Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tuhan Sudah Bangkit

Edisi C3I: edisi 359 - Kebangkitan Kristus yang Menyelamatkan

Diringkas oleh: S. Setyawati

Bacaan: Matius 28:2-4, 11-15

Malam menjelang kebangkitan Yesus seolah berjalan begitu lambat. Kristus masih berada dalam kubur, batu besar masih menutup pintu kubur, segel Romawi masih utuh, dan para penjaga Romawi berjaga-jaga.

Setelah pagi tiba, "Sesungguhnya, terjadi gempa bumi yang besar sebab malaikat Tuhan turun dari surga. Raut wajahnya seperti kilat dan pakaiannya seputih salju. Dan, karena takut akan Dia, para penjaga benar-benar gemetar dan menjadi seperti orang mati." Saat itu, para prajurit Romawi yang pemberani menjadi ketakutan karena mereka melihat wajah tentara Allah yang kuat. Bumi gemetar saat tentara Allah datang dan prajurit kegelapan melarikan diri. Ketika tentara Allah menggulingkan batu penutup kubur, surga seolah runtuh. Para prajurit melihatnya memindahkan batu seperti memindahkan kerikil, dan mendengarnya berseru, "Anak Allah, datanglah; Allah-Mu memanggil-Mu." Lalu, mereka melihat Yesus keluar dari dalam kubur dan mendengar-Nya menyatakan diri di atas kubur yang disewa, "Akulah kebangkitan dan hidup." Setelah Ia muncul dalam keagungan dan kemuliaan, tentara surgawi berlutut menyembah di hadapan Penebus dan menyambut-Nya dengan lagu-lagu pujian.

Gempa bumi menandai masa saat Kristus menyerahkan nyawa-Nya, dan kini juga menjadi saksi peristiwa keluarnya Kristus dari kubur dalam kemenangan. Ia yang telah mengalahkan kematian dan kubur, keluar dari kubur dengan langkah seorang penakluk, di tengah-tengah guncangan bumi, sambaran kilat, dan gemuruh petir. Saat datang ke bumi untuk kedua kali, Ia akan mengguncangkan, "tidak hanya bumi, tetapi juga surga". "Bumi akan terhuyung-huyung seperti seorang pemabuk, dan akan goyang seperti gubuk yang ditiup angin." "Surga akan digulung bersama-sama seperti sebuah gulungan," "unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap." Akan tetapi, "Tuhan akan menjadi harapan bagi umat-Nya, dan kekuatan bagi anak-anak Israel." (Ibrani 12:26; Yesaya 24:20; 34:4; 2 Petrus 3:10; Yoel 3:16)

Pada hari kematian Yesus, para tentara melihat bumi diliputi kegelapan pada siang hari. Namun, pada hari kebangkitan, mereka melihat kecemerlangan para malaikat menyinari malam, dan mendengar para penghuni surga menyanyikan sukacita kemenangan yang besar. "Engkau telah mengalahkan Setan dan kekuatan kegelapan; Engkau telah menelan habis kegelapan dalam kemenangan!"

Kristus keluar dari kubur dalam kemuliaan dan para penjaga Romawi melihat-Nya. Mata mereka terpaku pada wajah Yesus, yang mereka olok-olok, yang kepala-Nya mereka pasangi anyaman mahkota duri, dan yang berdiri tanpa perlawanan di hadapan Pilatus dan Herodes. Dialah yang telah dipakukan di kayu salib, yang kepada-Nya, para imam dan penguasa berkata, "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan." (Matius 27:42) Dialah yang telah dibaringkan di kubur baru milik Yusuf (Arimatea).

Ketika melihat Yesus bangkit, para penjaga pingsan. Setelah beberapa waktu, mereka segera berdiri dan berlari ke pintu gerbang taman dengan gemetar. Dengan sempoyongan, mereka segera ke kota sambil menceritakan berita yang luar biasa kepada orang-orang yang mereka jumpai. Mereka hendak pergi kepada Pilatus. Namun, laporan mereka telah dibawa kepada para penguasa Yahudi. Para prajurit gemetar ketakutan. Dengan wajah pucat, mereka membawa kesaksian kebangkitan Kristus. Para prajurit berkata, "Putra Allahlah yang disalib; kami telah mendengar malaikat menyebut Dia sebagai Penguasa Surga, Raja Mulia."

Wajah para imam pun seperti orang mati. Kayafas berusaha berbicara, bibirnya bergerak, tetapi tidak mengeluarkan suara. Ketika para prajurit hendak keluar, Kayafas akhirnya dapat berbicara dan melarang prajurit untuk menceritakan peristiwa kebangkitan Kristus. Berita palsu pun diberikan kepada para prajurit. Setelah menimbang-nimbang, para prajurit yang takut mendapatkan hukuman, akhirnya menuruti apa yang diperintahkan kepada mereka.

Sementara itu, Pilatus sudah mendengar laporan bahwa Yesus telah bangkit. Karena takut, ia mengurung diri di rumahnya dan tidak mau bertemu siapa pun. Namun, para imam berhasil menemuinya, menceritakan kisah yang telah mereka buat, dan mendesaknya untuk mengabaikan kecerobohan para penjaga dalam bertugas. Sejak itu, tidak ada kedamaian di dalam hati Pilatus.

