Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Renungan

Renungan

Renungan

Renungan

Hadiah Sempurna

Edisi C3I: e-Konsel 271 - Asal Mula Natal

"Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani... jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati... siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita." (Roma 12:7-8)

Pada masa pemberian hadiah di Natal ini, kebanyakan dari kita sibuk mencari hadiah paling sempurna yang sulit diperoleh. Izinkan saya mengingatkan Anda, bahwa Anda sudah memiliki hadiah paling ideal untuk diberikan.

Anda tidak harus pergi ke pusat pertokoan terdekat untuk menemukannya. Anda tidak perlu mencarinya di katalog. Hadiah itu sudah ada di rumah Anda. Hadiah itu sangat berharga tetapi tidak ada label harganya. Ukurannya tidak pernah salah. Anda tidak perlu memasang bagian apa pun. Anda bahkan tidak perlu membungkusnya dengan kertas kado yang indah. ... baca selengkapnya »

Natal: Saat untuk Memberi atau Menerima?

Salah satu hal yang saya coba ajarkan kepada anak-anak saya adalah bagaimana menjadi "pemberi" bukan "penerima". Saya mengajarkan hal ini kepada mereka karena saya tahu betapa perlunya menumbuhkan sifat itu. Natal adalah saat yang luar biasa untuk menekankan perihal memberi. Selama bertahun-tahun, kami telah mencoba untuk melakukannya dengan cara praktis dengan membuat kue-kue Natal untuk orang lain, mengumpulkan mainan-mainan dan pakaian-pakaian lama dengan sukarela, dan membuat serta mengirimkan bingkisan bagi keluarga-keluarga yang kekurangan di komunitas kami. Ini benar-benar saat yang tepat untuk memberi. Namun, hari ini saya diingatkan kembali bahwa Natal barangkali hanya sedikit memberi tetapi justru lebih banyak menerima. ... baca selengkapnya »

Pembebasan dari Dosa (oleh Pendeta Mark Lee)

Hari ini kita akan melihat topik bagaimana kita bisa dimerdekakan dari dosa. Bagaimana kita dapat kembali pada keadaan tanpa dosa?

Mari kita lihat sebuah kutipan dari 1 Yoh 1:7-9 - "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." ... baca selengkapnya »

Kemerdekaan Kristiani

Galatia 5:13-15

...Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Masih segar dalam ingatan saya, ketika negara Indonesia beralih dari era orde baru kepada era reformasi. Peralihan ini menyebabkan pintu kebebasan dibuka lebar. Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah, bahwa kebebasan yang dipahami pada masa awal masa reformasi adalah kebebasan yang kebablasan. Artinya, orang dapat melakukan apapun semaunya tanpa ada batas, yang penting kebebasan itu sendiri. Kalau kebebasan dipahami seperti ini, maka kemudian akan muncul tirani. Inikah kebebasan? ... baca selengkapnya »

Alasan Yesus Mati

Edisi C3I: e-Konsel 238 - Alasan Yesus Mati

Salam kasih,

Yesus adalah Allah di atas segala allah, Tuhan di atas segala tuhan. Dia adalah Allah yang berkuasa di surga dan di bumi. Namun demikian, Ia tidak menyayangkan kemuliaan-Nya di surga dan rela menjadi manusia. Bukan hanya itu, Dia pun rela mati di kayu salib. Semua Dia lakukan karena kasih-Nya yang begitu besar. Ia tidak ingin melihat mereka yang percaya kepada-Nya binasa dalam kekekalan. Dalam kolom Cakrawala, Anda dapat melihat lebih dalam lagi mengenai alasan mengapa Yesus rela mati bagi kita. ... baca selengkapnya »

