Anda lakukan?

Hal-Hal Praktis untuk Mengembangkan Integritas dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Mencari mentor yang takut akan Tuham, yang bisa menjadi teladan karakter yang konsisten.
2. Lakukan komunikasi yang jelas, langsung, dan menguatkan serta membangun.
3. Menjunjung tingi nilai kerendahan hati, ketulusan dan transparansi.
4. Periksalah diri sendiri secara teratur dan radikal (Mzm. 139:23-24).
5. Lebih menghargai orang lain daripada diri sendiri dan mau berkorban bagi orang lain.
6. Selalu memenuhi janji; jangan membuat janji yang tidak bisa ditepati.
7. Mengembangkan semangat seorang hamba sebagai bagian penting tentang siapa Anda di dalam Kristus.
8. Berkomitmen pada diri Anda sendiri untuk memberikan nilai tambah pada orang lain dan menolong mereka untuk berhasil.
9. Mendorong mereka yang Anda layani untuk memberikan nilai tambah kepada orang lain.
10. Secara teratur mencerna firman Tuhan dan secara terus-menerus tunduk kepada Roh Kudus.

Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

1. Berkomitmen pada diri Anda sendiri untuk memelihara kejujuran, dapat diandalkan, dan dapat dipercaya.
2. Putuskan ke depan bahwa Anda akan melakukan hal yang benar apapun yang akan terjadi.
3. Memprioritaskan kegiatan apa pun di mana kredibilitas Anda dipertaruhkan.
4. Menuliskan dan meninjau semua komitmen Anda secara teratur.
5. Melakukan apa yang harus Anda lakukan sebelum Anda melakukan apa yang ingin Anda lakukan.

Apa hal negatif jika tidak menjadi orang yang berintegritas?

Seseorang yang tidak berintegritas adalah budak dorongan nafsu (impuls), situasi, dan/atau orang lain.
Menjadi orang yang tidak sehat secara moral dan spiritual dan karenanya menerima ketidakpercayaan dan penolakan dari orang lain.
Kita tidak akan menikmati hubungan yang bahagia, harmonis, atau sehat dengan orang lain.
Jika Anda tidak mendapatkan kepercayaan dari orang-orang, Anda tidak akan menikmati kepercayaan dari orang lain.
Kita tidak akan memiliki kredibilitas atau menikmati rasa percaya diri dan hormat dari orang lain.
Kita akan kehilangan kesempatan berharga untuk secara positif memberikan pengaruh pada kehidupan orang lain.
Kita tidak akan bisa memimpin secara efektif tanpa memberikan teladan yang saleh.
Seseorang yang kurang berintegritas tidak akan “merasa baik” dengan dirinya sendiri.
Orang-orang seperti itu tidak memiliki makna dan kepuasan karena gagal memenuhi tujuan Tuhan.

Apa hasil positif dari menjadi orang yang berintegritas?

Hampir mustahil untuk melebih-lebihkan dampak positif dari integritas.
Dua hasil yang paling penting adalah: menikmati kepercayaan dan rasa hormat dari orang lain.
Kita tahu apakah kita telah berhasil saat mereka yang paling mengenal kita menghormati kita.
Ketika kita menghormati seseorang sebagai seorang pribadi, kita mengagumi mereka.
Ketika kita menghormati seseorang sebagai seorang teman, kita mengasihi mereka.
Ketika kita menghormati seseroang sebagai seorang pemimpin, kita mengikuti mereka.
Ketika kita menghormati Tuhan sebagai Tuhan, kita mempercayai, mengasihi, menaati, dan menyembah Dia.

Jika kita adalah orang yang berkarakter dan berintegritas, kita memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah kepada hidup orang lain pertama dan yang terutama melalui teladan kita sendiri. Jika orang lain tahu kita adalah orang yang berintegritas, mereka tidak khawatir dengan motif kita. Mungkin salah satu keuntungan terbesar dari integritas adalah kepercayaan, dan kepercayaan adalah satu-satunya faktor terpenting dalam kehidupan pribadi dan profesional kita. Tanpa kepercayaan, apa yang sebenarnya kita miliki? Tidak ada! Siapa yang bisa kita percayai? Kita bisa mempercayai orang yang berintegritas. Kita mendapatkan kepercayaan ketika kita menunjukkan teladan karakter yang solid dan membuktikan diri kita sebagai orang yang dapat dipercaya.

