Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Hubungan Natal dan Kabar Baik

Edisi C3I: edisi 355 - Natal dan Pemberitaan Kabar Baik

Dalam memaknai Natal, masing-masing kita mungkin memiliki cara pandang yang berbeda. Seperti apakah kita memandang Natal, adakah pesan yang terkandung di balik peristiwa ini? Apakah Natal itu sebuah kabar baik? Berikut ini, Anda dapat menyimak penjelasan dari beberapa Sahabat Facebook e-Konsel tentang hubungan antara Natal dan Kabar Baik. Selamat menyimak.

Pertanyaan:

e-Konsel: Menurut Anda, apakah hubungan Natal dengan Kabar Baik? Mari, berbagi pendapat dengan Sahabat e-Konsel di sini.

Komentar:

Adiana: Natal adalah Kabar Baik itu. Namun, bukan Kabar Baik untuk mengadakan perayaan, pesta, dan kemeriahan karena Kabar Baik itu sebenarnya justru hadir di tengah kesederhanaan. Semoga makna Natal tidak bergeser pada budaya barat seperti yang selama ini terjadi.

e-Konsel: Yup ... kita harus terus mengingatkan diri sendiri dan saudara-saudara seiman untuk selalu ingat akan makna Natal yang sebenarnya ya, Adiana. Sip deh!

Natal dan Alkitab

Theresia: Natal dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia. Dalam Alkitab sendiri tidak ada istilah Natal. Namun, karena Natal adalah peringatan kelahiran Yesus Kristus, Natal bisa diterima karena Natal memberitakan Kabar Baik bahwa melalui kelahiran Yesus Kristus ke dunia, berarti apa yang difirmankan Allah digenapi.

e-Konsel: Oke, terima kasih untuk respons Theresia. Kabar Baik yang diberitakan adalah telah lahirnya Juru Selamat di dunia. Dan, kelahiran-Nya diperingati sebagai Natal.

Berlin: Yang dimaksud Kabar Baik = Injil, atau kabar yang baik? Kalau yang dimaksud yang kedua, Natal adalah kabar baik yang dinanti-nantikan orang Israel saat itu.

e-Konsel: Yang saya maksudkan adalah kabar yang baik. Mengapa orang Israel menantikan kabar baik itu, Pak Berlin?

Shmily: Menurutku, Natal adalah bagian dari Kabar Baik. Kabar Baik mempunyai 3 poin penting: kelahiran Yesus Kristus, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya. Dengan adanya Natal (yang sering diartikan kelahiran Yesus Kristus), setiap orang yang percaya dan menanti-nantikan Kristus (Sang Juru Selamat) akan mendapatkan janji tersebut.

e-Konsel: Hmm, jadi Natal adalah titik awal kabar baik yang terdiri atas serangkaian karya keselamatan yang Tuhan Yesus lakukan bagi manusia ya, Shmily?

Okti: Natal adalah Kabar Baik, karena Allah yang mulia bersedia merendahkan diri-Nya untuk menjumpai dan menyapa manusia yang berdosa. Natal juga menjadi Kabar Baik karena melalui kedatangan Yesus, kita dapat mengenal Allah dan karya kasih-Nya.

e-Konsel: Jadi, Natal sama dengan kabar baik ya, Bu Okti? Oke, terima kasih.

Yohanes Bayu: Natal merupakan kabar baik itu sendiri. Juru selamat lahir untuk menebus dosa manusia. Semua malaikat bersorak gembira. Kita harus bisa memaknai setiap Natal karena di situlah kasih Allah yang sejati ditunjukkan kepada manusia supaya kita juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

e-Konsel: Terima kasih atas penjelasan Yohanes Bayu. Saya setuju bahwa kita harus memaknai Natal dengan berdasarkan pesan Alkitab. Telah lahir bagi kita, Juru Selamat dunia. Dia adalah Yesus Kristus. Kalau menurut Bayu sendiri, aplikasi apa yang dapat kita lakukan dalam hal ini?

Bro Jack: Lilin, pohon Natal, hadiah, liburan, semuanya perlu disiapkan untuk memaknai Natal, tetapi yang terpenting adalah Kabar Baik yang pesannya harus disampaikan. Siapa yang tahu Tema Natal Nasional tahun 2013?

e-Konsel: Jadi, kembalilah ke pesan kabar baik yang terkandung dalam Natal ya, Bro Jack? Sip! Saya belum tahu tema Natal 2013 nih.

Kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa yang mau bertobat. (Tim e-Konsel)


FacebookTwitterWhatsAppTelegram

AmiDya: Ya, Natal adalah kabar baik, kabar baik yang dinyatakan dalam kelahiran Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Pada waktu Kristus lahir, penulis Injil menuliskan bahwa para gembala bersukacita, malaikat bersukacita, dan seluruh dunia tentunya juga bersukacita menyambut Juru Selamat dunia. Gloria In Excelsis Deo!!

e-Konsel: Baiklah, terima kasih untuk tanggapan Anda, AmiDya.

Katarina: Natal means reborn. Kedatangan-Nya menyebabkan kita lahir baru.

e-Konsel: Natal = reborn? Bukankah kita lahir baru karena percaya bahwa Yesus Kristus mati dan bangkit, bukan hanya datang?

Murni Rosa: Natal berarti kelahiran. Kristus yang datang dengan cara lahir sebagai anak. Kabar baiknya Yohanes 3:16.

e-Konsel: Yup! Kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa yang mau bertobat ya. Terima kasih Ibu Murni Rosa.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki pemikiran berbeda? Silakan tuliskan komentar Anda di Facebook Konsel https://www.facebook.com/sabdakonsel/. Kami tunggu ya, terima kasih.

 

Unduh Audio

 

Sumber: e-Konsel 355

Komentar