Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Meraih Imbalannya

Landasan: 1 Korintus 9:24-27

Yang dikatakan Paulus intinya adalah, "Tidak tahukah kamu, bahwa dari semua peserta lomba lari, hanya satu orang saja yang memperoleh hadiah?" Ia menantang kita untuk lari dalam perlombaan kita agar kita meraih hadiahnya. "Aku bukan sekadar meninju bayangan; aku berlatih untuk meraih kemenangan. Kujadikan tubuhku ini budakku. Kukuasai tubuhku, sehingga setelah aku mengkhotbahkan kemenangan, jangan sampai aku sendiri menjadi pecundang". Paulus mencari Allah agar boleh mendapatkan kuasa-Nya, untuk melaksanakan apa yang Allah kehendaki ia laksanakan dalam kehidupannya. Ia mencari yang tidak kelihatan untuk memperoleh yang tidak dapat binasa, sehingga ia bisa melaksanakan yang mustahil.

Allah menghendaki Anda meraih imbalannya -- mahkota yang tidak fana -- yang juga disediakan-Nya bagi Anda. Itulah imbalan-Nya atas sikap Anda yang giat mencari-Nya dan taat terhadap panggilan-Nya. Itu bukanlah perlombaan yang mudah. Berikut adalah sepuluh langkah untuk membantu Anda bertekun hingga Anda raih imbalan tersebut.

  1. Bekerja keras.
  2. Ketika saya mengatakan bekerja keraslah, mungkin Anda membayangkan meraih gelar, menulis buku, atau menaiki tangga sukses dalam sebuah perusahaan besar. Ada juga yang membayangkan mengadakan kunjungan penjualan, mengelola toko eceran, mengajar sebuah kelas, atau membangun rumah. Tetapi bukan itu yang saya maksudkan. Beberapa tahun yang lalu Charles Jones yang luar biasa mengajari saya bahwa "pekerjaan sejati" adalah belajar untuk tetap bersemangat dalam bekerja. Itu baru kerja keras namanya!

    Mungkin Anda berpikir, "Ya, seandainya saya berbicara dengan orang-orang di seluruh penjuru negara dan bekerja dengan orang-orang yang menarik, serta penting seperti penulis dan atlet profesional, saya pun bisa bersemangat. Atau, seandainya saja saya meraih uang tidak seperti sekarang ini, mungkin saya akan bersemangat. Tetapi seandainya Anda memunyai pekerjaan yang tidak menyenangkan seperti saya, dengan upah yang mengecewakan, Anda tentu tidak akan berbicara seperti itu". Maksud saya adalah bahwa semua pekerjaan itu pasti ada bagian yang mengecewakannya! Kalau Anda tidak kecewa dalam pekerjaan Anda setidaknya sesekali, mungkin itu bukan bekerja namanya!

    Orang tidak membayar mahal untuk melakukan hal-hal yang suka saya lakukan. Saya suka santai, rileks, bersekutu, melewatkan waktu bersama istri saya, mendengar pembicara lain, dan membaca buku yang baik. Tetapi seandainya saya hanya melakukan apa yang saya sukai, saya akan menemukan bahwa hal-hal yang saya suka lakukan itu ternyata tidak benar-benar layak dilakukan!

    E. N. Gray, ketika menjabat sebagai presiden Prudential Life Insurance Company, menulis sebuah cerita pendek berjudul "Faktor Penentu Sukses yang Umum". Dalam cerita pendeknya itu, Gray menulis: "Faktor penentu sukses yang umum adalah begini: Orang sukses itu membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh para pecundang". Mungkin Anda mengatakan, "Apakah mereka sendiri suka melakukannya?" Jawabannya adalah "Tidak!"

