Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kiat Menjaga Hubungan Baik Dengan Keluarga Suami/Istri

Edisi C3I: e-Konsel 248 - Menjaga Hubungan dengan Keluarga Suami/Istri

Dalam edisi ini, e-Konsel mengangkat pembahasan hangat yang terjadi di Facebook Konsel. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah: Apa yang Anda lakukan untuk menjaga hubungan dengan keluarga istri/suami Anda? Termasuk mertua dan ipar Anda?

Beberapa Sahabat Konsel menjawab seperti berikut ini.

Komentar:
Davida Evie Wisnubroto: Komunikasi.
Dedy Yanuar: Kalau saran saya, cari tahu apa yang tidak disukai dan yang disukai oleh mertua dan ipar kita. Kalau Anda termasuk tipe pelupa, sebaiknya catatlah itu. Jangan sampai kita melakukan hal yang tidak disukai oleh keluarga pasangan kita. Hal itu bukan hanya berdampak buruk atau di cap buruk oleh keluarga pasangan kita, tapi juga bisa dijadikan alasan untuk ribut dengan pasangan kita. Jika kita tahu kesukaan keluarga pasangan kita, alangkah baiknya jika kita menyediakan waktu untuk mereka bila ada waktu dan kesempatan, misalnya saat ulang tahun. Anggaplah keluarga pasangan kita sebagai keluarga kita sendiri, intinya hormati keluarga dari pasangan kita seperti kita menghormati keluarga kita sendiri. Kalau keluarga pasangan kita belum seiman, tetap saya sarankan untuk menghormati mereka.

e-Konsel:
@Davida: Apakah selama ini komunikasi Anda dengan keluarga suami selalu berhasil? Jika terjadi kesalahpahaman, pendekatan macam apa yang Anda lakukan?
@Dedy: Lengkap sekali, terima kasih. Lalu, bagaimana jika kita sudah berbuat baik dan tidak membalas ketidakadilan yang dilakukan keluarga suami/istri kita, namun mereka tetap berbuat jahat pada kita? Padahal kita masih tinggal serumah dengan mereka.

Dedy Yanuar: Saya rasa Kristus Yesus sudah mengajarkan jelas di Alkitab, yaitu tetaplah kasihilah mereka. Sulit? Benar, harus diakui hal itu memang sulit. Mustahil? Tidak, bersama Yesus kita mampu mengasihi orang yang tak patut dikasihi sekalipun. Apalagi kalau yang berbuat jahat itu sudah Kristen dan aktif dalam melayani (mengerti Firman Tuhan), tapi perilakunya luar biasa jahat kepada kita. Itu baru benar-benar sulit. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita dalam mengasihi mereka. Tip: doakanlah mereka.

e-Konsel: @Dedy: Membawa mereka dalam doa itu pasti, apakah kita perlu ke luar dari rumah mereka untuk tinggal di rumah sendiri?

Dedy Yanuar: Hm.... kalau ajaran yang sering saya dengar, sebaiknya sebelum menikah kita sudah memunyai rumah sendiri, supaya kita tidak tinggal baik sama orang tua kita maupun sama keluarga mertua kita. Jadi walaupun kelihatan berat, tapi sebaiknya memang sebelum menikah sudah punya rumah sendiri.

Fitri Nurhana: Belajar untuk memahami keberadaan mereka dengan cara menjalin komunikasi dan memberikan empati kepada mereka.

Shmily Tilestian: Mengasihi dan menerima mereka dengan tulus - apa adanya ... lalu nikmati setiap momen dengan mereka dengan penuh ucapan syukur.

e-Konsel:
@Dedy: Terima kasih, Ded.
@Fitri: Kelihatannya sangat simpel ya, tapi bagaimana dengan praktiknya? Apakah Anda pernah mengalami masalah dengan keluarga suami? Kiat-kiat apa yang bisa dibagikan untuk kami? Terima kasih.
@Shmily: Hmm.. gitu ya... oke deh. Trims.

Mari Sahabat, ikut berpendapat tentang topik ini di Facebook Konsel.

Alamat URL: < http://www.facebook.com/sabdakonsel/posts/10150228172678755 >.

Tanggal akses: 27 April 2011

Komentar