Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Yesaya 42:6-7 – Apakah Tujuan Hidup Manusia?

Aku ini, Tuhan,
telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan,
telah memegang tanganmu;
Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia,
menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
untuk membuka mata yang buta,
untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan
dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

Ketika masih kecil, saya pernah asyik mempersoalkan hal ini: Apakah tujuan hidup manusia itu sebenarnya? Barangkali pertanyaan itu timbul karena saya (waktu itu) heran dengan dunia ini. Mengapa banyak orang lalu-lalang, sibuk ke sana ke mari, apakah tujuan mereka? Banyak orang yang kelihatannya sibuk meraih sesuatu tapi apakah yang sebenarnya mereka raih? Saya mencoba mencari jawabannya dari sejumlah buku. Tapi tokh tidak ada jawaban yang memuaskan saya waktu itu (namanya saja anak kecil, mana mungkin mengerti!).

Bergumul dengan pertanyaan ini, saya teringat seorang ahli teologi Swiss bernama Karl Barth. Ia pernah mengatakan bahwa orang Kristen sebenarnya tidak perlu bertanya tentang tujuan hidupnya. Yupp… Memang, dengan menjadi Kristen, dengan sendirinya telah menunjukkan identitas dan tujuan hidup manusia (Anda dan saya). Bukankah Kristen berarti “pengikut Kristus”? Oleh sebab itu, tujuan hidup manusia Kristen sebenarnya adalah menuju ‘Tujuan Kristus’ itu sendiri.

Firman yang jadi dasar renungan kita hari ini menunjukkan bahwa manusia memang mempunyai tujuan. Tapi, tujuan hidup manusia itu bukanlah buatan manusia itu sendiri. Juga bukan rancangan manusia itu sendiri. Tujuan hidup manusia malah lebih mulia lagi, karena Allah lah yang menentukannya. Anda, saya dan yang lainnya adalah bagian dari rencana dan rancangan Allah.

Oleh karena Allah lah penentu tujuan hidup, berarti kehidupan Anda dan saya di dunia ini merupakan respon/jawaban sekaligus untuk menunjukkan ketaatan kita pada Allah. Tujuan hidup manusia adalah untuk menjawab panggilan Allah melalui Yesus Kristus kepada kita. Tujuan hidup manusia adalah untuk menunjukkan ketaatannya kepada Allah seperti cara Kristus menaati Allah Bapa-Nya.

Akhirnya, ketika orang bertanya tentang tujuan hidupnya, lebih tepatlah jika ia bertanya apa panggilan Allah baginya. Dan hendaklah ia menjawab panggilan itu dan menghidupinya dengan penuh ketaatan.

Doa: Allah Bapa, tujuan hidupku adalah panggilanMu kepadaku. Bimbinglah aku melalui Roh KudusMu agar aku menjalani hidup dengan penuh ketaatan padaMu sebagaimana yang Kristus lakukan. Di dalam nama Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

Sumber: www.pergodungan.org

Tanggal akses: 2 Januari 2012

Komentar