Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kemuliaan Kristus: Kepercayaan Diri Orang Kristen

Edisi C3I: e-Konsel 164 - Masalah Tidak Percaya Diri

Apakah percaya diri itu? Bagaimana bentuk percaya diri itu dalam diri manusia?

Bagaimana pemahaman akan kasih Allah memengaruhi kepercayaan diri kita?

Percaya diri adalah apa yang Anda rasakan mengenai diri Anda sendiri. Bila Anda merasa sangat menyukai diri Anda dan merasa bahwa Anda adalah orang yang baik, maka harga diri Anda tinggi. Bila Anda sangat tidak menyukai diri Anda, berarti harga diri Anda rendah.

    Bagi orang Kristen, arti percaya diri adalah siapakah kita di dalam Kristus.

    Karena kepercayaan diri sebagai orang Kristen adalah seperti apa kita dalam Kristus. Roh Kudus adalah kemuliaan Kristus yang ada dalam diri kita (Kis. 2:38; 2 Kor. 1:21-22).

    Siapakah Roh Kudus itu? Allah hidup di dalam diri kita. Allah menyadarkan kita pada hal-hal yang baik. Suatu kekuatan istimewa yang hanya dapat kita gunakan untuk melakukan hal-hal baik yang berasal langsung dari Allah. Beberapa karakteristik Roh Kudus adalah pengertian, hikmat, pengetahuan, akal sehat, ketergantungan pada Tuhan, kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kebaikan hati, kebajikan, kesetiaan, kelembutan, dan pengendalian diri. Beberapa hal yang Ia kerjakan adalah menjelaskan, menghukum, mengajar, membimbing, memberi jaminan, menjadi penengah, mengarahkan, dan mengingatkan.

    Belajar menerima diri apa adanya.

    Seperti orang lain, Anda juga memiliki hal-hal yang Anda sukai dan tidak Anda sukai dalam diri Anda. Tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Anda memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dari yang Anda rasakan. Tidak ada rumput yang lebih hijau dalam hidup orang lain (Flp. 4:11).

    Terapkan gaya hidup yang sehat.

    Olahraga, istirahat, belajar firman Tuhan, berdoa, bekerja, bermain, belajar hal-hal baru, berpikir positif, dan memunyai pola makan yang benar. Jangan berlebihan dalam satu hal (1 Kor. 6:19-20; Flp. 1:6; Flp. 4:8; Flp. 4:5).

    Hiduplah apa adanya.

    Hiduplah sesuai dengan kenyataan dan tetaplah demikian. Jangan menjadi orang yang munafik. Bukalah pikiran Anda. Bila ada hal yang salah menurut firman Tuhan, maka hal itu tetaplah salah dan jangan lakukan hal itu. Jangan karena dunia mengatakan bahwa menghisap mariyuana itu sah-sah saja, maka itu berarti boleh dilakukan. Menghisap mariyuana bertentangan dengan firman Tuhan dan lebih berbahaya bagi tubuh kita dibandingkan dengan menghisap rokok. Merokok itu berbahaya. Saat kita melakukan perbuatan-perbuatan yang munafik, maka Anda merendahkan diri sendiri. Berhentilah melakukannya dan hiduplah apa adanya (Rm. 12:2).

    Percayalah pada diri Anda dan apa saja yang Tuhan dapat kerjakan melalui diri Anda.

    Saya selalu berdoa dan membiarkan Roh Kudus memberi bimbingan selama konseling dan pada kehidupan sehari-hari. Dengan berdoa dan membiarkan Roh Kudus bekerja, maka saya bisa bekerja dengan efektif. Kenalilah perasaan negatif dan hadapilah setiap hari, jangan mengabaikan dan menghalangi perasaan Anda (Flp. 4:13; 2 Kor. 10:5).

    Komunikasikan.

    Bicarakan dengan orang lain tentang apa yang Anda rasakan dan tanyakan apakah orang lain juga pernah merasakannya. Anda mungkin menemukan bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang merasakan sesuatu atau yang telah melakukan dosa tertentu. Saat Anda membicarakan hal ini kepada orang lain, berarti Anda membangun hubungan yang lebih baik, mengurangi konflik, dan belajar tentang orang lain. Perhatikan juga bahasa tubuh Anda saat berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa tubuh Anda mengatakan sesuatu, apakah Anda benar-benar ingin membicarakan rasa percaya diri Anda? (Yak. 5:16).

    Buatlah pilihan-pilihan yang baik.

    Bertindaklah dengan tenang dan rasional dalam segala situasi. Cobalah untuk tenang. Kadang-kadang Anda perlu merenungkan sebuah pemikiran sebelum Anda melakukannya. Saat Anda menghadapi pilihan-pilihan, maka harga diri Anda sedang diuji. Akankah Anda menyesal dan sedih atas keputusan Anda untuk masa yang akan datang? Atau akankah Anda bercermin dan mengatakan "selesai" atau "kerja yang bagus"? (1 Tim. 5:22; Ams. 19:2; Pkh. 5:2).

    Langkah-langkah untuk membuat pilihan yang baik.

    • Pahamilah pilihan yang Anda buat. Tanyakan pada orang lain tentang pilihan itu. Mintalah nasihat mereka. Doakan dan minta damai sejahtera Allah menolong Anda mengambil keputusan yang tepat.
    • Galilah ide-ide untuk membuat pilihan.
    • Ujilah ide-ide yang Anda gali itu untuk situasi terburuk dan terbaik.
    • Buatlah jalan keluar.
    • Lakukan pilihan Anda.

    Percayalah penuh dan bertanggung jawab.

    Saat Anda memiliki tanggung jawab, maka orang-orang akan datang kepada Anda dan memberi Anda kepercayaan untuk melakukan apa yang akan Anda lakukan (Gal. 5:22-23; Rm. 15:13).

    Tetap kerjakan hal-hal yang Anda sukai.

    Milikilah kegiatan favorit atau hobi. Belajarlah untuk menghibur diri sendiri. Jangan mengharapkan orang lain menghibur diri Anda. Buatlah gaya Anda sendiri dan berbahagialah dengan gaya itu. Pepatah sekuler mengatakan, "Pikiran yang kosong adalah ladang kerja Iblis."

    Jangan memandang diri Anda lebih tinggi dari yang sebenarnya.

    Hal ini kadang-kadang bisa meningkatkan harga diri Anda hingga akhirnya orang lain mulai menjauhi Anda karena kita semua tahu bahwa sebagian besar orang tidak suka pada orang yang sombong (Rm. 12:3; 1 Tim. 3:6).

Dengan memeriksa ulang langkah-langkah dan ayat-ayat di atas, kiranya bisa meningkatkan iman Anda kepada Kristus. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

START_SUMBER: SUMBER 1: __Halaman : __Bab : __Judul Artikel :Christ Esteem: The Christian’s Self-Confidence __Penulis Artikel :Joseph A. Williams Spring __Nomor Edisi : __Tahun Edisi : __Judul Buku : __Penulis Buku : __Penerbit : __Kota : __Status Bahan :Situs __Tahun Terbit : __Website :Williams Christian Counseling -- http://www.williamscc.org/self-esteem.pdf __Email : END SUMBER 1 END_SUMBER

Komentar