Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pesan Membangun Sangat Bermanfaat

Pesan membangun adalah pesan yang menyampaikan sesuatu yang baik kepada anak tentang dirinya. Pesan positif ini tidak meningkatkan nilai anak; dia tidak ternilai dalam pandangan mata Tuhan. Pesan membangun tersebut meningkatkan nilai anak Anda dalam pandangannya sendiri, sehingga membuka kemungkinan untuk belajar, bertumbuh, menjadi dewasa, dan mandiri.

Kita perlu membangun anak-anak kita setiap hari. Komentar yang spontan dan tanpa dipikirkan lebih dulu, maupun pernyataan yang direncanakan dan langsung, sama efektifnya. Membangun berarti memberikan lebih banyak penegasan daripada pembetulan. Coba perhatikanlah selama beberapa hari, pada sisi manakah pesan Anda berpengaruh pada anak Anda. Apabila Anda berusaha untuk menyampaikan pesan yang membangun setiap hari, maka itu akan menjadi tanggapan yang spontan. Dengan membangun, menunjukkan bahwa Anda percaya akan kemampuan anak Anda untuk belajar, beruabah, dan bertumbuh. Dengan membangun, menunjukkan bahwa Anda menyadari gambaran macam apakah yang Anda inginkan untuk dimiliki anak Anda tentang dirinya sendiri. Pikiran Anda seperti sebuah komputer. Setiap pesan yang Anda sampaikan kepadanya akan disimpan dalam kelompok data: meremehkan atau membangun. Kelompok data yang paling banyak akan memengaruhi bagaimana anak Anda memandang dan menilai dirinya. Apabila pesan yang membangun biasa terjadi, maka anak Anda tidak akan terpaku karena menjadi korban kesalahan.

Pesan yang membangun berdasarkan pada kasih yang tidak bersyarat, yang harus diusahakan, terutama jika Anda berasal dari keluarga yang terbiasa meremehkan dan bukan berasal dari keluarga yang membangun. Anda dapat mengandalkan Yesus Kristus untuk mengisi kekosongan dalam hidup Anda dengan kehadiran-Nya dan menolong Anda belajar untuk mengasihi tanpa syarat, sebagaimana Dia mengasihi kita.

Marilah kita memperhatikan dua jenis pesan membangun yang akan membantu mengembangkan anak-anak yang sehat dan disiplin. Jenis yang pertama adalah pesan yang meneguhkan dan memuji karena kelakuan baik dan pilihan yang benar anak-anak Anda. Jenis yang kedua adalah pesan yang membangun untuk memperbaiki kelakuan yang buruk dan pilihan yang keliru.

Menekankan yang Positif

Bagi kebanyakan orang tua, lebih mudah meneguhkan kelakuan yang positif daripada harus menghadapi kelakuan yang negatif dengan cara yang positif. Akan tetapi, kita harus selalu mengingatkan diri kita untuk menyampaikan peneguhan dan pujian yang membangun. Sebagai contoh:

  • Kamu memperlakukan teman-temanmu dengan baik sekali.
  • Kamu sangat terampil menggunakan peralatan.
  • Terima kasih karena hari ini kamu telah mengerjakan tugas-tugasmu dengan baik.
  • Tugas-tugas sekolahmu banyak kemajuan.
  • Aku senang dengan cara kamu membersihkan kamarmu. Terima kasih.
  • Kamu adalah orang yang sangat berarti bagiku.
  • Aku bersyukur bahwa kamu adalah anakku.
  • Aku mengasihi karena kamu memang pantas dikasihi. Kamu tidak perlu berusaha untuk itu.
  • Kamu membuat hidupku lebih lengkap dengan menjadi dirimu.
  • Aku gembira bahwa aku memilikimu. Kamu mengajarkan kepadaku begitu banyak hal tentang kehidupan.

Peneguhan seperti itu menyebabkan anak sadar dan berkata, "Ibu dan Ayah benar-benar mengasihi saya." Mereka menganggap saya adalah orang yang patut dikasihi. Kebutuhan saya penting bagi mereka. Mereka ingin membantu saya menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan dan menyelesaikannya. Apa yang terjasi pada saya sangat penting bagi mereka. Mereka percaya bahwa saya dapat berpikir sendiri dan membuat keputusan yang tepat."

Ketika Anda menyampaikan pesan yang membangun, pastikan bahwa penilaian Anda berkaitan dengan kelakuan anak, bukan pribadinya. Misalnya, seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan mendekati TV di ruang keluarga. Karena terpesona oleh tombol yang mengkilap, dia mengulurkan tangan untuk memegangnya. Ibunya berkata, "Jangan memegangnya, Joshua. Ingat, Ibu telah mengatakan bahwa kamu boleh melihat TV tetapi tidak boleh memegangnya. Barang-barang seperti inilah yang boleh kamu pegang." Si ibu berkata demikian sambil menggoncangkan sekotak mainan. Joshua berdiri di depan TV sebentar, sambil bergumul melawan keinginannya. Kemudian dia berbalik mendekati mainan.

