Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Tip-Tip Alkitabiah tentang Anugerah bagi Pertumbuhan Iman Kristen Konseli

Pujian dan Penyembahan

Panggilan yang jujur tetapi sangat agung, "Mari kita menyembah Allah", kemungkinan merupakan sebuah bentuk pertolongan yang paling kurang dimanfaatkan dalam membantu orang-orang yang mengalami gangguan jiwa meskipun Alkitab sangat jelas mengungkapkan manfaat penyembahan bagi kesehatan jiwa kita. Kitab Mazmur memberikan bukti yang mengesankan bahwa datang ke rumah Tuhan mendatangkan keajaiban untuk mengubah gangguan jiwa menjadi mental yang stabil (Mazmur 42:5). Sebagai contoh, kitab Daniel mengingatkan kita bahwa Raja Nebukadnezar, setidaknya, menderita gangguan jiwa karena kesombongannya yang luar biasa sampai-sampai tidak menghormati kemuliaan Allah (Daniel 4:28-33). Apa obatnya? Raja itu bersaksi (Mazmur 4:34), "Kepada pemimpin pujian: Dengan kecapi. Nyanyian Daud. Dengarkanlah aku ketika aku berseru, ya Allah kebenaranku. Engkau memberi kelegaan dalam kesesakanku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku." Ini bukan episode terpisah karena Asaf dalam Mazmur 73:16-17 bersaksi, "Aku berusaha untuk mengerti semua ini, tetapi terlalu sulit bagiku. Sampai aku datang ke tempat kudus Allah, lalu aku mengerti kesudahan mereka." Bagaimana hal itu menekannya? Ia menjawab dalam Mazmur 73:21-22, "Ketika hatiku merasa pahit, dan batinku menusuk-nusuk rasanya. Aku begitu bodoh dan tidak peduli. Aku seperti binatang berada di dekat-Mu." Penyembuhan untuk tekanan mental ini adalah datang ke Rumah Tuhan untuk belajar dari Allah (Mazmur 73:23-28).

Meskipun tidak ada studi kasus modern yang pernah tercatat, yang menunjukkan tentang efek penyembahan kepada Allah yang menyembuhkan (Mazmur 92:8, Mazmur 99:5) pada seseorang yang menderita masalah kejiwaan; Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa menjauhkan diri dari berhala (1 Yohanes 5:21) dan mendekat (Yakobus 4:7-9) kepada Allah sejati yang esa sangat bermanfaat bagi pikiran dan keadaan manusia (Yakobus 4:2,10). Jay Adams menangkap kebenaran ini dengan baik ketika ia menulis: "Dalam konseling, penting bagi kita untuk menjelaskan dan menekankan kekaguman. Konseli pada umumnya berorientasi kepada solusi untuk masalah-masalah mereka, dan mereka cenderung melupakan Dia yang memberikan solusi. Pemusatan pada diri sendiri adalah salah satu penyebab masalah-masalah umum yang digarisbawahi konseli ... Ketika semangat kekaguman bertumbuh, kemampuan konseli untuk menangani hidup dengan sikap yang benar pun ikut bertumbuh.

Seseorang tidak dapat menikmati waktu dengan kekaguman yang penuh kasih akan Allah tanpa mengalami banyaknya akibat baik yang menyertai kekaguman. Kekaguman akan Allah kita yang luar biasa adalah penawar bagi semua kesendirian, sikap apatis, dan kesombongan.

Penginjilan

Roma 1:16 mengatakan dengan cara terbaik bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Konseling alkitabiah meremehkan proses [penyelamatan - Red.] ketika konseling melupakan bahwa tugas utamanya adalah untuk memberitakan Injil dan bahwa tidak satu pun yang dapat tercapai tanpa Kristus. Jika tidak ada penyampaian Injil, berakhirlah kisah kuasa Allah dalam kehidupan manusia. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Maka dari itu, sebagai konselor alkitabiah kita harus melakukannya.

Persekutuan Jemaat

Suatu persekutuan akan terbentuk ketika jemaat berkumpul bersama dalam Tuhan yang telah bangkit, yang di dalamnya kesembuhan yang paling berkuasa dapat terjadi demi kemuliaan Allah dan kebaikan semua orang. Jemaat Kristen dapat membantu orang-orang yang bermasalah dengan menyambut mereka dalam persekutuan jemaat, menyediakan kelompok pendukung yang berbasis Alkitab, dan mengajarkan kepada orang-orang bahwa meminum obat mereka bukan hanya praktik hidup sehat, tetapi juga alat bantu alkitabiah (2 Raja-Raja 20:7; Amsal 31:6-7; 1 Timotius 4:8; 1 Timotius 5:23; Lukas 10:34). Jemaat Kristen lokal dapat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan konseli dengan "mengatakan kebenaran dalam kasih" yang menguatkan (Efesus 4:15).