Ketika Anda mendapatkan kepercayaan dari orang-orang, Anda mendapatkan keyakinan dan ada di posisi yang dapat memberi pengaruh positif. Semakin banyak pengaruh yang Anda miliki semakin Anda bisa memberikan pengaruh yang kuat dan positif kepada orang lain bagi Kristus. Akhirnya, Anda menyesuaikan perbuatan Anda supaya selaras dengan prinsip moral Tuhan atau Anda menyesuaikan prinsip Anda supaya selaras dengan perbuatan Anda. Tuhan ingin teologia kita menentukan moralitas kita, bukan sebaliknya. Sudut pandang Alkitab memimpin kepada gaya hidup Kristen yang konsisten.

Jalan menuju integritas tidaklah mudah, tetapi itu adalah satu-satunya jalan yang patut diperjuangkan untuk dilalui karena pada akhirnya jalan itu akan membawa Anda ke tempat yang ingin Anda tuju. Ketika Anda tergoda untuk mengambil jalan pintas, integritas akan menjaga Anda di jalan yang tepat. Ketika Anda memikirkannya, integritas adalah salah satu teman terbaik kita. Ketika kita dikritik dengan tidak adil oleh orang lain, integritas membuat Anda terus berjalan dan menolong Anda menempuh jalan yang lebih tinggi dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ketika orang lain memberikan kritik yang valid, integritas akan menolong Anda untuk mendengarkan, belajar, berubah, dan bertumbuh sehingga Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama berulang kali.

Cara terbaik untuk menjaga integritas Anda adalah dengan memutuskan sejak awal bahwa Anda tidak akan pernah menjual atau menyerahkan integritas Anda. Sebab, apakah yang lebih penting selain berusaha untuk menyenangkan Tuhan dengan berpikir dan bertindak sedemikian rupa yang konsisten dengan firman-Nya? Kejujuran dapat menjadi kebiasaan yang saleh yang mendarah daging di dalam hidup kita dengan secara konsisten berpikir, berkata-kata, dan melakukan hal yang benar. Tidak ada seorang pun diantara kita yang tidak berdosa, tetapi dengan berjalannya waktu kita semua perlu membuat kemajuan dengan semakin kurang berdosa, yang terwujud dalam konsistensi yang semakin besar dalam melakukan hal-hal yang benar. Bagian besar dari integritas kita adalah belajar untuk terus melakukan komitmen dan janji yang kita buat kepada Tuhan dan orang lain. Membuat keputusan baik terus menerus membantu untuk menciptakan kebiasaan yang saleh, dan kebiasaan yang saleh mendatangkan kebahagiaan serta keberhasilan menurut perspektif Tuhan. Ketika kita belajar untuk melakukan apa yang harus kita lakukan karena kita harus melakukannya, saatnya akan tiba ketika kita bisa melakukan apa yang kita inginkan karena kita telah belajar untuk suka melakukan apa yang menyenangkan bagi Tuhan.

Apakah Anda mau berkembang dalam integritas sehingga Anda dapat lebih memberikan pengaruh kepada orang lain? Jika ya, dari mana kita memulainya? Tempat untuk memulainya adalah dengan membuat komitmen yang kuat untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk mengembangkan karakter dan tindakan yang serupa Kristus. Kita perlu belajar untuk bertanggung jawab penuh atas kesalahan dan kegagalan karakter kita. Semakin kita terbuka terhadap masukan dari orang lain, semakin kita berkembang dan semakin maju dalam menjadi orang yang berintegritas.

Keputusan apa yang Tuhan ingin untuk kita ambil sehubungan dengan menjadi orang yang berintegritas?