    Suatu kali saya pergi ke suatu pertemuan dan mendengar seseorang mengatakan, "Saya suka tantangan". Saya kasihan sekali kepadanya! Sejak dulu saya benci tantangan. Yang saya sukai adalah hasil-hasilnya. Saya demikian menyukai hasil-hasilnya, sehingga saya rela menghadapi tantangan tertentu untuk meraih hasil-hasilnya, tetapi saya kasihan kepada orang-orang yang mencintai tantangan dan tidak meraih hasil-hasilnya. E. N. Gray mengatakan bahwa orang sukses membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan para pecundang, sebab fokus mereka adalah pada sukses mencapai sasaran-sasaran mereka dalam kehidupan. Dr. Hartzell Wilson mengatakan, "Hal-hal yang Anda lakukan walaupun Anda tidak suka melakukannya dapat menentukan siapa Anda ketika sudah terlambat untuk melakukan apa pun tentang itu".

    Orang-orang sukses membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan para pecundang. Mereka melakukannya secara religius. Lalu, saat hari gajian tiba, mereka menyadari bahwa mereka justru melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak suka mereka lakukan. Ada harga yang harus dibayar -- tujuan yang berbeda-beda memunyai harga yang berbeda-beda. Pekerjaan yang mudah tidak besar upahnya, dan pekerjaan yang sesungguhnya adalah bersemangat dalam bekerja, seandainya pun itu bukanlah sesuatu yang suka Anda lakukan.

  3. Belajar menikmati pendakiannya.
  4. Di Amerika sekarang ini sudah marak gejala sukses seketika -- microwave oven dan remote kontrol TV. Orang-orang menyuruh kita membeli kaset atau buku tertentu, maka dalam semalam kita akan sukses. Banyak orang mengklaim reputasi yang mereka ciptakan sendiri dan mengklaim menyandang gelar yang tidak pernah mereka raih. Ada artis cantik yang menyuruh kita membeli peralatan olahraga mutakhir karena "berat badan Anda akan turun 7,5 kilo hanya dengan 15 menit setiap harinya, tiga kali seminggu".

    Nyatanya itu tidak efektif bagi Paman saya, Bill. Ia menjadi demikian besar, sehingga ketika ingin berfoto, kami harus memanggil juru foto khusus. Pada waktu Natal, ia mengenakan jaket olah raga putih dan kami tunjukkan film-film kepadanya. Setelah ia menginjak ekor anjing kami, kami terpaksa mengganti nama anjing kami menjadi "beaver (berang-berang)". Paman Bill tetap saja gemuk. Intinya adalah menikmati pendakiannya -- proses yang harus kita lalui untuk meraih imbalan kita -- dan mengetahui bahwa dalam prosesnya, Allah mengembangkan karakter kita. Bukan sekadar meraih sasaran semata, melainkan belajar menikmati perjalanannya, menikmati pendakiannya, dan memahami bahwa kalau prosesnya benar dan tepat, hasil-hasilnya akan lebih baik daripada seandainya kita mencoba jalan pintas yang setengah matang.

  5. Persiapkan diri demi hari esok.
  6. Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan, "Suatu perjalanan sejauh 1.000 mil harus dimulai dengan satu langkah". Kalau kita berharap mencapai apa pun yang layak dalam kehidupan kita, kita harus mengambil langkah pertamanya itu hari ini. Sesungguhnya, "hari ini" adalah satu-satunya hari ketika Anda benar-benar bisa mulai, karena hari apa pun Anda mulai akan menjadi "hari ini" bagi langkah Anda!

    Tak seorang pun pernah berencana untuk gagal, tetapi saya kenal banyak orang yang gagal membuat rencana! Tanpa merenungkan dan menuliskan rencana-rencana, serta sasaran-sasaran untuk masa depan, peluang mereka kecil untuk meraih impian. Sesungguhnya, orang-orang yang tidak dengan jelas mendefinisikan dan merencanakan sasaran-sasaran, ujung-ujungnya akan bekerja untuk meraih sasaran-sasaran dan impian-impian pemberi kerja mereka! Memang, Anda bisa menemukan pekerjaan sehingga Anda bisa meraih sasaran-sasaran dan impian-impian mereka, sekaligus sasaran-sasaran dan impian-impian Anda, tetapi tidak demikian kalau Anda tidak tahu apa sasaran-sasaran dan impian-impian Anda!

    Bayangkan jika Anda mencoba membangun rumah tanpa cetak biru! Nah, itulah yang diperbuat banyak orang dengan kehidupan mereka, dan ujung-ujungnya mereka tinggal di tempat tinggal yang mengenaskan, kehujanan, dan mengeluh betapa kehidupan ini tidak adil! Janganlah sampai terperangkap tanpa rencana!

