Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Keluarga yang Bersyukur dan Melayani

Filipi 1:21-30

Bersyukur dan melayani adalah dua hal yang sudah seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Ke dua karakter ini akan lebih mudah muncul dalam diri kita ketika kita semakin memiliki hubungan yang dekat dan melekat kepada Tuhan.

Dalam bulan keluarga ini kita diajak untuk mewujudkan kedua karakter ini bukan hanya kepada satu atau beberapa anggota keluarga tertentu saja, tetapi mewujudkannya sebagai satu kesatuan keluarga yang memiliki karakter bersyukur dan melayani. Ini berarti bersyukur dan melayani merupakan nilai dari seluruh anggota keluarga sebagai satu komunita. Keluarga yang setiap anggotanya memiliki derap langkah yang sama dalam bersyukur dan melayani Tuhan. Alangkah berbahagianya kita memiliki keluarga yang melangkah dalam derap yang sama, menuju satu arah yang sama, bersyukur dan melayani Tuhan. Ini tentunya membutuhkan peran dari seluruh anggota keluarga. Orangtua memiliki peranan yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut.

Bercermin dari kehidupan Rasul Paulus yang hidupnya penuh dengan syukur dan pelayanan kepada Tuhan, kita belajar prinsip-prinsip hidup Paulus yang menghasilkan sikap hidup yang penuh syukur dan pelayanan. Pertama, kita perlu memahami apakah tujuan hidup kita. Dalam konteks keluarga, kita perlu merenungkan apakah tujuan hidup keluarga kita. Memahami tujuan hidup kita atau keluarga, sangat penting sebab tujuan hidup inilah yang kemudian secara otomatis akan mengarahkan sikap atau keputusan-keputusan dalam hidup kita. Paulus dengan jelas mengatakan bahwa baginya hidup adalah Kristus (ay.21). Prinsip Paulus yang dengan tegas menyadari bahwa baginya hidup adalah Kristus, mengarahkan seluruh irama langkah hidupnya. Paulus senantiasa hdup dalam rasa syukur kepada Tuhan dan hidup dalam pelayanan kepada Tuhan, meskipun perjalanan yang dilaluinya tidak mudah namun Paulus terus melangkah maju karena Paulus sadar tujuan hidupnya.

Kedua, Paulus mementingkan untuk hidup berpadanan dengan Injil Kristus (ay.27). Hidup berpadanan dengan Injil Kristus berarti hidup yang sesuai atau cocok atau selaras dengan Injil Kristus yang kita pelajari dan dengarkan. Ini berarti Firman Tuhan kita lakukan dalam hidup kita dan keluarga kita. Jika setiap anggota keluarga hidup sesuai dengan Firman Tuhan, akan menghasilkan keluarga yang teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa dalam Tuhan (ay.27).

Dalam bulan keluarga ini, kita diajak untuk kembali memikirkan keluarga kita sebagai satu kesatuan di dalam Tuhan. Kiranya kita bersehati untuk mewujudkan sebuah keluarga yang memiliki kesehatian dalam rasa syukur dan pelayanan kepada Tuhan. Amin. -TA-

Sumber: suplemenGKI.com

Komentar