Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pergunakanlah Waktu yang Ada

"Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat," dia membaca, kemudian pengkhotbah itu menutup Alkitab dan mulai menasihatkan kami agar memakai waktu yang ada untuk menyebarkan Injil. "Waktunya sangat singkat," katanya.

Memang benar -- hanya tinggal sedikit waktu saja. Hidup ini singkat, berapa pun lamanya kita hidup, Yesus akan segera datang kembali! Karena itu, sebagai orang Kristen yang bertanggung jawab, kita hendaknya membuat setiap saat berarti bagi Dia. Tetapi di sinilah masalahnya. Apakah yang dimaksud dengan "mempergunakan waktu yang ada" dan "membuat setiap saat berarti"? Apakah ini berarti bahwa orang Kristen tidak pernah boleh santai, bermain, berpesta, membaca, atau bersekutu? Tekanan waktu ini amat nyata dan tidak dapat dengan mudah dihilangkan. Inilah beberapa prinsip alkitabiah untuk dipertimbangkan.

  1. Keadaan Mendesak

    Hidup kita adalah seperti "uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (Yakobus 4:14). Kita benar-benar tidak memunyai banyak waktu untuk hidup bagi Kristus. Dan hidup ini singkat saja bagi mereka yang tidak mengenal Kristus. Keadaannya mendesak bagi tugas kita sebagai pemberita Kabar Baik Allah bahwa: orang-orang yang mati tanpa Kristus akan masuk neraka. Mereka tidak akan mendengar tentang Kristus jika kita tidak memberi tahu mereka (Roma 10:14). Kita harus menggunakan setiap kesempatan yang Allah berikan untuk memberitakan Injil Kristus.

  2. Kasih

    Hidup orang Kristen harus ditandai oleh kasih. Paulus berkata bahwa kasih merupakan karunia terbesar (1 Korintus 13:13), dan Yohanes menyuruh kita saling mengasihi (1 Yohanes 3:11). Kasih merupakan bukti bahwa Kristus ada di dalam hidup kita (Yohanes 13:35), kasih yang memotivasi pelayanan kepada orang lain tanpa mementingkan diri sendiri (Matius 25:34-40), dan merupakan jembatan untuk menyampaikan Injil secara efektif (Yakobus 2:14-18). Segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk penginjilan, harus diliputi oleh kasih.

  3. Penatalayanan

    Seorang penatalayan adalah orang yang ditugaskan mengurus sesuatu yang menjadi kepunyaan orang lain. Orang Kristen disebut penatalayan sebab mereka memunyai tanggung jawab untuk mengurus segala sesuatu yang Allah sudah berikan kepada mereka (Matius 25:14-30). Ini termasuk bakat, kemampuan, karunia, harta benda, hubungan-hubungan, uang, dan waktu. Segala sesuatu yang kita lakukan sebagai orang Kristen harus memuliakan Tuhan (Kolose 3:17). Penatalayanan juga melibatkan tubuh kita. Kita harus menjaga "bait suci" ini (1 Korintus 6:19) agar kita dapat melayani Dia. Tentu kita tidak bisa menyebarkan Injil dengan baik apabila kita sakit atau secara fisik tak berfungsi karena pelalaian atau penyalahgunaan terhadap tubuh kita. Tidur, istirahat, gerak badan, makanan, santai, dan tertawa merupakan unsur positif dalam pemeliharaan tubuh yang baik.

  4. Prioritas

    Alkitab menjelaskan bahwa fokus utama hidup kita seharusnya adalah "Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya" (Matius 6:33). Karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan hendaknya ditempatkan sesudah prioritas nomor satu ini. Dan Alkitab menjelaskan bahwa kita adalah manusia yang utuh, bukan hanya "roh" atau "manusia fisik". Iman kita harus diterapkan pada setiap aspek hidup kita: fisik, sosial, mental, dan rohani. Ini termasuk akal budi kita (Roma 12:1, 2), hubungan kita (Filipi 2:4; 1 Tesalonika 4:9), dan tubuh kita (1 Korintus 6:19). Yesus memberikan teladan yang sempurna: Dia "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia" (Lukas 2:52).

Perluaslah segi pandangan Saudara dan pikirkan tentang hidup Saudara sebagai keseluruhan (bukan hanya sesaat atau setahun). Sekarang selami dan hayati prinsip-prinsip Alkitab ini. Apakah Saudara sedang menyia-nyiakan waktu yang berharga? Tugas Saudara mendesak. Apakah Saudara membagi-bagi iman Saudara? Allah menginginkan keseluruhan hidup Saudara. Apakah Saudara menyalahgunakan atau menyelewengkan apa yang Allah percayakan kepada Saudara? Kembangkan akal budi Saudara, tubuh Saudara dan hubungan-hubungan Saudara. Apakah Saudara diliputi kegelisahan dan tekanan? Bersantailah, beristirahatlah, dan bermainlah.

Dalam konteks yang lebih lengkap, ayat kita tentang "pergunakanlah waktu yang ada" berbunyi, "Karena itu perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan" (Efesus 5:15-17).

Amin.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Pola Hidup Kristen
Penulis artikel : Howard Hendricks
Penerjemah : Tidak dicantumkan
Penerbit : Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, YAKIN, 2002
Halaman : 968--970

Komentar