  7. Jangan malu minta tolong.
  8. Sering kali dalam kehidupan ini saya perlu mengulurkan tangan dan minta tolong kepada teman-teman saya, untuk memperoleh petunjuk, ide-ide tentang bagaimana caranya bertumbuh, bagaimana caranya menjadi suami yang lebih efektif, atau bagaimana caranya melaksanakan apa yang Allah kehendaki untuk saya laksanakan. Temukanlah sumber-sumber daya yang Anda butuhkan dan dapatkanlah bantuan. Pria cenderung merangkak dan bersembunyi untuk meloloskan diri. Tetapi Allah menyuruh kita mengulurkan tangan dan mencari nasihat yang bijaksana. Kembangkanlah diri Anda. Berbicaralah dengan orang lain. Lakukanlah apa yang harus Anda lakukan untuk membangun kehidupan Anda.

  9. Carilah seorang mentor.
  10. Saya tidak akan bekerja seperti sekarang ini seandainya bukan berkat bimbingan yang saya peroleh dalam kehidupan saya. Saya dibesarkan di Grove City, Pennsylvania, sebuah kota yang demikian kecil. Kami tidak memunyai industri berat. Kami bahkan tidak memunyai kendaraan pemadam kebakaran.
    Di tengah-tengah semuanya itu, Allah mengutus orang-orang seperti Pelatih Dick Bestwick ke dalam kehidupan saya. Dengan situasi rumah tangga yang seperti saya, ia memunyai ketangguhan yang dibutuhkan untuk mengembangkan karakter saya, membimbing saya, dan memberi saya visi untuk melakukan sesuatu dalam kehidupan saya. Lalu, Allah memperkenalkan saya kepada dua orang pelatih rugby lainnya yang sama baiknya, Al Jacks dan Chuck Klausing. Satu lagi pengalaman yang mengubah kehidupan bagi saya adalah berjumpa dan membangun persahabatan dengan pembicara besar, Charles Jones yang luar biasa. Ada juga pendeta-pendeta yang sangat baik dari penjuru negara ini yang membimbing saya, bahkan tanpa sepengetahuan mereka sendiri. Sebagai contoh, mengikuti pertemuan-pertemuan dan menyaksikan pengajaran serta khotbah pendeta-pendeta seperti John Osteen, Rod Parsley, atau R. W. Schambach memungkinkan saya memetik manfaat dari kekayaan hikmat mereka menyangkut firman Allah dan pengetahuan tentang pelayanan.

    Bimbingan itu penting. Ketika saya menekuni bisnis asuransi, saya suka mencari agen-agen yang jauh lebih berpengalaman dan lebih berkembang daripada saya. Saya suka mengikuti mereka seharian dan mengamati mereka, untuk mencari tahu apa yang mereka perbuat agar berhasil. Saya sungguh belajar banyak dari peluang-peluang seperti itu, semuanya benar-benar luar biasa. Bimbingan itu sangat penting.

    Charles Jones suka menyimpan banyak bukunya di garasi saya di Chicago. Saya suka membawa buku-bukunya ke pertemuan-pertemuannya, menyiapkan mejanya, dan saya kira saya hanya bersikap sebagai sahabat dengan mengumpulkan uang serta menjual beberapa buku. Sesungguhnya, Allah menggunakan dia untuk menunjukkan kepada saya teknik-teknik berbicara yang berbeda-beda, bagaimana cara bekerja dengan hadirin, dan bagaimana cara menata ruangan serta meraih sukses dengan mengendalikan lingkungan. Bimbingan akan membantu Anda naik ke tingkat berikutnya.