Saat Yesus terbaring dalam kubur, setan menang. Namun, saat Kristus bangkit, setan sangat marah karena ia tahu bahwa kerajaannya telah berakhir dan ia akan mati. Para imam, yang menyerahkan Kristus pada kematian, telah menjadikan diri mereka sebagai alat setan. Sekarang, mereka sepenuhnya berada dalam kuasa setan. Mereka terjerat dalam perangkap setan. Ketika mendengar berita kebangkitan Yesus, mereka takut pada orang banyak. Mereka merasa hidup mereka dalam bahaya. Untuk itu, mereka berusaha membuktikan bahwa Kristus itu penipu dengan menyangkal kebangkitan-Nya. Mereka menyuap para prajurit, membuat Pilatus bungkam, dan menyebarkan berita bohong.

Ketika malaikat berkata, "Bapa-Mu memanggil-Mu," Sang Juru Selamat muncul dari kubur dalam keadaan hidup. Sekarang, kebenaran firman-Nya telah terbukti, "Aku menyerahkan nyawa-Ku supaya Aku mengambilnya kembali .... Aku berkuasa menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali." Genaplah nubuat yang telah Ia katakan kepada para imam dan para pemimpin, "Rubuhkan Bait Allah, dan Aku akan mendirikannya kembali dalam 3 hari" (Yohanes 10:17;18;2:19).

Di atas kubur Yusuf, Kristus telah menyatakan kemenangan, "Akulah kebangkitan dan hidup." Kristus bangkit dari kematian sebagai buah sulung dari orang-orang yang mati. Kristus adalah buah sulung hasil panen rohani yang besar untuk dikumpulkan bagi kerajaan Allah. Kebangkitan-Nya adalah suatu bentuk dan janji akan kebangkitan semua orang benar (1 Tesalonika 4:14). Ketika bangkit, Kristus membawa sejumlah besar tawanan dari kubur, yaitu orang-orang yang pernah menjadi rekan sekerja Allah dan yang membayar harga hidupnya dengan menanggung kesaksian demi kebenaran. Sekarang, mereka harus menjadi saksi bagi Dia yang telah membangkitkan mereka dari kematian.

Selama pelayanan-Nya, Yesus telah membangkitkan orang mati. Ia membangkitkan anak seorang janda di Nain, anak perempuan perwira, dan Lazarus. Namun, setelah dibangkitkan, mereka masih tunduk kepada kematian. Namun, orang-orang yang keluar dari kubur pada saat kebangkitan Kristus, dibangkitkan untuk mendapatkan hidup yang kekal. Mereka diberi kemenangan atas kematian dan kubur. Mereka tidak lagi menjadi tawanan Setan.

Orang-orang yang menyaksikan kebangkitan Kristus segera ke kota dan memberitakan berita itu. Orang-orang kudus yang dibangkitkan tersebut membawa kesaksian kebenaran firman (Yesaya 26:19). Bagi orang percaya, Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Dalam Juru Selamat, kehidupan yang hilang karena dosa telah ditemukan; sebab Ia memiliki hidup di dalam diri-Nya sendiri untuk menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ia berhak memberi kekekalan. Kehidupan yang Ia serahkan dalam unsur manusiawi, diambil-Nya kembali dan diberikan-Nya kepada manusia. "Aku datang," kata-Nya, "supaya mereka memperoleh hidup, dan supaya mereka memilikinya dalam kelimpahan." "Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman." (Yohanes 10:10; 4:14; 6:54)

Bagi orang percaya, kematian adalah perkara kecil. "Jika seseorang mendengar perkataan-Ku, ia tidak akan pernah melihat kematian," "Ia tidak akan pernah mencicipi kematian." Bagi orang-orang Kristen, kematian itu seperti tidur, masa yang tenang dan gelap. Namun, "ketika Kristus, yang adalah hidup kita, datang, maka engkau juga akan turut bersama-Nya dalam kemuliaan" (Yohanes 8:51-52; Kolose 3:4).

Suara yang berseru dari salib, "Sudah selesai," terdengar di antara orang mati. Suara itu menembus tembok-tembok kubur dan memanggil orang-orang yang tidur untuk bangkit. Itulah yang akan terjadi ketika suara Kristus diperdengarkan dari surga. Suara itu akan menembus kubur-kubur dan menghancurkan palang makam-makam, dan orang-orang mati dalam Kristus akan bangkit. Pada kebangkitan Juru Selamat, hanya sedikit kubur yang terbuka. Akan tetapi, pada saat kedatangan-Nya yang kedua, semua orang percaya yang telah mati akan mendengar suara-Nya dan akan datang kepada kemuliaan, kehidupan yang kekal. Kuasa yang sama, yang membangkitkan Kristus dari kematian, akan membangkitkan gereja-Nya dan memuliakan mereka bersama Dia, melebihi semua pemerintahan, melampaui semua kuasa, melebihi semua nama di atas segala nama, tidak hanya di dunia ini, tetapi juga di dunia yang akan datang. (t/N. Risanti)

Sumber asli:

Judul asli buku : The Passion of Love
Judul asli artikel : The Lord is Risen
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Amazing Facts, Inc., California 2004
Halaman : 90 -- 95

Diringkas dari:

Nama situs : Paskah
Alamat URL : http://paskah.sabda.org
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 30 Januari 2014

Komentar