Kerja Sama Bimbingan Konseling Sekolah dan Orang Tua
Ditulis oleh: Sri Setyawati
Situs C3I
Ditulis oleh: Sri Setyawati
Ditulis oleh: Sri Setyawati
Tuhan menciptakan manusia serupa dan seturut gambar-Nya. Namun, jatuhnya manusia ke dalam dosa telah merusak karakter Ilahi yang ada dalam diri manusia.
Shalom,
Selain orang tua, pembentukan kepribadian seseorang yang berbudi pekerti dan bermoral tidak terlepas dari campur tangan masyarakat, lingkungan sekolah, dan gereja. Pihak sekolah -- sebagai mitra orang tua dalam mendidik anak, memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk kepribadian anak. Hal ini mengingat bahwa sebagian besar waktu anak akan diisi dengan kegiatan belajar di sekolah. Dalam edisi ini, kami sajikan artikel tentang peran sekolah, dalam hal ini guru dan pembimbing konseling dalam pembentukan karakter siswa. Simak juga pendapat Sahabat e-Konsel yang tertuang di Facebook e-Konsel, yang berhubungan dengan topik kita ini. Selamat menyimak, semoga menjadi wacana yang berguna.
Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
Ditulis oleh: John Maruli Situmorang < jmaruli(at)xxx >
Hampir semua kebutuhan hidup keluarga dibeli dengan uang pada masa modern ini, maka mau tidak mau, keuangan keluarga pun harus diperhatikan keberadaannya secara seksama. Bila uang dalam keluarga tidak ditata dengan baik, maka akan muncul banyak masalah. Bahkan, tidak sedikit suami istri bercerai karena alasan keuangan. Di sinilah pentingnya manajemen keuangan dimiliki dan diterapkan dalam kehidupan keluarga. Manajemen memiliki pengertian mengatur, mengelola, menempatkan, menyusun, dan beberapa pengertian yang sejenis. Tuhan Yesus mengimbau agar murid-murid-Nya memiliki kecerdasan dalam menggunakan uang yang mereka miliki.
Diringkas oleh: Sri Setyawati
Apa itu bimbingan dan penyuluhan? Beberapa ahli menyatakan demikian.
Salam kasih,
Masalah bukan hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Anak-anak pun sudah menghadapi masalah. Bahkan, tidak mustahil masalah yang mereka hadapi juga beragam seperti masalah ekonomi keluarga, suasana dalam keluarga yang tidak kondusif, dan kesulitan dalam belajar. Untuk membantu mereka dalam mengatasi masalah tersebut, selain mengajak anak-anak berkomunikasi, orang tua juga dapat meminta bantuan guru bimbingan konseling di sekolah. Bagaimanakah peran guru dan bimbingan konseling sekolah dalam mendorong anak berprestasi? Anda dapat menyimaknya dalam kolom Cakrawala. Selain itu, kami juga memberikan informasi tentang buku yang dapat digunakan untuk membimbing anak belajar. Kiranya, bahan-bahan yang kami hadirkan bermanfaat bagi Anda untuk menolong banyak orang.
Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
| Judul buku | : | Metode Membimbing Orang Belajar |
| Judul asli | : | A Primer for Teachers and Leaders |
| Penulis/Penyusun | : | Leroy Ford |
| Penerjemah | : | Tim Lembaga Literatur Baptis |
| Editor | : | Eddy Wiriadinata |
| Penerbit | : | Lembaga Literatur Baptis, Bandung 1987 |
| Ukuran buku | : | 13,5 x 20,5 cm |
| Tebal | : | 134 halaman |
| ISBN | : | -- |
| Buku Online | : | -- |
| Download | : | -- |
Bagi seorang guru, tanggung jawab yang diembannya bukan hanya memintarkan anak-anak didik dengan memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas, namun juga membantu murid yang mengalami kesulitan belajar atau menerima pelajaran. Guru adalah pahlawan yang mendedikasikan hidupnya untuk membentuk anak-anak yang bermoral, berwawasan, dan berhasil. Dengan demikian, peran seorang guru tidak seharusnya dipandang sebelah mata.
Suatu hari Santana menerima buku rapor di sekolahnya. Setelah ibu guru memberikan kepadanya, anak perempuan berusia 9 tahun itu menyimak bahwa peringkat akademisnya bukan di nomor satu melainkan di nomor tiga.
Diringkas oleh: Sri Setyawati
Ada dua pemikiran yang keliru tentang pengajaran konseling yang umum. Pertama, pemikiran bahwa konseling itu seluruhnya pengajaran -- apabila seseorang memunyai suatu masalah, kita cukup mencari ayat-ayat Alkitab yang cocok dengan masalah tersebut, kemudian mengkhotbahi orang tersebut mengenai hal itu.
Berdasarkan lampiran Permendiknas RI No.22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kurikulum SD memuat 8 Mata Pelajaran, Muatan Lokal, dan Pengembangan Diri.