Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Memahami Bagaimana Anak-Anak Prasekolah Menghadapi Tekanan

Edisi C3I: e-Konsel 211 - Mengenal dan Membimbing Anak Prasekolah

Anak-anak berumur 3 sampai 5 tahun mengalami rasa kehilangan, ketakutan, dan situasi-situasi yang tidak biasa, jauh berbeda dengan orang-orang dewasa. Setiap anak prasekolah memiliki fase-fase perkembangan tersendiri. Jika Anda memahami bagaimana anak prasekolah Anda memikirkan tentang dunianya, Anda dapat menolongnya menghadapi masa-masa sulit dengan lebih baik. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat anak Anda tumbuh secara sosial dan emosional.

Anak prasekolah belajar:

  • Menggunakan kata untuk mengungkapkan perasaan-perasaan.
  • Mengendalikan situasi dengan membicarakannya.
  • Mengatasi frustrasi dan menunggu sesuatu terjadi.
  • Berteman dan berhubungan dengan orang lain.
  • Mengerti bahwa beberapa tindakan boleh dilakukan, sedangkan tindakan lainnya tidak boleh dilakukan.
  • Mencari perlindungan dari Anda agar dia merasa aman.
  • Bergantung kepada Anda untuk membantunya membentuk rasa percaya diri.
  • Bermain untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mencoba solusi-solusi yang berbeda-beda.
  • Bergantung pada rutinitas agar merasa aman dan percaya diri menyelesaikan tugas-tugas dan bangga dengan kemampuan-kemampuannya.
  • Mencoba situasi-situasi baru dan mengambil risiko.

Situasi atau perubahan sehari-hari yang dapat menarik perhatian atau membuat anak prasekolah Anda marah:

  • Bayi baru di rumah.
  • Guru prasekolah atau pengasuh bayi baru.
  • Dipisahkan dari orang-orang yang menyayanginya.
  • Penitipan anak, taman kanak-kanak, atau SD.
  • Perubahan-perubahan dari rutinitas-rutinitas sehari-hari.
  • Memberikan atau menghilangkan benda/mainan favoritnya.
  • Pindah ke tempat tidur, kamar, atau rumah baru.

Anak-anak prasekolah sering menunjukkan perasaan mereka lewat tindakan daripada kata-kata. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Ketergantungan yang tidak biasa.
  • Takut sendirian atau tanpa Anda.
  • Lebih sering memperlihatkan luapan atau cetusan kemarahan.
  • Memukul atau menggigit.
  • Membasahi tempat tidur atau mengisap jempol lagi.
  • Makan lebih banyak atau sedikit dari biasannya.
  • Tidak bisa tidur atau istirahat.
  • Lebih sering menangis.
  • Sedikit tersenyum, sedikit tertawa.
  • Tidak mau mencoba hal-hal baru.
  • Terganggu oleh keributan-keributan yang tiba-tiba dan keras.
  • Sering berjalan-jalan, terjatuh, atau menjatuhkan barang-barang.
  • Kurang terbuka atau bergaul seperti biasanya.

Ingatlah bahwa sikap-sikap ini terkadang muncul pada semua anak. Akan tetapi, jika sikap-sikap itu berlangsung terus-menerus atau sering terjadi, sikap-sikap itu bisa menjadi tanda tekanan.

Waktu Keluarga

Kedekatan fisik dan emosional saat makan atau bermain permainan bersama membantu anak prasekolah Anda merasa lebih aman. Gunakan waktu ini untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apa bagian terbaik dan terburuk bagimu hari ini?"

Tugas Rumah Tangga

Jika Anda membiarkan anak Anda membantu mengerjakan pekerjaan rumah hal ini akan membuat -- baik Anda maupun anak Anda -- bangga akan pekerjaannya. Tanggung jawab yang baru seperti memilih baju yang akan dipakai dapat membuatnya lebih percaya diri. Pakailah kesempatan ini untuk menggunakan kaos kaki sebagai boneka tangan untuk bermain drama dan menanyakan pertanyaan seperti, "Apa yang membuatmu bahagia atau marah?"

Berjalan-Jalan

Entah Anda berjalan-jalan di sekitar rumah Anda, maupun ke luar kota atau luar negeri, kegiatan ini membantu anak Anda mengenali pencapaian orang-orang dari kebudayaan atau latar belakang yang berbeda. Cobalah menggunakan pernyataan-pernyataan sederhana seperti, "Setiap orang memunyai perasaan sepertimu."

Waktu untuk Bercerita

Saat membaca cerita-cerita bersama, tunjuklah satu karakter yang dapat mengatasi sebuah situasi dengan positif. Tanyakan kepada anak Anda, "Apa yang akan kamu perbuat?" (t/Uly)

Tanggal akses: 1 Juli 2010

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Sumber
Judul Artikel: 
Understanding How Preschoolers Handle Stress

Komentar