  11. Jadilah pemimpin.
  12. Mungkin Anda berpikir, "Itu bukan saya, saya tidak memunyai potensi untuk memimpin". Nah, renungkanlah skenario berikut dari Alkitab. Allah mendatangi Yosua dan berkata, "Aku membawa kabar baik dan kabar buruk". Yosua, sebagai pemikir positif, berkata, "Apa kabar buruknya?" Allah berkata, "Ya, sekarang Musa sudah tiada dan kamu akan menjadi pemimpin". Yosua berkata, "Engkau keliru memilih orang. Ingatlah, ini saya lho, Yosua. Saya tidak pernah memimpin apa pun. Ayah saya seorang budak dan kakek saya pun seorang budak. Saya berasal dari latar belakang 400 tahun perbudakan, dan tak seorang pun di antara keluarga kami yang pernah memimpin siapa pun. Sedangkan Musa dibesarkan oleh puteri Firaun, pernah menjadi politikus, dan sejarawan. Ia tampan, seperti Charlton Heston. Belum lagi pengalamannya mengangkat tongkatnya serta membelah Laut Merah. Sekarang Engkau mau aku menggantikannya?"

    Allah menggunakan Musa sebab ia tersedia. Seperti banyak umat kristiani, ketika Allah mendatanginya dan berkata, "Aku memunyai tugas untukmu. Aku mau engkau memimpin anak-anak-Ku ke luar dari penahanan mereka", Musa berusaha mengelak dengan mengingatkan Allah bahwa ia bukanlah pembicara publik. Musa berkata, "Tuhan, Engkau tahu saya ini tidak bisa berbicara baik". Allah berkata, "Jangan khawatir, Aku akan mengutus Harun untuk membantumu. Apakah yang kamu pegang itu?" Musa berkata, "Ini ttttongkat (terbata-bata), Tuhan". Dan Allah berkata, "Sekarang lemparkanlah tongkat tersebut". Dan tentunya, semua orang yang pernah ikut sekolah Minggu tahu bahwa tongkat tersebut berubah menjadi ular. Dan Allah berkata, "Sekarang peganglah ekornya". Dan Musa berkata, "Tuhan, saya tidak pandai berbicara dan sekarang juga kurang bisa mendengar". Tetapi Allah toh menggunakan Musa karena ia tersedia.

    Kalau Anda bisa memilih antara seseorang yang sangat tersedia dengan seseorang yang sangat andal, lebih baik menggunakan yang tersedia, sebab banyak orang andal yang tidak selalu tersedia. Lagipula, Anda bukan menyewa kepalanya, melainkan hatinya. Kalau hatinya benar, kepala mereka ujung-ujungnya akan benar juga. Kalau sikap mereka benar, mereka bisa dikembangkan dan Anda bisa bekerja dengan mereka.

    Allah berkata kepada Yosua, "Musa sudah tiada dan kamu akan menggantikannya sebagai pemimpin". Dan Yosua berkata kepada Allah, "Satu-satunya kabar baik yang bisa Engkau sampaikan kepada saya adalah bahwa Engkau sudah bersiap-siap membangkitkan Musa dari antara orang mati". Yosua tahu bahwa ia harus bangkit dan menghadapi dua juta orang Yahudi yang keras dan berkata, "Halo, saya ini pemimpin baru kalian". Dan orang-orang Yahudi ini memandang Yosua seperti seekor musang melihat sorotan lampu kendaraan dan berkata, "Yosua, kamu bisa apa? Bisakah kamu membelah air dengan tongkat?"

    Yosua berkata, "Saya mohon, Allah, mengapa Engkau tidak membangkitkan Musa dari antara orang mati?" Tetapi Allah berkata, "Tidak, kabar baiknya adalah bahwa segala yang kamu lihat diperbuat Musa - semuanya itu bukan perbuatannya sendiri. Akulah yang menyertainya. Aku berkarya melalui dia. Aku berdayakan dia dan Aku menyertai dia. Dan Aku pun akan menyertaimu. Sesungguhnya, Yosua, kamu tidak akan sekadar bangkit dan melihat ke Tanah Perjanjian itu, kamu akan menguasainya dan berjalan di dalamnya. Bangkitlah dan ikutilah programnya. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan membiarkanmu. Aku akan memberdayakanmu dan Aku akan menyertaimu!"

