Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Orang Kristen Harus Membuat Perencanaan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Perencanaan adalah langkah untuk menetapkan lebih dahulu seperangkat kegiatan demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah alasan orang Kristen harus membuat perencanaan:

a. Sebab orang Kristen harus hidup teratur (1 Korintus 14:33; Efesus 5:1; 1 Korintus 14:40). Perencanaan menghasilkan "keteraturan" yang dimaksudkan.

b. Sebab Kristus mengutamakan perencanaan. Tuhan Yesus menggunakan dua buah ilustrasi untuk menegaskan bagaimana seseorang dapat menjadi "murid"-Nya dan melakukan sesuatu atas dasar yang benar-benar kuat. (Lukas 14:28-32; Matius 7:24-27).

c. Sebab orang Kristen harus melangkah secara teratur untuk mencapai tujuannya, bukan sekadar "memadamkan api kebakaran". Artinya, dia harus mampu menyelesaikan masalah demi masalah yang urgen silih berganti. (1 Korintus 9:24-26).

d. Sebab kita memunyai teladan yang sangat jelas bagaimana Allah memberkati pelayanan dengan perencanaan yang baik dalam hidup Rasul Paulus. 1) Tujuan Paulus: Kisah Para Rasul 18:9; Roma 15:18-24; 1 Tesalonika 2:1-20. 2) Strategi Paulus: Kisah Para Rasul 16:4-11. 3) Tindakan Paulus: Kisah Para Rasul 13-28.

e. Sebab bagian-bagian lainnya dalam Alkitab, demikian pula teladan tokoh-tokoh penginjilan, menunjukkan betapa pentingnya perencanaan. Perhatikan beberapa contoh di kitab Nehemia 1-6, Amsal 14:8, 24:3-4; 29:18, dan kehidupan dan pelayanan Wesley, Moody, Bill Bright, Billy Graham, dll..

Klasifikasi Perencanaan

Dilihat dari sudut lingkup, sasaran, dan kerangka waktunya, perencanaan dibagi menjadi dua tataran, yaitu perencanaan strategis dan perencanaan taktis.

Dalam menyusun perencanaan strategis kita perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Berdoa berdasarkan firman Tuhan.

2. Identifikasi faktor-faktor internal yang memunyai pengaruh terhadap pelayanan.

3. Identifikasi faktor-faktor eksternal yang turut berpengaruh terhadap pelayanan.

4. Adakan analisis S-W-O-T (strength-weakness-opportunity-threat), melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman/kendala yang mungkin akan kita hadapi dalam pelayanan.

5. Tetapkan pokok-pokok strategi. Kalau dipilah-pilah, sebenarnya hasil identifikasi itu mencakup faktor-faktor positif dan negatif. Faktor-faktor positif harus dimanfaatkan, sedangkan faktor-faktor negatif harus ditanggulangi secara kreatif.

Dalam menyusun perencanaan taktis operasional kita perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

- Teruslah berdoa berdasarkan janji-janji firman Tuhan yang telah direnungkan dan dipelajari dalam rangka mempersiapkan perencanaan strategis. Mungkin juga ada bagian firman Tuhan lainnya yang "paralel" dan bersifat memberikan penegasan terhadap firman Tuhan terdahulu. Dalam praktik, firman Tuhan dan doa dapat menolong para perencana untuk kreatif; bahkan dalam beberapa kasus dapat juga mengatasi 'deadlock' (jalan buntu, Red) yang terkadang muncul.

- Tetapkan sasaran-sasaran iman (faith goals, Red). Penetapan sasaran iman menjawab pertanyaan "Apakah yang akan terwujud jikalau rencana kerja dapat dilakukan dengan motivasi yang baik dan benar?" Sasaran yang dirumuskan secara jelas dan sederhana sangat bermanfaat dalam proses pelaksanaan kegiatan pelayanan.

