Fokus C3I November 2010 - Sahabat

<p align="justify"><b>Shalom,</b></p>
<p align="justify">Apakah Anda pernah trauma dengan sahabat Anda? Mungkin Anda dulu pernah memiliki sahabat yang sangat dekat dengan Anda, tetapi suatu ketika dia mengkhianati Anda, sehingga saat ini Anda trauma jika ada seorang teman yang ingin menjalin persahabatan dengan Anda.</p>
<p align="justify">Fokus C3I bulan November ini mengangkat tema tentang sabahat. Anda dapat mengetahui arti seorang sahabat, sifat-sifat baik apa yang seharusnya ada pada diri sahabat, dan beragam info lainnya. Silakan menyimak Fokus C3I bulan ini. Kiranya Anda dapat menemukan seorang sahabat yang baik dan Anda sendiri bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Tuhan memberkati!</p>

Ketika Dikhianati Sahabat

KETIKA DIKHIANATI SAHABAT

Makin akrab persahabatan, makin sakit rasanya


Mazmur 55: Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian (ayat 13-15)
Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Sifat-sifat Seorang Sahabat Baik

Mempunyai sahabat tidak begitu penting dibandingkan dengan menjadi seorang sahabat. Saya pikir ada tiga langkah untuk menjadi seorang sahabat :

  1. Mengenal sahabat terbaik, yaitu Yesus.

    Amsal 18:24 berkata, "Ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara." Tidak ada lukisan yang lebih baik yang dapat diberikan mengenai Yesus. Yesus menyebut kita sahabat-Nya. Dalam Yohanes 15:15, Yesus berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segalasesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." Bahkan musuh-Nya harus mengakui bahwa Yesus adalah sahabat orang berdosa. Ia ingin menjadi sahabat Saudara, siapa pun Saudara atau apa pun yang telah Saudara lakukan (lihat Matius 11:19).

  2. Jika kita menginginkan sahabat, kita perlu berprakarsa.

    Kita perlu berhenti menanti dikasihi dan harus mulai mengasihi orang lain, berhenti menantikan seseorang memberi kepada kita dan kita harus mulai memberi kepada orang lain. Galatia 6:7 berkata, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Jika kita menginginkan persahabatan, kita harus menaburkan persahabatan. Itulah yang dilakukan Yesus. Ia lebih dulu mengasihi kita. Kasih-Nya tak mementingkan diri sendiri, teguh, bersedia berkorban, dan menyucikan. Kita pun harus mempunyai kasih yang sama seperti yang dimiliki Yesus.

  3. Ciptakan kesempatan menuju persahabatan.

    Gereja adalah tempat yang sangat baik untuk bertemu sahabat, sebab di sana Saudara paling besar kemungkinan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai pandangan hidup sama dengan Saudara. Lakukan langkah pertama dan perkenalkan diri Saudara. Saudara harus bersedia mengambil resiko yaitu merasa malu sedikit atau bahkan penolakan, tetapi Saudara dapat melakukan hal ini jikalau Saudara merasa puas dengan diri sendiri. Berlakulah wajar. Bersikaplah yang pantas -- jangan mencoba menekan orang untuk menjadi sahabat Saudara.

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I