Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Membantu Anak yang Gelisah Saat Belajar

Edisi C3I: e-Konsel 244 - Mengenal Anak

Mengajar anak-anak yang masih kecil (terkhusus mereka yang masih berada di bangku TK dan SD), merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari mereka cenderung tidak bisa duduk dengan tenang saat belajar, mendengarkan cerita, atau mengerjakan tugas. Mereka tidak bisa duduk dan ingin terus bergerak. Bagaimana seorang guru menyikapi keadaan ini? Simaklah sesi tanya jawab di bawah ini.

Konseli: Saya memiliki seorang murid, sebut saja A. Ia sering gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang saat saya bercerita. Apa yang harus saya lakukan?

Konselor: Beri dia pilihan untuk duduk di lantai atau mengubah posisi dengan hati-hati, asalkan tidak mengganggu anak-anak di sekitarnya. Biarkan dia bertanggung jawab untuk menghubungkan fakta-fakta atau gagasan utama cerita yang Anda sampaikan.

Konseli: Saya ingin murid-murid saya mengerti konsep yang saya ajarkan. Bagaimana saya mengujinya?

Konselor: Biarkan mereka menjelaskan konsep tersebut kepada Anda (atau orang tua, guru, atau teman sekelas) baik secara verbal atau bentuk tulisan.

Konseli: Saya ingin murid-murid saya mengikuti petunjuk-petunjuk saya.

Konselor: Mintalah mereka mengulangi kembali apa yang mereka dengar untuk memeriksa pengertiannya terhadap petunjuk tersebut.

Konseli: Saya ingin A, tidak mengganggu anak-anak lain di sekitarnya. Bagaimana cara saya mendekatinya?

Konselor: Tantang dia untuk memunculkan cara-cara kreatif dalam bergerak tanpa mengganggu siapa pun. Sebagai contoh, dapatkah ia bercerita dengan bercakap-cakap, mencatat, dan menggerakkan kakinya dengan tenang?

Selamat mempraktikkan, semoga berhasil.

Diambil dan disunting dari:

Judul asli buku : The Way They Learn
Judul buku terjemahan : Cara Mereka Belajar
Judul bab : Perbedaan antara Gaya Belajar dan Ketidakmampuan Belajar
Judul asli artikel : Anak Gelisah; Ia tidak akan Duduk dengan Tenang
Penulis : Cynthia Ulrich Tobias
Penerjemah : Yohanan Kwee Han Tiong
Penerbit : Harvest Publication House, Jakarta 1996
Halaman : 182

Komentar