Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tips

Tahap-Tahap Latihan Praktis Konseling

Edisi C3I: e-konsel 267 - Tanggung Jawab Konseling Pastoral

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Salah satu pelayanan yang harus ada di dalam gereja adalah konseling pastoral. Untuk memberikan pelayanan konseling pastoral yang benar dan terarah sesuai kebenaran Alkitab, konselor pastoral perlu memiliki teori-teori konseling dan psikologi, sekaligus latihan-latihan praktis. Berikut ini adalah tahap-tahap dalam latihan praktis konseling. ... baca selengkapnya »

Nasihat Bijak Menghasilkan Keputusan Bijak

Edisi C3I: e-konsel 263 - Pentingnya Nasihat untuk Anak Muda

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Sebagian dari banyaknya keputusan yang kita buat setiap hari, ada yang berakhir dengan baik, sedangkan yang lainnya tidak. Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat keputusan yang lebih baik? Seberapa baikkah kemampuan Anda dalam membuat keputusan? Pernahkah Anda bertanya-tanya, "Apa yang terjadi seandainya aku ...?" -- terutama saat Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda harapkan?

Barangkali Anda tidak pernah menyadari bahwa Alkitab adalah sebuah buku tentang membuat keputusan-keputusan bijak. Bukan hanya itu, Alkitab juga penuh dengan contoh-contoh keputusan yang baik dan buruk, serta akibat keputusan-keputusan tersebut. Alkitab menunjukkan keputusan-keputusan yang baik, sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar, yang mengarah kepada hasil-hasil yang baik. Apabila Anda membuat keputusan-keputusan emosional yang berdasarkan amarah, hawa nafsu, dan keegoisan, Anda sebaiknya siap-siap menerima hasil-hasil yang buruk. ... baca selengkapnya »

Kapan Harus Menasihati, Kapan Harus Diam

Edisi C3I: e-konsel 259 - Nasihat

Pengkhotbah 7 menekankan salah satu prinsip konseling alkitabiah yaitu mengetahui "kapan harus berbicara dan kapan harus diam". Amsal 10:19 selanjutnya menekankan hal itu: "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." Firman Allah yang hidup mengatakannya dengan sangat jelas: "Jangan banyak bicara. Orang yang banyak bicara membuat banyak kesalahan. Karena itu, bersikaplah bijaksana dan kendalikanlah lidahmu."

Konselor yang mengerti persoalan-persoalan konselinya, memilih kata-katanya dengan baik: "Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya." (Amsal 17:27-28) ... baca selengkapnya »

Langkah Praktis Mengatasi Kekhawatiran

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Biasanya, kekhawatiran kita tidak berkembang sampai pada taraf fobia. Pada waktu harus berbicara di depan umum, mungkin Saudara merasa tegang dan khawatir. Mungkin Saudara cemas menghadapi situasi baru. Lutut Saudara bisa saja gemetar dan lemas, dan perut Saudara terasa sakit karena takut, tetapi pada akhirnya Saudara dapat mengatasi keadaan Saudara.

Berikut ini empat faktor yang sering menjadi penyebab kekhawatiran.

  1. Khawatir membuat kesalahan di depan umum.
  2. Khawatir membuat orang marah.
  3. Khawatir kehilangan kasih.
  4. Khawatir karena merasakan sakit secara fisik dan kematian.

Menolong Pecandu Bebas dari Minuman Keras

Edisi C3I: e-Konsel 250 - Penyalahgunaan Minuman Keras

Seorang pecandu alkohol tidak dapat mengontrol kebiasaan minum mereka. Setiap orang yang kecanduan alkohol, pasti tetap memiliki dorongan dan hasrat untuk minum. Ketika mereka tidak bisa menguasai dorongan untuk minum, sisi personalitas negatif mereka marah, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Jika mereka tersinggung sedikit saja, mereka akan mengamuk/melakukan tindakan yang berlebihan. Tanpa disadari mereka telah diperbudak oleh dosa alkoholik. ... baca selengkapnya »

Membangun Hubungan yang Positif Dengan Menantu/Mertua (Tip)

Edisi C3I: e-Konsel 246 - Membangun Hubungan Baik dengan Keluarga Mertua

Ketika dua wanita yang mengasihi pria yang sama berada di tempat yang sama, hasilnya tidaklah selalu baik. Ibu mertua bisa bermasalah ketika melepas anak laki-lakinya. Menantu perempuan harus berjuang untuk bisa menyatu dengan keluarga suaminya. Saling pengertian dan kesepakatan yang bijaksana, diperlukan untuk membantu ibu mertua dan menantu perempuan melebur menjadi satu dalam hubungan yang sehat.