    Intinya adalah bahwa semua orang memunyai kemampuan memimpin. Semua orang bisa memimpin dalam sesuatu, seandainya pun itu hanyalah dalam bersikap baik. Dr. Victor Frankel dipenjara di kamp tawanan Nazi selama Perang Dunia II. Mereka membunuh keluarganya dan anak-anaknya, dan mereka membakar naskah-naskahnya tentang terapi logo. Tetapi ia berkata, "Saya masih bisa memimpin dalam sesuatu. Saya tidak bisa menentukan kapan saya akan dipukuli, tetapi saya bisa mengambil keputusan untuk memunyai sikap yang baik. Saya tidak bisa menentukan kapan saya akan ditendang, tetapi saya bisa menentukan arah yang akan saya tuju setelah ditendang".

    Penulis buku "Man's Search for Meaning" ini mulai berjalan mengelilingi kamp tahanan tersebut dan membantu tahanan-tahanan lainnya bertahan. Ia mengatakan, "Hari ini hari Senin lho. Jangan mati pada hari Senin. Tidak baik mati pada hari Senin". Hari Selasa ia akan mengatakan, "Jangan mati pada hari Selasa, bertahanlah sampai Rabu". Dan sementara ia berusaha mendorong yang lainnya untuk bertahan, ia temukan maksud bagi kehidupannya sendiri dan keberadaannya sendiri. Semua orang bisa mengambil keputusan untuk memimpin.

  13. Kenalilah karunia Anda.
  14. Semua orang memunyai karunia. Mungkin ada yang mengatakan, "Tahun ini saya akan mencatat kelemahan-kelemahan saya dan menguatkannya". Jangan. Kalau Anda fokus pada kelemahan-kelemahan Anda, Anda akan menjadi semakin lemah dalam kelemahan Anda. Anda mengatakan, "Kalau bukan mengembangkan kelemahan-kelemahan saya, lalu apa yang harus saya perbuat?" Identifikasikanlah karunia atau bakat Anda. Kenalilah gaya kepribadian Anda. Apakah Anda seorang pendorong, ekspresif, mudah bersahabat, atau analitis? Kenalilah siapa Anda. Kenalilah apa saja karunia Anda dan promosikanlah bakat Anda, lalu rekrutlah orang-orang yang kuat untuk mengimbangi kelemahan. Berilah diri Anda peluang untuk beroperasi dalam karunia Anda sesering mungkin.

    Dalam buku saya, "Winning 101", telah saya katakan, "Jangan pernah berupaya mengajari babi bernyanyi! Itu membuang waktu Anda dan menjengkelkan sang babi". Intinya adalah, kenalilah apa yang seharusnya Anda perbuat menurut panggilan Anda. Pahamilah apa saja yang "ya" dalam kehidupan Anda. Kenalilah maksud Anda. Apakah takdir Anda? Apakah visi Anda?

    Begitu Anda mengenalinya, penuhilah apa yang seharusnya Anda perbuat menurut panggilan Anda. Anda tidak mungkin menjadi segalanya bagi semua orang, dan tidak ada gunanya membuang-buang waktu melelahkan diri dengan berbagai sasaran, visi, dan impian. Rasul Paulus mengatakan, Inilah yang kuperbuat. Ia tidaklah mengatakan, "Kelima belas atau dua puluh hal inilah yang saya perbuat". Kenalilah karunia Anda dan beroperasilah di dalamnya.

  15. Tetapkan prioritas Anda.
  16. Seseorang perlu memahami bahwa hanya ada 24 jam dalam satu hari, 168 jam satu minggu, dan 8.760 jam setahun. Orang yang lebih banyak prestasinya adalah orang yang menetapkan prioritas dan mengambil keputusan untuk merencanakan. Para ahli manajemen waktu mengatakan bahwa untuk setiap jam merencanakan, Anda menghemat empat jam. Kalau kita tidak menggunakan akal kita, mau tidak mau kita harus menggunakan kaki kita. Sesungguhnya, ada perbedaan antara sasaran-sasaran, prioritas-prioritas, dengan tekad Tahun Baru. Seseorang yang membuat rencana memunyai arah dan fokus yang lebih jelas, serta perlindungan yang lebih besar ketimbang orang yang tidak memunyai fokus atau arah dan ingin datang mencuri waktu Anda.