Khotbah Ekspositoris

Tidak ada yang dapat menggantikan cara untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik dan watak spiritual yang kuat bagi orang Kristen selain tunduk pada pengajaran ekspositoris firman Tuhan secara rutin. Sebagaimana pendapat John Calvin, "Allah telah menentukan firman-Nya sebagai alat yang melaluinya Yesus Kristus, dengan seluruh anugerah-Nya, diberikan kepada kita."

Merenungkan Firman Tuhan

Konselor alkitabiah harus yakin dengan kuasa mutlak firman Tuhan (Yesaya 55:10-11) dalam memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia -- bahkan bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental atau yang lebih buruk (Markus 5:15). Buku "The Healthy Christian Life" (Kehidupan Kristen yang Sehat) dari Klinik Minirth-Meier, membuat poin bahwa "Salah satu alat terampuh yang tersedia untuk membantu memelihara hidup Kristen yang sehat adalah ayat hafalan Kitab Suci, khususnya jika dikombinasikan dengan perenungan Kitab Suci." Ada studi penelitian yang menyatakan bahwa keterlibatan kita dengan Alkitab yang semakin mendalam akan menuntun kita menuju kesehatan mental yang lebih baik. Dalam buku tersebut, para konselor Kristen profesional menggunakan ayat-ayat Alkitab bagi orang-orang yang menderita: gangguan skizofrenia, gangguan paranoid, gangguan disosiatif, kepribadian narsis, dan sosiopat. Bahkan, bab terakhir dari buku mereka menyebutkan tentang penanganan mental, gangguan emosional, dan tingkah laku. Pada bagian tersebut mereka menyajikan studi Alkitab yang secara khusus dirancang bagi orang-orang yang menderita gangguan mental. Para konselor klinis mengembangkan studi Alkitab semacam ini karena mereka telah memahami betapa ampuh perikop-perikop Alkitab yang khusus ini menyembuhkan pengalaman masa lalu para konseli, yaitu orang-orang yang menderita masalah mental.

Fakta bahwa perenungan Alkitab dapat membantu mereka yang mengalami gangguan mental tidak mengejutkan para konselor alkitabiah karena kami sudah memahami janji-janji luar biasa yang terkandung dalam Mazmur 19 dan Mazmur 119. Sebagai contoh, konselor alkitabiah Wayne Mack telah membantu orang-orang yang mengalami gangguan mental untuk memiliki pemikiran yang berpusat kepada Allah daripada berpusat kepada manusia saat ia berkata, "Menolong orang untuk mengembangkan konsep yang benar tentang Allah dan keberpusatan sejati kepada Allah dalam hidup mereka sangatlah penting." Bahkan, membantu orang-orang untuk memiliki perspektif yang benar tentang Allah dan evaluasi yang benar terhadap diri mereka sendiri sangat penting bagi kesehatan mental yang baik. Dalam Roma 12:3 Paulus menggunakan permainan kata-kata untuk menunjukkan betapa penting memiliki pola pikir berdasarkan iman yang benar bagi orang Kristen. Seorang profesor Yunani yang terkenal, A.T. Robertson menafsirkan ayat ini dengan kata-kata berikut, "Keangkuhan diri di sini diperlakukan sebagai satu jenis kegilaan." Jacob Firet, profesor Teologi Praktis di Free University of Amsterdam mengungkapkan pernyataan yang sangat menguatkan, "Firman Tuhan bukan sekadar getaran di udara: firman Tuhan merasuk ke dalam sebuah situasi dan menciptakan sesuatu yang baru (Yeremia 23:29) ... Ketika seseorang mendengar Firman dan mendapatkan pemahaman yang baru, bagaimanapun membingungkannya, orang tersebut tidak lagi sama dengan sebelumnya .... Firman Tuhan memiliki kuasa untuk menjelaskan, yang melaluinya muncullah pemahaman; dan kuasa untuk memengaruhi, yang olehnya perbedaan terjadi."