Apakah yang akan Anda katakan untuk meneguhkan Joshua? Sebagian besar di antara kita akan mengatakan, "Engkau adalah anak yang baik, Joshua!" Namun, jika dia ternyata memegang TV sehingga bertentangan dengan keinginan ibunya, maka yang akan dikatakan adalah, "Engkau adalah anak yang tidak baik, Joshua!" Tetapi, pernyataan-pernyataan seperti itu merupakan suatu penilaian terhadap Joshua. Dengan segera dia akan mengetahui bahwa kadang-kadang dia baik dan kadang-kadang tidak baik, dan pernyataan seperti itu membingungkan pandangannya terhadap dirinya. Sebaiknya, ibu Joshua berkata, "Pilihan yang baik, Joshua!" Ibunya ingin agar anaknya belajar bahwa dia mampu membuat pilihan yang baik, yang menyebabkan dia diteguhkan. Dia juga bisa membuat pilihan yang buruk, yang menyebabkan dia dikoreksi. Tetai, Joshua selalu dianggap dan dibangun sebagai anak laki-laki yang baik. Perbedaan yang tidak kentara namun penting ini dapat menimbulkan suatu perbedaan dalam pandangan anak tentang dirinya.

Mengatasi yang Negatif

Apabila anak-anak kita membuat pilihan yang keliru atau berkelakuan buruk, mereka perlu diperbaiki. Tetapi, karena kita mau menekankan untuk membangun mereka, pesan untuk memperbaiki itu harus disampaikan dengan cara yang positif dan menegaskan. Kita tidak memperbaiki anak-anak kita dengan maksud agar mereka dapat mengetahui cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah beberapa contoh tentang pernyataan untuk memperbaiki yang membangun:

  1. Ini adalah suatu cara yang dapat kamu lakukan yang mungkin lebih kamu sukai.
  2. Sepertinya sukar bagi kamu untuk menerima pujian. Mungkin kamu perlu lebih banyak latihan untuk terbiasa menerimanya, dan aku perlu lebih banyak latihan untuk terbiasa memberikannya.
  3. Aku tidak yakin bahwa kamu mendengarkan apa yang telah kukatakan.
  4. Beritahukan kepadaku apa yang telah kamu dengar, dan aku akan mengulangi apa yang telah kukatakan jika itu berbeda dengan yang kamu dengar.
  5. Perhatikanlah bantuan dan perhatian yang kuberikan kepadamu saat ini.
  6. Kamu tidak dapat melakukan itu lagi, tetapi kamu dapat melakukan ini.
  7. Kamu membuat pilihan yang keliru, tetapi aku punya gagasan yang baik yang mungkin dapat kamu pertimbangkan.
  8. Kamu tidak memperhatkan. Pasti ada sesuatu yang kamu pikirkan, karena biasanya kamu memperhatikan dan berpikir dengan baik. Aku ingin tahu apakah yang sedang kamu pikirkan itu.

Apabila Anda harus mengatakan kepada anak Anda untuk "berhenti", pastikan bahwa Anda juga mengatakan apa yang sebaiknya dilakukan anak Anda. Jika Anda tidak menambahkan saran yang positif, perbaikan Anda akan dilihat sebagai kecaman yang negatif. Kecaman yang negatif akan menghentikan anak Anda dari kegiatan yang menyakitkan atau merugikan, namun juga akan gagal membangun disiplin dan percaya diri dalam bidang tertentu.

Sampaikan pesan Anda untuk mengoreksi dengan nada suara yang menyatakan perhatian dan kasih. Nada suara kita memunyai pengaruh lima kali lebih kuat daripada kata-kata kita. Juga, sampaikan pesan itu dengan sentuhan yang penuh kasih pada tangan atau bahu atau dengan pelukan. Sikap Anda akan menyampaikan kasih dan perhatian Anda meskipun dalam konfrontasi yang tidak menyenangkan.

Ketika Anda belajar untuk membangun anak-anak Anda melalui pesan positif lewat perkataan maupun sikap dan tindakan, anak-anak Anda akan merasa aman, dikasihi, dan dibantu. Agar dapat menjadi sangat efektif, pesan Anda yang membangun harus disampaikan secara bebas dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari setiap anak. Setiap komentar harus sesuai dengan keadaan anak dan latar belakangnya; jangan berlebihana atau tidak tepat.

Apakah akibatnya? Usaha Anda yang membangun akan mendorong kedewasaan dan kemandirian anak Anda dengan membantunya berpikir dan berbuat bagi dirinya sendiri. Ketika Anda membangun anak-anak Anda melalui masa kanak-kanak dan remaja hingga dewasa, Anda akan memperoleh kepuasaan karena menyadari bahwa Anda telah membantu mereka untuk mengasihi diri mereka sendiri.

Diambil dari:

Judul asli buku : The Power of A Parent's Words
Judul buku : Menjadi Orang Tua yang Bijaksana
Penulis : H. Norman Wright
Penerjemah : Christine Sujana
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta 1996
Halaman : 153 -- 159

Komentar