    Pada tahun 1980-an, salah seorang teman sekaligus klien saya dalam bisnis asuransi, Walter Payton, yang sekarang menjadi anggota Hall of Fame dari Liga Rugby Nasional, dan yang dijuluki Soldier's Field adalah "si manis", pemuda yang manis. Ia memang pemuda yang menyenangkan, pemuda kaya yang menyenangkan berkat tabungan-tabungan dan investasi-investasi yang telah dilakukannya. Tetapi ia juga seseorang yang paling kompetitif yang pernah saya jumpai seumur hidup saya.

    Suatu hari saya bertanya kepada Walter, "Dalam Liga Rugby Nasional, kalau rata-rata orang bermain kurang dari 4 tahun, mengapa Anda bisa bertahan selama 13 tahun?" Katanya, "Tim Chicago Bears menyarankan saya berlatih pada suatu tingkatan, tetapi saya mengambil keputusan untuk berlatih di tingkatan tertinggi berikutnya. Saya tidak membiarkan orang-orang besar yang cukup besar untuk melahap jerami dan cukup bodoh untuk menabrak tubuh saya -- Anda tentu tahu, orang-orang yang bobotnya 150 kilo itu? Saya buat mereka membayar untuk menjatuhkan saya. Dan sementara rekor saya mulai terungkap, saya mengambil keputusan untuk mencetak rekor yang akan sulit dipecahkan orang. Saya mengambil keputusan untuk menjadi yang sebaik mungkin".

    Maka Walter berlatih ketika yang lain bermain-main, dan bangkit kembali ketika yang lain tergeletak menyerah. Ia tahu apa syaratnya untuk menjadi pemain yang paling cepat larinya, dan ia kesampingkan hal-hal lainnya. Seperti kata Goethe, "Segalanya yang paling penting itu hendaknya tidak pernah tergantung kepada segala yang paling tidak penting". Kalau Anda ingin menjadi yang terbaik, Anda harus mengembangkan prioritas.

  17. Lupakan kesalahan Anda pada masa lalu.
  18. Berikut nasihat yang baik dari teman saya, Mike Murdock: "Allah tidak pernah mempelajari masa lalu Anda untuk menentukan masa depan Anda". Tak ada masa depan dalam masa lalu Anda. Anda ingat apa yang dikatakan rasul Paulus? "... Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14)

    Anda tidak mungkin membatalkan telur yang telah matang, tetapi Allah bisa mengubah telur orak-arik itu menjadi telur dadar yang nikmat. Tidak ada gunanya Anda menengok ke belakang, kecuali Anda memang mau ke sana. Anda perlu mengarahkan pandangan ke depan. Saya memunyai teman dari sekolah menengah yang suka bernostalgia dengan zaman keemasan mereka di lapangan rugby sekolah menengah dan tidak pernah mencapai apa pun yang melampaui prestasi mereka ketika itu. Saya juga memunyai teman yang dikira pecundang ketika sekolah menengah, tetapi ternyata sekarang menjadi usahawan yang sukses. Jangan terpuruk dengan masa lalu Anda. Yang terbaik masih belum datang.

  19. Jangan menyerah.
  20. Setiap kali Anda mengambil keputusan untuk naik ke tingkat berikutnya, selalu akan datang saatnya ketika Anda merasa ingin menyerah. Itu normal dan alami. Itu bukannya antirohani. Karena tekanan-tekanan, bencana-bencana, dan tantangan-tantangan kehidupan, selalu akan ada masanya, ketika seseorang ingin menyerah. Tetapi hanya karena Anda ingin menyerah tidaklah berarti bahwa Anda harus menyerah.

    Sekarang ini saya sesekali bisa menikmati perasaan ingin menyerah, sebab saya tahu saya tidak akan menyerah. Pikiran tersebut telah menjadi lain artinya, dan ketika kita menyangka kita sudah mentok, sering kali ternyata kita malah baru mulai. Bertahanlah, berjuanglah, dan majulah terus.

