Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Tiga Cara untuk Melihat Allah dalam Penderitaan Anda

Horatio Spafford tidak mengetahuinya, tetapi ia akan menghadapi penderitaan yang luar biasa. Ia merencanakan liburan keluarga ke Eropa pada musim gugur 1873, tetapi urusan bisnis yang penting mencegahnya untuk bepergian bersama keluarganya. Berniat untuk bergabung dengan keluarganya setelah menyelesaikan urusan dalam bisnisnya, ia mengirim istrinya, Anna, dan empat putri mereka terlebih dahulu. Dalam perjalanan keluarganya, kapal mereka bertabrakan dengan kapal lain. Meskipun Anna selamat, empat anak perempuan mereka tenggelam.

Terinspirasi oleh peristiwa tragis ini, Spafford menulis sebuah puisi, kata-kata yang akan menjadi lirik itu adalah "It is Well With My Soul" (NKB 195 -- Kendati Hidupku Tent'ram -Red.). Mengetahui cerita di balik lagu pujian tersebut akan mengungkapkan cahaya yang sepenuhnya baru pada baris "saat duka seperti pemecah laut bergulung."

Ketika Anda menghadapi cobaan, apakah Anda cenderung untuk menyanyi, "Hal itu juga, itu adalah baik untuk jiwaku," atau apakah Anda merasa sulit untuk menyanyi sama sekali? Apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan iman yang kokoh ketika hidup tidak lain tampak sebagai pergeseran pasir belaka? Bagaimana Anda dapat tumbuh melalui penderitaan, ketimbang hanya melewati penderitaan?

Rasul Paulus, dalam Roma pasal 8, memberitahu kita bahwa cara untuk menghadapi penderitaan adalah dengan menjaga mata Anda pada kemuliaan.

Tuhan memiliki tujuan mulia untuk penderitaan Anda

Jadi sering ketika kita menghadapi kesulitan yang luar biasa kita meminta Tuhan, "Mengapa?" Kita bertanya-tanya apakah kita hanya menjadi pion dalam pertandingan catur melawan iblis. Namun, Paulus mengingatkan kita bahwa Allah memiliki tujuan untuk penderitaan kita: kemuliaan kekal. Dia mengatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah, "jika kita menderita dengan dia supaya kita juga dipermuliakan dengan dia" (Rom.8:17). Dan jangan sampai kita bertanya-tanya apakah kemuliaan tersebut layak, Paulus menambahkan, "Karena aku menganggap bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita" (Rom.8:18).

Allah memiliki sesuatu dalam rencana-Nya untuk Anda yang begitu besar dan begitu menakjubkan, sehingga ketika hari itu datang Anda akan mengatakan bahwa kesulitan itu berharga. Mungkin sulit untuk membayangkan sekarang, tetapi ayat-ayat ini mengajarkan bahwa beban dan masalah yang begitu berat terjadi pada diri Anda sekarang akan tampak sebagai cahaya dalam cara Tuhan mengungkapkan kemuliaan kekal untuk Anda.

Allah bekerja dalam segala sesuatu, termasuk penderitaan Anda, untuk kebaikan

Tidak hanya Tuhan memiliki hal-hal besar dalam rencana-Nya untuk kita di masa depan, tetapi Ia juga bekerja sekarang melalui penderitaan kita untuk kebaikan kita. "Karena kita tahu, bahwa bagi mereka yang mengasihi Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Rom. 8:28). KitA tidak mempunyai alasan untuk takut bahwa percobaan kita akan membawa kita kepada kematian, karena Tuhan memiliki cara kerja untuk berbagai situasi dalam persepektif kekekalan. Seperti kata Yusuf kepada saudara-saudaranya yang menjual dia sebagai budak, "kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan."(Kej. 50:20).

Apa yang baik yang Tuhan inginkan bagi kita? Meskipun Tuhan tidak berjanji bahwa keadaan kita akan menjadi lebih baik, Ia berjanji bahwa keadaan kita akan menjadikan kita lebih baik, sehingga kita menjadi "serupa dengan gambaran Anak-Nya" (Rom.8:29). Pencobaan adalah cara yang Tuhan pakai agar kita lebih menyerupai Kristus.

Adalah umum untuk mencoba untuk belajar sesuatu dari percobaan kita. Sementara belajar adalah penting, Allah bermaksud jauh lebih dari sekedar mengajarkan kita pelajaran. Dia ingin membuat kita menyerupai Juru Selamat kita dalam sikap, keinginan, tindakan, pikiran, dan kata-kata kita.

Allah memberdayakan Anda untuk kemenangan, bahkan di tengah-tengah penderitaan

Bagaimana jika percobaan Anda terjadi seumur hidup? Bagaimana jika godaan Anda tidak akan pernah pergi? Bagaimana jika tidak ada cahaya di ujung terowongan? Apakah setiap pemikiran akan kemenangan adalah sia-sia? (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity.com
Alamat URL : http://www.christianity.com/christian-life/spiritual-growth/3-ways-to-see-god-in-your-suffering.html
Judul artikel : 3 Ways to See God in Your Suffering
Penulis artikel : Eric McKiddie
Tanggal akses : 3 Desember 2015

Komentar