Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kasih AGAPE (Kasih Tak Bersyarat, Kasih Tak Sebanding)

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mrk. 10:45)

Berdasarkan tradisi dunia, hari ini adalah hari kasih sayang yang biasa disebut Valentine. Sudah menjadi tradisi khususnya bagi kawula muda untuk merayakan hari yang sudah dijadikan menjadi hari yang sangat penting ini. Berbagai acara digelar yang semuanya sarat dengan ‘cinta kasih’ dengan berbagai terjemahan atau versi. Sebagai orang percaya, tentu tidak ada salahnya jika kita menjadikan moment ini untuk saling menyatakan cinta kasih kepada sesama dengan terjemahan atau versi yang dirindukan oleh Tuhan. Sebagai anak-anak terang, Allah merindukan kita menjadi orang-orang yang mengasihi dengan cinta kasih yang berbeda dengan dunia ini, yaitu dengan cinta kasih ilahi.

Setiap kita terikat dalam suatu hubungan dengan orang lain. Ada hubungan yang didasari oleh ketertarikan kepada lawan jenis, karena kecantikan, pesona, kharisma, atau daya pikat, yang berada dalam bingkai keinginan untuk memiliki (eros). Ada hubungan yang didasari oleh ikatan darah atau kekeluargaan (philia) yang berada dalam bingkai tanggung jawab dan kewajiban. Ada hubungan yang didasari oleh ikatan persahabatan (storge), yang berada dalam bingkai saling menguntungkan (take and give). Semua ikatan itu adalah ikatan yang sanggup melahirkan cinta kasih. Tetapi cinta kasih yang lahir berdasarkan ikatan-ikatan tersebut sangatlah terbatas sekali, sama sekali tidak ada jaminan untuk keberlanjutan dan ketiadaakhirannya. Cinta kasih eros hanya akan bertahan jika orang yang kita cintai itu mau menjadi milik kita dan bisa memenuhi keinginan kita. Cinta kasih philia dan storge hanya akan bertahan jika ada timbal-balik (teke and give). Ketika satu pihak hanya menerima atau memberi, maka cinta kasih itu akan lenyap. Cinta kasih eros, philia, dan storge, adalah cinta kasih yang menuntut syarat (conditional love) dan menuntut keseimbangan (balanced love). Cinta kasih ini mewarnai kehidupan kita, tetapi bukan cinta kasih yang demikian yang dirindukan Tuhan atas kita.

Sebagai anak-anak Allah, kita diciptakan untuk hidup dalam cinta kasih ilahi, yang bersumber dari cinta kasih Allah yang sudah kita terima. Bagaimanakah cinta kasih yang telah Allah berikan kepada kita? Dia telah memberikan cinta kasih Agape kepada kita, yaitu cinta kasih yang tak bersyarat dan cinta kasih yang tak seimbang.

Kasih-Nya tak Bersyarat (Unconditional Love)

Allah telah menyatakan cinta kasihnya tanpa syarat kepada kita. Dia tidak membiarkan kita menanggung segala penderitaan yang seharusnya kita terima, melainkan Dia mengambil alih dan menanggungnya sendiri (1Kor. 15:3; 2Kor. 5:21). Allah tidak menuntut sesuatu apa pun dari kita atas setiap hal yang telah diberikan-Nya kepada kita. Kasih Allah kepada kita sama sekali tidak tergantung pada kasih kita kepada-Nya. Allah mengasihi kita karena Dia memang mengasihi kita (Yoh. 3:16), bukan karena kita juga telah mengasihi-Nya. Justru sebaliknya, kita dikasihi-Nya ketika kita tidak mengashi-Nya, yaitu ketika kita masih hidup mengikuti keinginan keberdosaan kita. Allah tidak membiarkan kita berada dalam belenggu dan kutuk dosa, yaitu kebinasaan kekal (neraka), melainkan Dia menginginkan kita berada dalam kehidupan kekal (surga). Allah tidak menuntut kesalehan atau ketidakberdosaan kita untuk memperoleh kehidupan kekal itu, melainkan Dia memberikan-Nya secara Cuma-Cuma kepada kita sebagai anugerah (Ef. 2:8-9).

Kasih-Nya tak sebanding (Unbalanced Love)

Allah tidak memberi untuk selanjutnya menuntut kita membayar apa yang telah Dia berikan kepada kita. seandainya pun Allah menuntutnya, seorang pun dari antara kita tidak akan pernah bisa membayar atau memberikan ganti rugi atas pengorbanan-Nya. Kita harus selalu ingat bahwa kita diberi anugerah yaitu kehidupan kekal sebagai tanda cinta kasih Allah adalah karena kita tidak sanggup membelinya dengan dengan cara apapun dari Allah. Kita diberi, tanpa harus membayar. Allah datang ke dunia dalam Kristus Yesus untuk melayani kita dan memberikan nyawa-Nya untuk tebusan atas dosa kita. Tidak ada sesuatu yang telah kita berikan atau lakukan kepada-Nya, tapi Dia memberikan dan melakukan yang terbaik bagi kita. Tidak akan pernah ada sesuatu yang dapat kita berikan dan lakukan kepada-Nya untuk membalas kebaikan-Nya, tetapi Dia terus memeberikan dan melakukan yang terbaik dalam hidup kita, hari ini sampai selamanya. Sungguh kasih yang sangat tak sebanding.

Marilah kita melihat dan menyadari bagaimana kasih Allah telah mengasihi kita, menjadikan kita menjadi ciptaan baru, yang dipersiapkan Allah untuk melakukan setiap perbuatan-perbuatan baik, untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama kita (lih. Ef.2:10). Sebagai orang-orang percaya, yang oleh iman kita telah dijadikan sebagai anak-anak Allah, haruslah memiliki cinta kasih sebagaimana Bapa telah mengasihi kita (Flp. 2:5). Marilah kita mengasihi dengan kasih agape, yaitu kasih ilahi, mengasihi tanpa syarat dan mengasihi walaupun tidak sebanding. Mengasihi bukan karena ada maunya, mengasihi bukan supaya mendapat sesuatu imbalan, melainkan mengasihi dengan kasih sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Baiklah suami mengasihi istri walaupun istri tidak secantik dan semenarik dulu lagi. Biarlah istri mengasihi suami walaupun suami tidak segagah dan semenarik dulu lagi. Biarlah orang tua mengasihi anak-anak walaupun anak-anak sering mengecewakan. Biarlah anak-anak mengasihi orang tua walaupun orang tua tidak dapat memenuhi setiap yang anak perlukan. Biarlah seorang sahabat mengasihi sahabat walaupun sahabat sering melupakannya. Selamat mengasihi, Amin!

(Penulis adalah Trainer dan Pengajar Kristen, saat ini sedang Praktek Melayani di GKPI Jemaat Khusus Sei Agul Medan)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/02/30872/kasih-agape-kasih-tak-bersay...

Komentar