    Ketika Anda telah sampai ke ujung tambang Anda, buatlah simpul dan berpeganganlah. Ketika iblis menemukan Anda ternyata tak dapat dibuatnya lari, bahwa Anda tidak akan menyerah walaupun dihadapkan dengan kesusahan, maka ia akan pindah kepada orang lain setelah ia lihat Anda tidak mau bergeming. Jadi, janganlah menyerah! Rebutlah imbalan Anda. Itu memang disediakan untuk Anda. Yesus telah melunasinya. Terpulang kepada Anda untuk mengulurkan tangan serta meraihnya.

Anda Lebih daripada Seorang Penakluk!

"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita...." (Roma 8:37-39)

Yesus mati agar kita bisa hidup. Yesus menanggung penyakit kita agar kita bisa sehat. Yesus menjadi miskin agar kita bisa kaya. Kita telah dijadikan lebih daripada yang menang melalui Tuhan Yesus Kristus. Sudah mengagumkan seandainya Alkitab mengatakan bahwa kita ini hanyalah pemenang, tetapi tidak, Alkitab menjelaskan bahwa kita telah dijadikan lebih daripada pemenang.

Tibalah Saatnya untuk Menguasai Negeri itu!

Siapkah Anda menguasai negeri Anda, visi Anda? Inilah saatnya Anda menjadi lebih daripada yang menang -- yaitu berpartisipasi dalam sukacita hidup serta menerima kekayaan yang telah dimenangkan oleh Yesus bagi Anda di kayu salib.

Percaya memang kata yang hebat, tetapi itulah kunci menuju masa depan Anda. Kata "percaya" ditemukan 134 kali dalam Alkitab, 107 kali dalam Perjanjian Lama dan 27 kali dalam Perjanjian Baru. Setidaknya 40 persen dari ayat-ayat tersebut membicarakan tentang manfaat atau imbalan yang kita raih dengan percaya kepada Allah.

Maukah Anda percaya kepada-Nya?

Inilah yang akan Anda peroleh: Warisan berupa tanah perjanjian Anda, kekuatan yang langgeng, keamanan, warisan mereka-mereka yang takut akan nama-Nya, perlindungan, keselamatan, kemuliaan, sukacita, pertolongan, kelepasan, kasih, kemakmuran dan kekayaan sejati, kemurahan penuh kasih, pengharapan, tidak adanya kekacauan, perisai pelindung, penebusan, dan air hidup. Itulah beberapa berkat serta manfaat yang akan Anda peroleh.

Maukah Anda percaya kepada segala yang telah dijanjikan-Nya dan mengklaimnya? Seberapa besarkah nilai dari berkat-berkat serta manfaat-manfaat seperti itu bagi Anda? Harga yang mahal selalu melekat kepada sesuatu yang sangat bernilai. Segala hal yang mudah diperoleh atau tanpa biaya itu kecil nilainya dan sering kali tidak dihargai. Maukah Anda membayar harganya untuk meraih manfaat-manfaat seperti itu?

Langkah Pertamalah yang Paling Berat

Anda siap terjun bebas sekarang ini. Bayangkanlah diri Anda berdiri di pintu sebuah pesawat dengan parasut di punggung Anda. Anda belum pernah terjun payung sebelumnya, dan sang pilot baru mengumumkan bahwa mesin pesawatnya terbakar. Pilihannya sudah jelas. Entah Anda melompat dan memercayakan keamanan Anda kepada parasutnya, atau Anda mati. Dalam kehidupan nyata, entah Anda percaya kepada kasih dan janji-janji Allah Anda serta hidup, atau Anda percaya kepada iblis serta kebohongan-kebohongannya dan mati. Demikian sederhana, hitam putih.

Kalau Anda tidak percaya kepada Allah, Anda percaya kepada siapa? Satu-satunya alternatif lainnya adalah percaya kepada sesama manusia yang mungkin tidak lebih cerdas daripada Anda sendiri, atau iblis. Anda tidak bisa memercayai perkataan sesama Anda atau harta benda duniawi. Tidak ada jalan tengah. Entah hidup atau mati!

Inilah saatnya Anda mengambil keputusan! Saya tantang Anda untuk memilih kehidupan, agar Anda dengan keluarga Anda boleh hidup. Hiduplah dalam integritas firman Allah dan kenyataan tentang penebusan-Nya, maka sebentar lagi Anda akan menyambut hari-hari, hubungan-hubungan, dan karier yang paling hebat dalam kehidupan Anda! Beranikanlah diri untuk meraih sukses!

