Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pemuda dan Karier

Edisi C3I: e-Konsel 217 - Masalah-Masalah Pemuda Kristen

Pencarian dan Penentuan Karier

Tahapan Perkembangan Karier menurut Donald Super

  1. Kristalisasi (usia 14 -- 18): pilihan masih samar namun mulai memikirkan beberapa kemungkinan.
  2. Spesifikasi (usia 18 -- 21): beranjak dari beberapa alternatif yang bersifat umum ke satu pilihan tertentu, namun semua masih dalam bentuk pertimbangan, belum berupa tindakan konkret.
  3. Implementasi (usia 18 -- 25): mengambil keputusan untuk menempuh jalur karier tertentu, menindaklanjuti keputusan dengan langkah-langkah konkret.
  4. Stabilisasi (usia 21 -- 30): membangun konsep diri yang sesuai dengan pilihan karier, mulai menancapkan akar pada karier tersebut, masa pemantapan.
  5. Konsolidasi (usia 30 -- 45): mengembangkan karier dan menjadi bagian dari karier itu.

Kesimpulan

  1. Masa keraguan penuh dengan tantangan dan kesempatan. Jika berhasil, inilah saatnya kita membangun kepercayaan dan jati diri yang sesungguhnya. Sebaliknya, bila gagal, kita mengalami frustrasi dan kehilangan kepercayaan diri, jati diri pun tidak jelas.

  2. Masa pertumbuhan iman dihadapkan dengan pilihan untuk melibatkan atau tidak melibatkan Tuhan dalam proses pencarian dan pemantapan karier. Jika berhasil, inilah saatnya kita mematangkan iman, kita bertumbuh dari iman Sinterklas ke iman Salib. Bila gagal, kita apatis, iman tidak bertumbuh, mengaitkan pemeliharaan Tuhan hanya dengan berkat kasat mata.

Amsal 3:5-6, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Diambil dan disunting dari:

Nama situs: TELAGA.org
Judul transkrip: Pemuda dan Karier (TELAGA No. T143A)
Alamat url: http://www.telaga.org/audio/pemuda_dan_karier

Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat e-mail, silakan kirim surat ke: < konsel(at)sabda.org >

Sumber
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset No. T143A (e-Konsel Edisi 217)

Komentar