Sakramen Alkitab

Roh Kudus merancang pembaptisan untuk mengadopsi orang yang percaya kepada Kristus ke dalam keluarga Allah. Setelah Anda masuk ke dalam keluarga Kristen, Anda berhak atas seluruh kepenuhan Kristus dan semua kekayaan-Nya (Kolose 2:2-3, 9-10). Salah satu kekayaan tersebut adalah Perjamuan Tuhan (Perjamuan suci, Perjamuan Kudus, Memecahkan Roti), yang menyatakan kematian Tuhan di kayu salib sampai Ia datang dengan kuasa dan kemuliaan (1 Korintus 11:23-26). Meskipun begitu, sampai kedatangan-Nya yang kedua kali perjamuan suci yang diselenggarakan oleh Anak Allah ini mengingatkan kita untuk merasakan dan melihat bahwa Tuhan itu baik -- menguatkan kita untuk mengatasi setiap pergumulan di atas bumi ini.

Berdayakan Pelayanan bagi Kemuliaan Allah

Dr. Jay Adams, berdasarkan Yakobus 1:25, menegaskan dan membenarkan pernyataan ini, "Berkat muncul dalam proses pengerjaan, bukan sebelumnya. Itu berarti bahwa seorang konseli tidak diizinkan membela diri, 'Saya akan melakukan apa yang Allah kehendaki jika Dia memberikan saya kebijaksanaan dan kekuatan.' Sebaliknya, ia harus melakukan seperti yang dikatakan Alkitab dan memercayai Allah yang menyediakan apa yang diperlukan kapan pun Ia mau." Kebenaran ini telah ditunjukkan berkali-kali dalam pengalaman konseling saya. Jika seorang konseli menyutujui sikap pasif terhadap pemuridan mereka, hasilnya akan sangat kurang; tetapi ketika mereka menerapkan prinsip-prinsip Alkitab maka kuasa Allah dinyatakan dalam hidup mereka.

Teologi Protestan Reformed

Kecukupan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus, untuk menyembuhkan saat ini, sebagaimana diuraikan oleh Teologi Protestan Reformed, sama menakjubkannya dengan pada waktu Perjanjian Baru. Roh Kristus melalui firman Allah masih mengubah bentuk pemikiran yang penuh dosa menjadi gambaran sang Pencipta. Dalam Matius 4:23-24 kita membaca: "Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka."

Seorang Puritan, Matthew Henry, menguraikan kata-kata dengan pengamatan surgawi terhadap seluruh kecukupan Yesus Tuhan kita:
"Ke mana pun Kristus pergi, Ia menegaskan misi Ilahi-Nya dengan mukjizat, yang merupakan lambang kuasa doktrin-Nya yang menyembuhkan, dan pengaruh Roh Kudus yang menyertainya. Sekarang kita tidak menemukan kuasa penyembuhan yang ajaib dari Juru Selamat di dalam tubuh kita, tetapi jika kita disembuhkan oleh obat-obatan, pujian sesungguhnya adalah milik-Nya. Ada tiga kata yang umum digunakan di sini. Ia menyembuhkan semua sakit-penyakit; tidak satu pun yang terlalu buruk, tidak satu pun yang terlalu sulit bagi Kristus untuk menyembuhkan dengan firman-Nya. Tiga penyakit disebutkan: kelumpuhan -- kelemahan terbesar dari tubuh, kegilaan -- penyakit pikiran yang paling berat, dan kerasukan setan -- penderitaan dan kesengsaraan yang terbesar dari dua lainnya. Namun, Kristus menyembuhkan semua. Dengan demikian, menyembuhkan penyakit jasmani menunjukkan bahwa tugas-Nya yang besar ke dalam dunia adalah untuk menyembuhkan penyakit rohani. Dosa adalah penyakit, penderitaan, dan kesengsaraan bagi jiwa: Kristus datang untuk mengangkat dosa, dan juga untuk menyembuhkan jiwa."

Barangkali, bagian yang paling mengesankan dari Teologi Protestan Reformed dalam menyembuhkan orang-orang dengan kecukupan Kristus yang melegakan adalah presentasi John Calvin tentang tiga jabatan rangkap Kristus (Nabi, Imam, dan Raja). Sebagaimana yang dijelaskan Kim Riddlebarger dalam esainya, "The Triple Cure: Jesus Christ -- Our Prophet, Priest, and King" (Penyembuhan Rangkap Tiga: Yesus Kristus -- Nabi, Imam dan Raja Kita).

