Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengatasi Rasa Mengasihani Diri Sendiri

Edisi C3I: e-Konsel 216 - Mengasihani Diri Sendiri

Berikut ini adalah empat tip untuk mengatasi rasa mengasihani diri sendiri:

1. Putuskanlah untuk bangkit dan berjalan lagi dengan kekuatan dari Tuhan. (Kisah Para Rasul 3:3-8)

2. Putuskanlah untuk bersukacita. (Kisah Para Rasul 16:22-26)

3. Putuskanlah untuk menyerahkan diri dan situasi Anda kepada Tuhan. (1 Petrus 2:21-23)

4. Putuskanlah untuk berbuat baik terhadap orang lain. (Lukas 10:30-35)

Keputusan-keputusan ini tidak dapat diambil dengan sembrono karena tidak dapat dilakukan dengan kekuatan sendiri. Anda dapat mengambil keputusan tersebut jika Anda bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Jika Anda memutuskan untuk keluar dari rasa kasihan terhadap diri sendiri, ada sukacita yang tidak dapat diambil oleh siapa pun.

Kisah Para Rasul 3:3-8

Kisah Para Rasul 3:3-8 mengisahkan seorang lumpuh yang mengharapkan uang dari Petrus dan Yohanes. Namun Petrus dan Yohanes tidak memberinya uang, melainkan memintanya berdiri dan berjalan. Orang lumpuh itu diberi pilihan, apakah ia mau berdiri dan berjalan atau tidak?

Anda pun dapat memilih untuk tetap mengasihani diri Anda atau bangkit serta berjalan lagi dalam iman dan dengan kuasa Roh Kudus. Bangkitlah, terimalah uluran tangan Tuhan melalui firman Tuhan, yaitu janji-janji penglepasan dan pemulihan. Proses berduka merupakan periode yang normal ketika Anda sedang terluka. Namun ingatlah, ada waktu untuk berhenti berduka. Anda harus bangkit dan berjalan lagi dengan kuasa Tuhan. Berjalanlah dalam iman, berjalanlah dalam pengampunan, dan berjalanlah sambil bersandar penuh kepada Yesus. Atau, Anda dapat memilih untuk terus mengasihani diri sendiri, namun hal itu akan menghalangi sukacita dari Tuhan untuk Anda.

Kisah Para Rasul 16:22-26

Meskipun Paulus dan Silas harus dilempar ke penjara karena melakukan pekerjaan dan perintah Tuhan, mereka tidak meratapi semua itu sambil mengasihani diri mereka. Di dalam penjara, mereka tidak memilih untuk berbaring dan menunggu kematian mereka. Mereka memilih untuk terus berdoa dan menyanyikan puji-pujian bagi Allah. Ya, mereka membuat pilihan untuk bersukacita.

Apakah Anda juga pernah terluka karena kesalahan yang tidak Anda lakukan? Atau ketika Anda berbuat baik, orang lain malah menuding Anda telah berbuat jahat? Apakah saat ini Anda memilih untuk mengurung diri dalam penjara mengasihani diri sendiri karena rasa luka tersebut? Sadarilah bahwa pilihan untuk mengasihani diri sendiri adalah sebuah bentuk perbudakan yang mengerikan. Saya mendorong Anda untuk membuat pilihan untuk bersukacita. Ketika Paulus dan Silas menyanyikan pujian, Alkitab mengatakan bahwa tiba-tiba gempa mengguncang fondasi penjara itu dan semua orang yang terbelenggu pun bebas. Ketika Anda memilih untuk bersukacita, Roh Kudus akan menolong Anda karena hanya Dialah yang dapat memberikan sukacita itu.

1 Petrus 2:21-23

Kalaupun Paulus dan Silas memiliki hak untuk menikmati rasa mengasihani diri sendiri, maka terlebih lagi Tuhan kita Yesus Kristus. Dia, yang tidak berdosa telah dihina, dikutuk, dikhianati, disiksa, dan disalibkan dengan kejam sampai mati. Namun Dia tidak pernah berkata akan membalas semua penderitaan yang telah dialami-Nya. Yesus menyerahkan diri-Nya kepada Bapa yang menghakimi dengan benar. Yesus tidak pernah mengasihani diri-Nya sendiri.