Perumpamaan tentang Pengampunan

  • Ampun
  • Dosa
  • Kemurahan Allah
  • Kerajaan

Kode: R 057

Nats Alkitab: Matius 18:21-35

Ringkasan Khotbah: Berapa kali kita harus mengampuni? Apakah 7 kali? Bukan! Kita harus mengampuni sebanyak 70 kali 7 kali. Pada saat kita mau menunjukkan kemurahan kepada orang lain, kita perlu menunjukkannya dengan sepenuh hati. Jangan hitung-hitungan soal kasih karena Tuhan tidak pernah hitung-hitungan saat Dia memberikan kasih-Nya kepada kita. Tuhan memberikan pengampunan dan melupakan, kita pun juga harus melakukan hal yang sama seperti apa yang Yesus lakukan. Kerajaan Allah berbicara tentang kemurahan Allah tanpa mengesampingkan keadilan. Di mana ada keadilan, maka ada kemurahan Allah untuk mengampuni dosa kita. ... baca selengkapnya »

Tahun yang Terbuang

Bacaan: Yoel 2:12-27

Ada berapa banyak waktu Anda, tahun demi tahun yang hasilnya hilang dimakan belalang? Apakah keinginan pribadi, hawa nafsu, motivasi penuh dosa, dan ambisi pribadi Anda telah merampas sukacita, kedamaian, dan keberhasilan hidup Anda? Mungkin Anda merasa putus asa memikirkan waktu-waktu yang terbuang dan tidak dapat terulang lagi itu. ... baca selengkapnya »

Lawatan Ilahi yang Memperbarui

"Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya." (Lukas 1:67-68)

Natal adalah peristiwa ketika Allah melawat umat-Nya. Lawatan ilahi tersebut membawa pembaruan dalam diri orang-orang yang terlibat di dalamnya. Salah satunya, Zakharia.

Siapakah Zakharia? Ia adalah seorang imam, keturunan Harun, seorang dari suku Lewi. Ia berasal dari rombongan Abia. Menurut 1 Tawarikh 24:1-6, para imam dibagi ke dalam 24 rombongan untuk melayani di Bait Allah. Rombongan Abia, rombongannya Zakharia, adalah salah satu dari ke-24 rombongan tersebut (24:10). Setiap rombongan bertugas dua kali dalam setahun, tiap kali selama satu minggu. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
51 -- 56
Judul Buku: 
Harta Karun Natal
Pengarang: 
Sutrisna
Penerbit: 
Penerbit Mitra Pustaka & Literatur Perkantas Jawa Barat
Kota: 
Bandung
Tahun: 
2005
Situs: 

Situs Natal Indonesia < http://natal.sabda.org/ >, Tanggal akses 16 November 2010

Natal: Kesempatan untuk Merayakan Kasih Allah pada Kita

Pernyataan yang paling terkenal di dalam Alkitab adalah penjelasan Yesus tentang mengapa Allah mengutus-Nya ke dunia: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16) ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
17 -- 24
Judul Artikel: 
Christmas Is A Time to Celebrate that God Loves You
Judul Buku: 
The Purpose of Christmas
Penerbit: 
Howard Books
Kota: 
New York
Tahun: 
2008

Renungan Natal

Ditulis oleh: I Suharyo

Peristiwa kelahiran Yesus telah memberikan inspirasi yang amat kaya dalam berbagai bidang kreatif, seperti lukisan yang bermutu tinggi, lagu-lagu indah abadi, renungan-renungan yang menyentuh hati, dan buku-buku tebal yang mencoba mengurai misteri peristiwa ini. Ada juga cerita-cerita sederhana yang menantang refleksi. Berikut salah satu di antaranya.

Kata yang punya cerita, ketika Yesus lahir, malaikat mengadakan seleksi siapakah di antara binatang-binatang yang sebaiknya menemani Yesus yang terbaring di palungan. Yang pertama mengajukan diri adalah harimau. Ia berkata, ”Sayalah yang paling pantas menjaga Yesus. Siapa pun yang berani mendekat akan saya terkam dan saya cabik-cabik dengan kuku dan taring saya. Yesus akan aman.” Malaikat menjawab, ”Yesus adalah Raja Damai. Kekerasan tidak sesuai dengan maksud kedatangan-Nya.” ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content