Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Stop Press

Edisi C3I: e-Konsel 084 - Homoseksual

Oleh-oleh dari KAMP BINA KELUARGA 2005 --------------------------------------

Berikut ini adalah oleh-oleh berkat yang disampaikan oleh Yulia ketika mengikuti "KAMP BINA KELUARGA 2005" yang diadakan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen, pada 11-13 Maret 2005 di Berlian Cottage, Tretes, Malang. ----------------------------------------------------------------

Saya sekeluarga (suami dan anak) mendapat kesempatan yang sangat menyenangkan mengikuti kamp keluarga, yang bertemakan, "Aku Cinta Keluargaku". Selain suasananya yang penuh kekeluargaan (ada sekitar 35-40 keluarga), pembicara dan materi-materi yang dibahas juga banyak memberi berkat.

Secara khusus saya mendapat berkat dari acara KKR yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi, Ph.D., yang mengambil tema yang sama dengan tema kamp ini, yaitu "Aku Cinta Keluargaku." Dalam pembahasannya disinggung tentang rencana Allah bagi keluarga. Sebagai orang Kristen, membangun dan memiliki keluarga yang bertanggung jawab tidaklah cukup, bahkan bukan itu tujuannya. Membangun keluarga yang saling mengasihi, sebagaimana Kristus mengasihi Jemaat-Nya adalah tujuan Allah. Ketika Allah meminta kita untuk saling mengasihi, hal itu bukanlah sekadar himbauan, tapi perintah yang harus ditaati. Apabila kita mengasihi keluarga kita, maka kita akan peduli dan peka terhadap kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Di dalam kasih akan ada rasa sukacita ketika berkumpul bersama dan ada kelimpahan yang dapat kita bagikan kepada orang-orang lain yang ada di luar hubungan keluarga kita. Keluarga yang penuh kasih adalah keluarga yang memuliakan Tuhan.

Namun demikian, kita sering lupa bahwa keluarga yang penuh kasih tidak terjadi secara otomatis. Dengan berjalannya waktu kehangatan kasih dalam keluarga sering secara perlahan-lahan menjadi luntur dan hilang. Bagaimana mempertahankannya? Ada beberapa tips yang diberikan: 1. Jadilah orang yang layak dikasihi, jangan mau menang sendiri, jangan saling menghina, dan berhentilah saling menyakiti. Banyak ayat Alkitab yang menolong kita untuk bisa hidup sebagai orang yang dapat dikasihi. 2. Fokuskan perhatian bukan pada hal-hal yang `minus` tapi yang `plus`. Setiap orang memiliki kelemahan, namun semua orang sedang dalam proses penyucian untuk menjadi sempurna. 3. Jangan mengasihi ketika semuanya sudah sempurna. Mulailah dengan mengasihi apa yang ada, bukan yang tidak ada. Jika Anda tidak dapat mengasihi pasangan Anda karena dia sering lupa dengan hari ulang tahun Anda maka kasihilah dia karena dia selalu ingat menjemput dan menemani Anda berbelanja.

Masih banyak berkat yang kami dapatkan, khususnya anak saya yang senang sekali bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai tempat dan setiap hari selalu ada acara-acara menarik yang dibawakan oleh guru-guru Joyful Kids. Terima kasih untuk semuanya.

Komentar