Dengan menjadikan Kristus sebagai teladan, para suami dipanggil untuk mengambil peran sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab penuh atas keluarganya. Bagaimana sebenarnya peran suami sebagai "imam" bagi keluarga di tengah segala keberdosaannya? Hal penting apa saja yang harus diperjuangkan oleh pria dalam berelasi dengan istri dan anak-anaknya? Simak selengkapnya di Fokus C3I.
Allah sudah menentukan bahwa yang menjadi imam dalam sebuah keluarga adalah pria. Oleh karena itu, jika Anda adalah seorang pria, Anda adalah seorang imam. Tidak masalah apakah Anda seorang sarjana teologia atau tidak. Tugas seorang imam adalah melayani Tuhan dan melayani orang-orang yang dipercayakan kepadanya: istri dan anak-anak. Pelayanan kaum pria harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti yang diberikan Allah dalam Alkitab. Setiap laki-laki harus diperlengkapi sebagai seorang imam agar dapat melayani di dalam keluarga.
Sulitnya mencari pekerjaan dewasa ini berimbas pada perubahan peran pria dan wanita, termasuk dalam keluarga. Teman kami, sebut saja bernama Santi akhirnya menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Apa boleh buat, suami Santi di-PHK karena pengurangan pegawai.
Ringkasan perbincangan dengan narasumber Pdt. Paul Gunadi Ph.D.
berikut ini masih seputar masa paro baya, khususnya bagi Anda, para
pria, yang saat ini mulai memasuki masa paro baya. Pengaruh masa
paro baya ini tidak hanya melanda diri mereka sendiri, namun juga
keluarganya, dimana ia tinggal dan hidup bersama. Seperti apa dan
bagaimana pengaruhnya?