1. Saya hendak membuat komitmen seumur hidup untuk menjadi orang yang semakin berintegritas.
2. Saya berjanji untuk setia, dapat diandalkan, dapat dipercaya, jujur, dan bersikap baik secara konsisten kepada orang lain.
3. Saya akan menjaga kepercayaan dari orang lain dan saya akan berusaha untuk menjadi contoh orang yang saleh bagi orang lain.
4. Saya akan berusaha untuk memahami, menerima, dan menjalankan standar moral Tuhan yang dinyatakan di dalam Alkitab.
5. Saya tidak akan berusaha untuk menyenangkan Tuhan dengan kekuatan saya sendiri tetapi setiap hari saya akan patuh terhadap kendali Roh Kudus.
6. Saya akan melakukan segala hal bukan berdasarkan keegoisan tetapi untuk menolong orang lain demi kemuliaan Tuhan yang semakin besar.

Banyak orang berhasil sementara saja dengan apa yang mereka ketahui. (Pemahaman)

Beberapa orang berhasil sementara saja dengan apa yang mereka lakukan. (Tindakan)

Sedikit orang berhasil secara permanen karena siapa diri mereka. (Karakter)

Menjadikan Integritas Berguna untuk Anda – Pertanyaan untuk Diperhatikan

1. Apakah berlebihan untuk bertanya bahwa kita menjadi “simper fidelis” – selalu setia – selalu tulus satu sama lain?
2. Apa sajakah hal utama yang menghalangi kita “menepati kata-kata kita”?
3. Bagaimana kita berbicara tentang menjalankan hidup yang berintegritas jika kita menerima moralitas relatif?
4. Bagaimana Anda mengartikan integritas? Apakah itu? Apakah yang bukan?
5. Apakah integritas sama atau berbeda dari “menepati janji”?
6. Apa yang dikatakan Alkitab tentang integritas?
7. Apa kaitan pengaturan keuangan kita dengan integritas?
8. Bagaimana kita bisa mengenali standar moral yang tepat untuk hidup berintegritas?
9. Kesalahan apa yang terdapat dalam jubah integritas Anda sendiri? Bagaimana orang lain bisa membantu Anda?
10. Beberapa jalan kelihatannya benar, tetapi tidak. Bisakah Anda menyebutkan beberapa?
11. Bagaimana kita menentukan jalan dimana kita akan pergi?
12. Bagaimana “humanisme sekuler” menjadi ancaman untuk menjalankan hidup yang berintegritas?
13. Apakah integritas dalam hidup adalah salah satu nilai yang paling Anda kejar? Jika tidak, apakah itu?
14. Apakah “bintang paling terang” yang membimbing kita di sepanjang jalan integritas?
15. Apakah integritas itu merupakan pilihan atau hal esensial? Mengapa atau mengapa bukan?
16. Seperti apakah jadinya masyarakat jika kita semua menjalankan hidup yang berintegritas?
17. Apa yang terjadi ketika integritas hanya menjadi sebuah pilihan daripada mandat?
18. Apa dampak dari integritas atau kurangnya integritas dalam dunia pekerjaan?
19. Bisakah Anda sebutkan beberapa contoh tentang integritas dalam Alkitab?
20. Bagaimana fokus pada integritas mengembangkan visi kita tentang hidup itu sendiri?
21. Bagaimana tren/kecenderungan terhadap perilaku yang tidak etis dibalik?
22. Seberapa transparan Anda menginginkan hidup Anda dijalankan?
23. Bagaimana Kristus menunjukkan integritas-Nya?
24. Ide-ide apa yang bisa Anda implementasikan supaya integritas Anda bertumbuh?
25. Bagaimana kita bisa menjadi orang yang berintegritas jika tidak seorang pun diantara kita yang sempurna?
(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama Situs: The John Ankerberg Show
Alamat situs: URL: https://www.jashow.org/articles/christian-living/godly-living/character/...
Judul artikel asli: Integrity – The Key to Character and the Cure for Inconsistency
Penulis artikel: Dr. Steven C. Riser
Tanggal akses: 20 November 2017

Komentar