Berikut adalah sepuluh saran bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan ibu mertua atau menantu perempuan Anda: ... baca selengkapnya »

Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak

Edisi C3I: e-Konsel 241 - Memotivasi Anak untuk Belajar

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Kita sebaiknya memotivasi anak-anak agar suka belajar sejak mereka masih balita, karena pada masa ini anak memiliki keinginan belajar yang sangat kuat. Anak disebut gemar belajar bukan karena dia diharuskan belajar, melainkan karena dia memang suka belajar. Dia sadar benar bahwa itu adalah pilihannya untuk masa depan.

Bagaimana Menumbuhkan Semangat Belajar Anak?

1. Jadikan belajar sebagai hal yang menyenangkan.

Ciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak. Anda perlu memerhatikan pelajaran apa yang paling disukai dan tidak ia sukai. Anda juga bisa mengikutkan anak Anda untuk mengikuti les -- pelajaran tambahan di luar jam sekolah, karena ada beberapa anak suka sekali les tertentu, sehingga mereka tidak sabar menunggu hari les tiba. Setelah anak masuk sekolah, bantulah mereka untuk memunyai jam belajar yang teratur. ... baca selengkapnya »

Langkah Untuk Berdamai dengan Allah

Dosa membuat hubungan antara manusia dengan Allah menjadi rusak. Untuk memperbaiki hubungan tersebut, satu-satunya jalan adalah dengan mengadakan pendamaian. Bagaimana caranya berdamai dengan Allah? Berdamai merupakan tindakan yang melibatkan dua pihak. Jika salah satu pihak tidak setuju dengan apa yang ditawarkan pihak lain, niscaya perdamaian keduanya tidak akan terwujud. Allah menawarkan jalan damai kepada manusia, sekalipun sebenarnya manusialah yang telah berbuat dosa. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk menyambut tawaran pendamaian dari Allah? Di bawah ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda ambil. ... baca selengkapnya »

Mengatasi Rasa Mengasihani Diri Sendiri

Edisi C3I: e-Konsel 216 - Mengasihani Diri Sendiri

Berikut ini adalah empat tip untuk mengatasi rasa mengasihani diri sendiri: 1. Putuskanlah untuk bangkit dan berjalan lagi dengan kekuatan dari Tuhan. (Kisah Para Rasul 3:3-8) 2. Putuskanlah untuk bersukacita. (Kisah Para Rasul 16:22-26) 3. Putuskanlah untuk menyerahkan diri dan situasi Anda kepada Tuhan. (1 Petrus 2:21-23) 4. Putuskanlah untuk berbuat baik terhadap orang lain. (Lukas 10:30-35) Keputusan-keputusan ini tidak dapat diambil dengan sembrono karena tidak dapat dilakukan dengan kekuatan
Sumber
Judul Artikel: 
Self Pity

Proses dan Langkah Praktis Untuk Memaafkan

Edisi C3I: e-Konsel 215 - Pengampunan

PROSES MEMAAFKAN Ada lima tahap penting dalam proses kita mengampuni orang lain. Menyadari dan menerima rasa sakit hati. Pahami alasannya. Sadarilah. Jangan mau jadi korban. Menerima kenyataan. Adanya kemampuan menyadari dan menerima rasa sakit hati kita akibat perbuatan orang lain. Jangan menolak, menyangkal atau menganggap remeh sakit hati Anda. Sadari juga akibat-akibat yang sudah ditimbulkan rasa sakit itu. Cobalah memahami alasan orang itu menyakiti hati Anda. Mengampuni hanya akan terjadi bila
Sumber
Halaman: 
61 -- 62 dan 64 -- 66
Judul Artikel: 
Mencinta Hingga Terluka, Seni Memaafkan Sesama
Judul Buku: 
Perlengkapan Seorang Konselor
Pengarang: 
Julianto Simanjuntak
Penerbit: 
Layanan Konseling Keluarga dan Karir (LK3)
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
2007

Komentar


Syndicate content