Ketika kita disakiti, pandanglah kepada Yesus yang merupakan teladan hidup. Jangan tinggal diam untuk mengasihani diri sendiri. Jangan pula bersumpah untuk membalas dendam pada musuh Anda. Hal tersebut hanya akan membuat Anda menjadi sama dengan mereka. Serahkanlah diri Anda, rasa sakit Anda, kekecewaan Anda, dan keresahan-keresahan Anda kepada Tuhan yang adalah setia dan bersedia bekerja dalam hidup Anda. Ketika Anda menyerahkan masalah kepada Tuhan, maka Anda telah membawa kepada Tuhan segala sesuatu yang dapat membuat Anda merasa kasihan pada diri sendiri. Itu juga berarti Anda telah menyerahkan hak Anda untuk menjadi pahit, Anda menyerahkan hak untuk membalas dendam, Anda telah mengangkat tangan Anda dan menolak segala bentuk upaya kekuatan diri sendiri. Anda menantikan Roh Kudus dan mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya.

Lukas 10:30-35)

Salah satu cara yang baik untuk melepaskan diri dari perangkap belas kasihan kepada diri sendiri adalah dengan membantu orang lain. Orang Samaria adalah keturunan campuran dan dibenci oleh orang Yahudi. Namun ketika orang Samaria yang murah hati tersebut menemukan orang asing yang terluka di tengah jalan, ia meluangkan waktu, tenaga, bahkan uang untuk menolong orang asing tersebut. Sebagai orang Samaria, mungkin ia sering mengalami pelecehan dan diksriminasi karena warisan dari nenek moyangnya. Mungkin dia juga telah dihina oleh orang Yahudi. Bahkan, mungkin dia juga pernah dipukuli. Jadi, mengapa ia mau repot-repot dengan orang asing ini? Dia sudah cukup menderita. Tetapi, orang Samaria ini tidak melewati orang asing yang malang itu. Dia mendekati orang asing itu dan meletakkannya di atas keledainya. Orang Samaria itu lalu membawa orang asing itu ke penginapan dan memberi petugas penginapan itu uang untuk merawat orang asing tersebut.

Saya percaya, peristiwa ini merupakan saat-saat penting dalam hidup orang Samaria itu untuk memilih tidak mengasihani diri sendiri. Mengapa saya yakin bahwa dia telah memutuskan untuk tidak mengasihani dirinya sendiri? Jika seseorang terus-menerus hidup dalam rasa kasihan terhadap dirinya sendiri, maka mustahil baginya untuk merasakan iba terhadap orang lain. Jika Anda menolong orang lain ketika Anda sedang dalam keadaan terluka dan merasa kasihan pada diri sendiri, maka hal itu akan menguntungkan Anda. Pertolongan yang Anda berikan akan mengalihkan pikiran Anda, rasa sakit Anda, dan rasa kasihan Anda pada diri sendiri. Dengan melakukan hal itu pula, Anda sedang menyerahkan situasi dan masalah Anda sendiri kepada Roh Kudus untuk bergerak bebas dalam hidup Anda.

Ambillah keputusan

Apakah Anda pernah disakiti oleh seseorang? Apakah Anda pernah jatuh ke dalam perangkap rasa kasihan terhadap diri sendiri? Anda berpikir bahwa dengan mengasihani diri sendiri keadaan akan lebih baik? Jika demikian, sekarang waktunya untuk membuat beberapa keputusan. Putuskanlah untuk bangkit dan berjalan lagi; putuskanlah untuk bersukacita; putuskanlah untuk menyerahkan diri dan situasi Anda kepada Tuhan; serta putuskanlah untuk melakukan kebaikan kepada orang lain. Keputusan-keputusan ini tidak dapat diambil dengan sembrono karena tidak dapat dilakukan dengan kekuatan sendiri. Anda dapat mengambil keputusan tersebut jika Anda bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Jika Anda memutuskan untuk keluar dari rasa kasihan terhadap diri sendiri, ada sukacita yang tidak dapat diambil oleh siapa pun. (t/Davida)

Diringkas oleh: Evie Wisnubroto

Tanggal akses: 15 September 2010

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Sumber
Judul Artikel: 
Self Pity

Komentar