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Sumber
Halaman: 
161 -- 189
Judul Buku: 
Berani Meraih Sukses (Dare to Succeed)
Pengarang: 
Van Crouch (Penerjemah: Drs. Arvin Saputra)
Penerbit: 
Gospel Press, Batam

semua berkat pergi ke Anda orang besar

Membaca artikel Gillis Britney tentang kastor mantra yaitu dr ebiekuma, saya akan mengatakan yang terbaik yang pernah terjadi pada saya tahun ini didasarkan pada kenyataan bahwa saya punya masalah banyak yang saya mencoba untuk lebih come.I memiliki masalah di rumah yang mempengaruhi saya bekerja sangat. Saya tidak selalu dalam kebakaran lintas dengan boss.I saya benar-benar tidak ingin menceritakan kisah di sini jadi saya kira saya hanya akan pergi langsung ke titik pada apa yang saya harus say.My istri ingin saya keluar dari pernikahan kami tanpa hanya reason.We menikah selama empat tahun dan saya pikir kami senang meskipun kami tidak punya anak, itu idenya tidak memiliki cos dia tidak siap untuk menjadi seorang ibu belum dan saya baik-baik saja dengan itu saya berarti saya didn 't seperti ide tapi aku pergi bersama dengan itu hanya untuk menyenangkan her.It selalu seperti itu maksud saya dia selalu mendapatkan ini apa yang dia wants.All saya inginkan adalah untuk melihat dia bahagia saya tidak pernah bisa melakukan apa pun yang akan membuat dia begitu bahagia. ini semua saya lakukan salah yaitu membuat dia memiliki cara sepanjang waktu. Maksudku itu alasan dia menyerah selama terapi kami session.She ingin keluar dari pernikahan cos aku terlalu bagus. Dari apa yang dia katakan, saya adalah tipe orang yang pernah wanita akan mati untuk tetapi dia ingin seorang pria nyata untuk menegakkan kehendak-Nya makna nya aku lemah seorang pria untuk her.And itu sedikit dari sesi terapi kami memiliki cos seperti katanya kita di mana menyia-nyiakan hidup kita bersama-sama dan tidak ada jumlah terapi akan mendapatkan kita kembali together.I adalah pemikiran berantakan total bagaimana saya sedang dibuang berdasarkan berapa banyak saya mencintai istri saya dan seberapa baik saya memperlakukan dia, saya benar-benar tidak tahu apakah dia tidak tahu berterima kasih atau hanya bingung tentang apa yang ingin dia yang krisis paruh baya tapi intinya adalah bahwa ia meninggalkan aku dan siapa tahu mungkin untuk man.I lain masih cinta padanya, dia adalah cinta hidup saya dan saya masih ingin dia datang kembali itu ketika saya melihat artikel Eva-Yolanda pada dr ebiekuma, ketika saya menghubungi dia membuat saya tahu bahwa saya akan harus melalui semua mantra casting process.Like katanya paling orang cos terlalu takut kepercayaan issues.I memiliki masalah kepercayaan, tapi mendapatkan istri saya kembali adalah motif tersembunyi saya dan dari pengalaman saya dengan dr ebiekuma saya dapat memberitahu Anda dia adalah 100% benar dan jujur ​​dengan customer.I nya diminta untuk beberapa materi untuk mempersiapkan mantra dan setelah itu dia mengirimkan sebuah paket berisi mantra dan sisanya hanya terjadi dengan cara itu rasa terjadi saya mendapat istri saya kembali dan dia adalah istri saya kembali lagi saya berarti dia tidak wanita yang ingin orang yang keras dia adalah seorang wanita saya jatuh cinta dengan yang mencintaiku cos saya me.If Anda ingin bantuan atau jatuh ia dapat membantu menghubungi dia dengan nya drebiekuma@gmail.com alamat email .... sekali lagi alamat email-nya adalah: drebiekuma@gmail.com. di sini juga whatsapp nomor pribadinya 2348168782773. Terima kasih

Komentar