- Susunlah program

- Tetapkan jadwal

- Susunlah anggaran

Pertimbangan-Pertimbangan Lebih Lanjut Mengenai Perencanaan

Ada beberapa hal lagi yang perlu dipertimbangkan dalam mengadakan perencanaan:

a. Agar kemuliaan Allah dinyatakan, buatlah rencana yang melampaui kemampuan Anda sendiri.

1 Korintus 10:31: Lakukan bagi kemuliaan Tuhan. Ini mungkin, kalau Allah "dilibatkan". (Ingat: Firman Tuhan dan Doa).

Hakim-hakim 7: Teladan Gideon. Tuhan lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.

Nehemia 6:16: Seperti Nehemia, kita harus sadar bahwa suatu rencana dapat terlaksana hanya karena pertolongan Tuhan.

Agar Anda yakin bahwa rencana Anda memuliakan Tuhan, hendaklah Anda merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini:

1) Apakah Tuhan yang menaruh rencana ini dalam hatiku?

2) Apakah saya percaya pada Tuhan dalam rencana ini?

3) Apakah saya percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan, hal-hal besar dapat dicapai?

4) Apakah saya siap sedia untuk sungguh-sungguh taat kepada Tuhan dalam rencana ini?

Dalam hubungan ini, ingatlah pesan berikut, "Expect great things from God and attempt great things for God." (Berharaplah hal-hal yang besar dari Allah dan rencanakan hal-hal besar bagi Allah, Red. Disampaikan oleh William Carrey, dalam khotbahnya pada tahun 1792, berdasarkan Yesaya 54:2-3).

b. Bersedialah untuk mengadakan perubahan dalam rencana Anda. Hal-hal yang patut dipertimbangkan:

1) Bandingkan rencana dengan hasil aktual!

2) Mungkinkah ada tantangan atau peluang?

3) Perhatikan, kalau-kalau ada perkembangan baru yang memengaruhi rencana Anda!

c. Bagaimana jika sumber-sumber kebutuhan tidak cukup tersedia?

1) Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan karena ia menyediakan kebutuhan yang nyata dan sungguh-sungguh perlu.

2) Periksa kembali, apakah memang sumber-sumber sudah sungguh-sungguh dimanfaatkan secara maksimal.

3) Kalau sumber-sumber terbatas, lakukan penyesuaian pada rencana dan jadwal.

4) Ubahlah rencana Anda, jika Anda yakin bahwa perubahan tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan.

d. Belajarlah memercayai orang lain dalam proses perencanaan. Dalam menyusun rencana kerja, janganlah segan-segan meminta jasa baik orang atau orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang ini. Sampaikan kepadanya gagasan-gagasan Anda dan mintalah ia menyusun kerangkanya. Mintalah juga bantuan orang-orang di bawah Anda untuk memperkaya gagasan Anda.

e. Bagaimana menggunakan rencana?

1) Rencana dapat dipakai agar Anda dan orang-orang yang Anda pimpin terus terarah pada tujuan.

2) Rencana dapat dipakai untuk membagikan visi Anda kepada orang lain.

f. Bagaimana mengusahakan agar orang-orang yang Anda pimpin membuat perencanaan untuk tugas-tugas mereka?

1) Hendaklah Anda menjadi teladan.

2) Minta mereka membuat rencana untuk tugas-tugas mereka. Tetapkan tenggat waktu untuk tugas ini.

3) Bantulah mereka untuk menyusun rencana. Sediakan kerangka rencana.

4) Jangan lupa untuk menilai rencana tersebut.

5) Pakailah rencana mereka sebagai bahan diskusi.

g. Sebagai pemimpin, hendaknya Anda sendiri menerapkan "Manajemen Pribadi" (Personal Management, Red).

Diringkas dari:

Judul buku : Manajemen Pelayanan
Judul artikel : Mengapa Orang Kristen Harus Membuat Perencanaan?
Penulis : Agus B. Lay
Penerbit : Penerbit ANDI, Yogyakarta 2006
Halaman : 11 -- 23

Komentar