c3i

Situs C3I

Penderitaan Anak Manusia

By admin

Shalom,

Bulan Maret ini, kita akan memperingati hari Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus. Sebelum mengalami kematian, Tuhan Yesus mengalami banyak penderitaan, hinaan, cercaan, dan perlakuan-perlakuan yang begitu buruk dari orang-orang yang menginginkan kematian-Nya. Meski kita tidak ikut secara langsung melakukan semua hal itu kepada Yesus, bukan berarti bahwa kita tidak termasuk di antara mereka. Ketika kita bertindak semau kita, tidak menghormati orang tua, dan lebih-lebih tidak menuruti kehendak Tuhan, kita sama seperti mereka yang berbuat keji kepada Tuhan. Sangat ironis apabila kita masih sering menyalibkan dan menghina-Nya, padahal Dia telah menyerahkan hidup-Nya untuk menebus kita dari dosa. Bilakah kita berhenti melawan Tuhan? Sebagai orang-orang yang sudah lahir baru dalam Kristus, hendaknya kita tidak lagi menjadi sama seperti manusia lama kita yang penuh dengan dosa. Baiklah kita melakukan kehendak Tuhan lebih sungguh dan tidak menyia-nyiakan pengurbanan-Nya di kayu salib. Tuhan Yesus telah membuktikan kasih-Nya kepada kita, mari kita merespons kasih-Nya dengan ketaatan dalam mengikuti Dia.

Makna Penderitaan Yesus Kristus

Dirangkum oleh: S. Setyawati

Tuhan Yesus mengurbankan diri-Nya di kayu salib bukan karena Ia sedang menganggur atau ingin menerima pujian. Ia memiliki tujuan dan maksud yang jelas. Tuhan Yesus rela mati dan bangkit untuk menebus manusia dari dosa karena Ia sangat mengasihi manusia. Beberapa ayat Alkitab berikut menjelaskan tentang makna penderitaan Yesus melalui salib:

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Memberi dengan Kasih

By admin

Salam,

Manusia adalah pengelola. Segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya berasal dari Tuhan, meskipun kita bekerja untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, marilah kita menyadari bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kita bukanlah untuk kita nikmati sendiri, melainkan juga untuk dibagikan kepada orang lain. Tuhan meminta kita untuk menjadi saluran kasih-Nya melalui pemberian kita. Maka dari itu, marilah kita menyediakan diri dengan penuh kerelaan dan sukacita dalam memberi, baik dalam pemberian secara materi maupun secara psikis.

Sikap dalam Memberi

Diringkas oleh: S. Setyawati

Yesus Kristus adalah kasih. Dia adalah Allah yang Mahamurah dan suka memberi. Sebagai murid Yesus Kristus, konselor Kristen sudah sewajarnya menjadi orang yang suka memberi. Dalam hal ini, pemberian tidak hanya terbatas pada bentuk materi, namun juga dalam bentuk-bentuk yang lain seperti perhatian, kasih, dan penguatan.

Dalam hal memberi, seorang konselor perlu mengingat hal-hal berikut ini:

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Memberi dengan Bijaksana

By admin

Manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk memberi, meskipun besarnya tidak sama satu dengan yang lain. Apalagi bagi sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Apa pun akan diberikan demi orang yang disayangi. Namun, apakah bijaksana apabila kita memberikan "kehormatan" kita kepada orang yang belum menjadi suami atau istri kita?

Kasus inilah yang pernah kami perbincangkan di Facebook e-Konsel. Ada seorang gadis yang sangat mencintai pacarnya hingga rela "memberikan" semua yang diinginkan pacarnya tersebut. Bahkan, ia rela memberikan kehormatannya. Awalnya, pria yang menjadi pacar gadis itu mengatakan bahwa ia mau mengikuti keyakinan si gadis. Akan tetapi, setelah merenggut kehormatan si gadis, pria itu malah meminta si gadis untuk mengikuti keyakinannya. Bagaimana kita menolong gadis tersebut untuk menyelesaikan masalahnya ini?

Peran Konselor

By admin

Salam kasih dalam Tuhan,

Tahun baru telah tiba! Bagaimana kabar Anda hari ini? Kami berharap Anda semua dalam keadaan baik. Ada kabar gembira dari kami. Tahun ini, Anda dapat mengakses publikasi e-Konsel dengan lebih mudah dari HP Anda karena publikasi kami telah disusun dengan ukuran yang ramah untuk gadget Anda. Adapun topik yang akan kita bahas kali ini adalah tentang peran konselor.

Sukacita Natal Bagi Keluarga

By admin

Salam damai,

Natal merupakan hari istimewa bagi orang percaya karena pada momen ini, biasanya seluruh anggota bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Namun sesungguhnya, makna Natal lebih dari itu. Natal adalah penggenapan janji Allah akan hadirnya Juru Selamat. Dan, kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh para majus dan para gembala, tetapi lebih lagi oleh keluarga Yusuf dan Maria. Dalam edisi ini, kami masih menghadirkan bahan-bahan dengan nuansa Natal bagi Anda. Kami rindu, sajian kami semakin membuat Natal Anda berkesan dan bermakna.

Sukacita Natal bagi Gembala

By admin

Salam sejahtera,

Pembaca yang terkasih, saat membaca tulisan ini, mungkin suasana Natal telah memenuhi rumah Anda. Berbagai persiapan mungkin sedang Anda siapkan untuk menyambut Natal, lahirnya Juru Selamat kita, Yesus Kristus. Anda tidak ingin melewatkan Natal tahun ini begitu saja sehingga Anda dan keluarga sibuk menghias rumah, mempersiapkan pohon Natal dengan lampu kelap-kelipnya, membeli pernak-pernik untuk menghias pohon itu, mempersiapkan hadiah untuk seisi rumah, dan sebagainya. Natal memang akan selalu menghadirkan kesan yang berbeda- beda dalam diri setiap orang atau keluarga.

Natal dari Sisi Orang Majus

By admin

Salam kasih dalam Tuhan,

Dalam peristiwa Natal, bukan hanya Maria dan Yusuf yang merasakan kebahagiaan. Orang-orang Majus pun turut merasakan sukacita atas lahirnya Juru Selamat yang telah lama dijanjikan oleh Allah Bapa. Dengan melihat bintang, para Majus dituntun Allah untuk datang bersujud dan menyembah Bayi Yesus, serta memberikan persembahan mereka. Dalam edisi Natal ini, Anda akan kami ajak untuk melihat Natal dari sisi pandang orang-orang Majus. Seperti apakah itu? Segeralah menyimak sajian kami ini.

Pemimpin Redaksi e-Konsel,

Sri Setyawati

< setya(at)in-christ.net >

< http://c3i.sabda.org/ >