Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Langkah 4 Pilihlah Ketaatan Bukan Pemberontakan


LANGKAH 4: PILIHLAH KETAATAN BUKAN PEMBERONTAKAN

Kita tinggal di tengah-tengah angkatan yang suka memberontak. Banyak orang beranggapan bahwa mereka berhak duduk di kursi para penguasa yang berada di atas mereka. Memberontak terhadap Allah dan kuasa-Nya berarti memberi kesempatan kepada Iblis untuk menyerang. Sebagai jenderal kita yang tertinggi, Tuhan berkata, "Marilah masuk ke dalam barisan dan ikutlah Aku. Aku tidak akan membawa kamu ke dalam pencobaan, tetapi Aku akan melepaskanmu dari yang jahat (Mat 6:13*)."

Ada dua tanggung jawab Alkitabiah yang kita miliki sehubungan dengan para penguasa: Mendoakan mereka dan tunduk kepada mereka. Allah mengizinkan kita untuk bersikap tidak tunduk kepada para pemimpin duniawi hanya apabila mereka meminta kita untuk melakukan apa yang dilarang oleh Allah. Ucapkanlah doa di bawah ini:

Bapa Surgawi. Engkau sudah berfirman bahwa
pemberontakan adalah sama dengan dosa bertenung,
dan kedegilan adalah sama seperti dosa
penyembahan terhadap berhala (1Samuel 15:23*).
Saya tahu bahwa dalam tindakan dan sikap saya
sudah berdosa terhadap engkau dengan hati yang
memberontak. Saya mohon pengampunan-Mu atas
pemberontakan saya dan berdoa agar melalui darah
Tuhan Yesus Kristus yang tertumpah, Tuhan
membatalkan semua bagian yang dikuasai oleh roh-roh
jahat karena pemberontakan saya. Saya berdoa
agar Engkau akan menerangi semua jalan saya agar
saya bisa mengetahui dengan sepenuhnya sejauh
mana pemberontakan saya. Dan sekarang saya
memilih untuk memiliki roh ketaatan dan hati yang
melayani. Dalam nama Kristus Yesus, Tuhan saya.
Amin.

Merendahkan diri di bawah suatu kuasa adalah tindakan iman; artinya anda percaya bahwa Allah bekerja melalui jalur-jalur penguasa yang telah ditetapkan. Ada kalanya para majikan, orang tua, dan para suami tidak tunduk pada hukum pemerintahan yang telah Allah tetapkan untuk melindungi orang-orang lemah dari tindakan kekejaman. Jika anda mengalami peristiwa seperti itu, anda perlu meminta perlindungan negara. Di banyak negara, hukum meminta agar tindakan-tindakan semacam itu dilaporkan kepada yang berwajib.

Dalam keadaan yang sulit, seperti penganiayaan yang terjadi terus-menerus dalam keluarga, untuk selanjutnya pertolongan bimbingan kemungkinan sangat dibutuhkan. Dan dalam beberapa keadaan, ketika para penguasa (orang- orang yang mempunyai wibawa) menyalahgunakan kedudukan mereka dan menuntut ketidaktaatan pada Allah atau menuntut ketidaksetiaan dalam perjanjian anda pada Dia, anda perlu menaati Allah bukan manusia.

Kita semua dinasehati untuk tunduk satu terhadap yang lain sebagai sesama di dalam Kristus (Efesus 5:21*). Kita diperingatkan untuk merendahkan diri seorang terhadap yang lain. Akan tetapi, ada jalur-jalur kekuasaan khusus yang tercantum di dalam Alkitab yang dibentuk untuk mencapai tujuan-tujuan yang umum.

1. Pemerintah (Rom 13:1-7; 1Tim 2:1-4*)
 (1Pet 2:13-17*)

2. Orang tua (Ef 6:1-3*)

3. Suami (1Pet 3:1-4*)

4. Majikan (1Pet 2:18-23*)

5. Pemimpin-pemimpin rohani (Ibr 13:17*)

6. Allah (Dan 9:5,9*)

Periksalah kembali setiap hal di atas dan mintalah Allah mengampuni anda, atas masa-masa di mana anda tidak tunduk, dan berdoalah:

Tuhan, saya mengakui bahwa saya telah
memberontak terhadap _____________________.
Ampunilah saya atas pemberontakan saya ini.
Saya memilih untuk tunduk dan taat kepada
Firman-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

Komentar