Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kesaksian

Kesaksian

Kesaksian

Kesaksian

Kisah Joanie

Kisah berikut ini diambil dari wawancara dengan penulis Joanie Yoder, yang direkam untuk acara televisi RBC, Day of Discovery. ... baca selengkapnya »

Elizabeth Prentiss -- Memercayai Allah dalam Tragedi

Blogger yang menulis artikel ini adalah Susan Verstraete. Susan adalah seorang guru sekolah minggu dan seorang pemimpin kelompok diskusi buku di Faith Community Church di Kansas, North. Di sana, ia juga melayani sebagai sekretaris gereja. Susan dan suaminya, Michael, memiliki dua anak laki-laki yang sudah dewasa, Patrick dan Christopher. Buku yang ditulis Susan, "Your People: Stories from Church History" tersedia di toko buku Amazon. ... baca selengkapnya »

Menjadi Orang Tua Membuatku Bertumbuh

Ditulis oleh: Ibu Meidy M.

Ketika aku menikah, sebagian dari kebebasanku hilang.
Ketika aku punya anak, sebagian lagi dari kebebasanku hilang.
Semakin kupertahankan statusku sebagai ibu rumah tangga, semakin besar kebebasan yang harus kukorbankan, tetapi apa yang kudapatkan? ... baca selengkapnya »

Saya Ingin Menjadi Teman Macam Ini

Saya ingin menjadi teman yang selalu hadir, yang mengingat setiap hari ulang tahun, yang membuat surat-surat tulisan tangan yang indah, dan yang melontarkan percakapan asyik di Pinterest. Namun sebaliknya, saya adalah teman yang lupa untuk menelepon. Saya adalah teman yang terus-menerus menghilang. Saya adalah teman yang menanyakan alamat Anda kepada Anda berulang kali karena saya tidak pernah ingat untuk mencatatnya. ... baca selengkapnya »

Berikan Waktu untuk Ibu yang Merasa Bersalah

Saya bukan ibu yang sempurna, dan demikian juga Anda - mari kita perangi rasa bersalah bersama-sama.

Jika Anda seorang ibu yang bekerja seperti saya, saya dapat memberi tahu Anda beberapa hal tentang diri Anda.

Pertama, Anda lelah.

Saya tahu. ... baca selengkapnya »

Pahlawan Iman

"Saya melihat Ayah saya seperti ini," kata T yang berusia 13 tahun. Ia berlutut lalu terlentang di atas lantai. "Ia dibunuh," T menambahkan sambil meneteskan air mata. Salah satu anak Tuhan yang melayani di India, bertemu dengan T di rumahnya yang berkamar dua terbuat dari batu bata, beberapa hari setelah ayahnya dibunuh.

Pada tanggal 10 Januari 2011, ayah T, SP, tidak pernah lagi pulang ke rumah setelah memperoleh pekerjaan baru di dapur pembuatan batu bata, yang dekat dengan rumahnya. Sebenarnya, SP seorang pendeta yang melayani di daerah O, tidak ingin menerima pekerjaan ini. Pria yang menawari pekerjaan ini adalah anggota dari kelompok garis keras dari "agama lain", yang dicurigai terlibat dalam penyerangan brutal terhadap orang-orang Kristen di daerah O pada tahun 2008. Tetapi, SP sangat membutuhkan pekerjaan. Rumahnya telah hancur pada kerusuhan tahun 2008, dan dia harus menafkahi istri, kedua putrinya, dan adik perempuannya. ... baca selengkapnya »

Natal dan Kesepian

Suasana Natal sudah menebar di segenap tempat. Mall dan beberapa gedung semarak oleh hiasan Natal. Beberapa penjual mengadakan obral dengan tema Natal. Di beberapa tempat penjualan pelayannya memakai topi mirip Santa Klaus. Banyak hal dikaitkan dengan Natal meski sebetulnya ada kesan pemaksaan. Natal memang hari besar bagi umat Kristen, meski sebetulnya yang terpenting bagi iman umat adalah Paskah, sebab tanpa kebangkitan sia-sialah pengurbanan Yesus. Namun gema Natal jauh lebih berkumandang meriah dibandingkan Paskah. ... baca selengkapnya »

Kerelaan Untuk Disembuhkan

Ada selintas masa dalam hidupku yang mengguratkan kepedihan mendalam di hatiku. Nyerinya begitu terasa. Dan itu terjadi lima belas tahun yang silam, ketika dalam waktu yang hampir bersamaan aku kehilangan dua orang yang sangat kucintai. ... baca selengkapnya »

Pembaharuan Pikiran

Oleh: Sunanto

Rom 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” ... baca selengkapnya »

Paskah Terindah dalam Hidupku

oleh Eddie Ogan

Aku tidak akan pernah melupakan PASKAH tahun 1946. Saat itu, aku masih berumur 14 tahun, adikku Ocy berumur 12 tahun dan kakakku Darlene 16 tahun. Kami tinggal bersama Mama. Meskipun hidup kami pas- pasan, kami berempat tahu apa yang kami lakukan. Papaku meninggal 5 tahun sebelumnya, meninggalkan Mama seorang diri dengan 7 anak yang masih sekolah. Pada tahun 1946 itu, kakak-kakakku perempuan telah menikah dan kakak-kakakku yang laki-laki sudah meninggalkan rumah. ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content