Berikutnya, para teolog Reformed, seperti Francis Turretin, memperkenalkan tiga jabatan rangkap Tuhan kita sebagai solusi yang terungkap secara ilahi untuk tiga rangkap penyakit: ketidakpedulian, rasa bersalah, dan pencemaran yang dijelaskan di atas. Kristus, sebagai nabi, imam, dan raja, yang menawarkan penyembuhan rangkap tiga untuk penyakit fatal kita. Turretin menetapkan tiga jabatan rangkap sebagai penyembuh bagi dosa manusia sebagai berikut ... Tiga kali lipat penderitaan manusia diperkenalkan melalui dosa -- ketidakpedulian, rasa bersalah, dan kelaliman, dan perbudakan dosa -- memerlukan keterkaitan dengan tiga jabatan rangkap Tuhan. Ketidakpedulian disembuhkan dengan kenabian; rasa bersalah dengan keimaman; kelaliman dan kebusukan dengan jabatan kerajaan. Cahaya kenabian menyerakkan kegelapan kesesatan; kebaikan keimaman mengangkat rasa bersalah dan mengadakan rekonsiliasi bagi kita; kuasa raja menghapuskan perbudakan dosa dan kematian. Sang Nabi memperlihatkan Allah kepada kita, sang Imam menuntun kita kepada Allah; serta sang Raja mempersatukan kita dan memuliakan kita dengan Allah. Sang Nabi menerangi pikiran dengan Roh yang menerangi; sang Imam dengan Roh penghiburan menenteramkan hati dan perasaan; sang Raja dengan Roh pengudusan menundukkan kasih sayang yang memberontak.

Riddlebarger menegaskan bahwa konsep Turretin "secara efektif menangkap tujuan data alkitabiah mengenai pribadi dan pekerjaan Kristus untuk menyelamatkan kita dari konsekuensi dosa yang mengerikan." Memang, konsep itu juga menangkap harapan dalam hati mereka dengan tingkah laku berdosa yang mengalahkan diri, yang menemukan Juru Selamat mereka dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Riddlebarger mengungkapkan dengan baik esensi dari teologi Reformed: "Seperti yang disebutkan Calvin, tiga jabatan rangkap Kristus tentu saja adalah salah satu cara terbaik untuk menjelaskan pekerjaan penebusan Tuhan kita, yang sesuai rencana mengatasi ketidakpedulian, rasa bersalah, dan kerusakan kita, dan bahkan sekarang ini memberi kita pencerahan, penebusan, dan harapan." Oleh karena itu, jemaat Kristen yang bertindak dari sudut pandang teologi Reformed diperlengkapi dengan firman Tuhan yang sempurna untuk melangkah menuju pelayanan konseling alkitabiah yang berpusat pada Kristus bagi orang-orang yang ada dalam jemaat dan komunitas mereka. Yesus, sang Nabi yang Mahakuasa, dapat berbicara kepada semua orang yang mencari Tabib Ajaib untuk membantu mereka dalam kesulitan mereka (Ibrani 4:14-16). Kasih setia Kristus, sang Imam Besar Agung, mampu menyelesaikan masalah rasa bersalah dalam siapa pun, tidak peduli apa diagnosa DSM-IV-TR mereka. Tidak ada satu pun yang menekan kita di bumi ini -- bahkan masalah mental -- yang berada di luar jangkauan kuasa Yesus, Raja yang mulia untuk ditaklukkan sekarang dan selamanya. Teologi Reformed mengajarkan bahwa segala sesuatu ada di bawah kekuasaan dan kontrol sang Mahakuasa, Tuhan semesta langit dan bumi. Dengan mengetahui hal ini dan hidup dengan kebenaran ini di dalam hati kita adalah kunci nyata untuk kemenangan yang diberikan Kitab Suci kepada kita. Tidak ada satu dan seorang pun yang berada di luar jangkauan rencana Allah yang Mahakuasa. Kuasa kesembuhan dari Allah yang berdaulat sungguh luar biasa; bahkan, hingga menyentuh mereka yang lemah pikiran -- seperti kita (Roma 8:5-11). Soli Deo Gloria. (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Reformed Biblical Coaching
Alamat URL : http://reformedbiblicalcoaching.wordpress.com/2011/12/29/
biblical-gospel-tips-of-grace-for-counselees-christian-growth/
Judul asli artikel : Biblical Gospel Tips of Grace for Counselees Christian Growth
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 11 November 2013

Komentar