Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pribadi Egois

Salah satu pribadi yang sukar untuk menyatu dengan lingkungan adalah pribadi yang egois. Berikut ini akan dipaparkan ciri pribadi seperti itu, dan langkah untuk mengubahnya.

Ciri-Ciri Pribadi yang Egois:

a. Hanya dapat melihat dari sudut pandangnya sendiri, tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain. Apalagi merasakan apa yang orang lain rasakan. Jadi, tidak mudah untuk berdiskusi dengannya karena ia akan berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya.

b. Hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Jadi, apa yang dikerjakannya selalu untuk kepentingannya pribadi, bukan murni untuk kepentingan orang lain. Ia tidak mengenal makna pengorbanan dan ketulusan; semua hal diperhitungkan berdasarkan untung ruginya.

Dampak Pribadi Egois:

1. Lingkungan sulit menerimanya karena tidak ada usaha dari dirinya untuk menyesuaikan diri. Untuk menghindari konflik, pada umumnya lingkungan akan membatasi diri untuk berelasi dengan orang seperti ini sehingga ia terpaksa hidup dalam kesendirian. Malangnya, makin terkucil, ia makin menganggap bahwa lingkunganlah yang salah. Pada akhirnya, orang yang egois hidup dalam kesendirian.

2. Lingkungan pun sulit untuk memercayainya sebab lingkungan menilai ia tidak tulus. Semua yang dikerjakannya cenderung dinilai memunyai maksud tersembunyi di belakangnya. Pada akhirnya, relasinya dengan sesama terhambat dan makin hari makin sedikit orang yang bersedia berelasi dengannya. Kalaupun berelasi, relasi yang terjalin merupakan relasi timbal balik, tanpa ketulusan dan pengorbanan.

Penyebab:

a. Sebagian pribadi egois berasal dari latar belakang keluarga yang terlalu memanjakan sehingga apa pun yang diminta selalu diberikan.

b. Sebagian pribadi egois berasal dari latar belakang hampa kasih sayang sehingga ia tidak pernah belajar mengasihi. Ia menjadi hemat mengasihi dan berkorban karena ia tidak pernah mengenal kasih sayang.

Langkah Menuju Perubahan:

1. Pribadi yang egois mesti menerima fakta bahwa ia egois; jangan lagi berkilah dan menyalahkan orang. Ia mesti melihat hal ini sebagai dosa keangkuhan bukan hanya karakteristik kepribadian yang unik. Pertobatan berawal dari pengakuan. "Tinggi hati mendahului kehancuran tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan." (Amsal 18:12)

2. Lihatlah apa yang dibutuhkan orang dan cobalah penuhi, tanpa pamrih. Pribadi egois tidak memunyai teman karena tidak memikirkan orang lain. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17)

3. Hiduplah berdasarkan prinsip: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Matius 22:38) dan "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Matius 7:12)

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : TELAGA.org
Alamat URL : http://telaga.org/audio/pribadi_egois
Judul transkrip : Pribadi Egois (T190A)
Penulis : Pdt. Dr. Paul Gunadi
Tanggal akses : 13 Januari 2011

Komentar