Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengampuni Karena Telah Diampuni

Edisi C3I: e-Konsel 215 - Pengampunan

Perlakuan yang tidak menyenangkan, cibiran, dan perkataan yang meremehkan dari orang lain sangat tentu tidak mengenakkan. Sebagai makhluk yang memiliki emosi dan perasaan, manusia cenderung menerima segala sesuatu dengan melibatkan emosi dan perasaannya. Perlakuan buruk orang lain, termasuk anggota keluarga, tidak jarang meninggalkan rasa kesal, jengkel, dan akar pahit bagi seseorang.

Apakah kita akan membiarkan rasa sakit hati menggerogoti damai sejahtera dan sukacita kita? Apakah kita rela hidup dalam kesesakan dan penderitaan terus-menerus dengan terus menyimpan kesalahan orang lain? Sebagai orang yang memperoleh anugerah pengampunan Tuhan atas segala dosa, apakah kita hanya mau mendapat pengampunan tanpa mau mengampuni?

Untuk membantu Anda keluar dari keterpurukan rasa sakit hati, kesesakan, dan penderitaan akibat kebencian dan kesalahan orang lain yang mungkin masih Anda simpan, e-Konsel kali ini menghadirkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan pengampunan. Pengampunan sejati yang telah Tuhan Yesus berikan kiranya memampukan kita untuk mengampuni orang lain dengan sungguh-sungguh.

Mari kita terima pengampunan Tuhan dan memberikan pengampunan kita kepada orang yang menyakiti kita. Pastikan damai sejahtera dan sukacita dari Allah Bapa kembali kita rasakan.

Tuhan mengampuni dan memberkati kita.

Staf Redaksi e-Konsel,

Sri Setyawati

http://c3i.sabda.org

http://fb.sabda.org/konsel

Komentar