Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Feed aggregator

Kemarahan yang Suci - (4 August 2015)

Arsip e-Konsel - Sun, 30/08/2015 - 04:37
Categories: C3I

Sumber Kemarahan - (8 July 2015)

Arsip e-Konsel - Sun, 30/08/2015 - 04:37
Categories: C3I

Pemulihan Luka Batin - (9 June 2015)

Arsip e-Konsel - Sun, 30/08/2015 - 04:37
Categories: C3I

Akar Luka Batin - (12 May 2015)

Arsip e-Konsel - Sun, 30/08/2015 - 04:37
Categories: C3I

Bergabung di KIN Pemuda & Mahasiswa 2015

Blog SABDA - Fri, 28/08/2015 - 09:07

Oleh:Harjono*

Pada Senin, 3 Agustus 2015, pukul 16.30, tiga staf SABDA yaitu Ody, Ayub, dan saya, berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Konvensi Injil Nasional (KIN) Pemuda & Mahasiswa 2015 yang akan berlangsung dari tgl. 4 -- 9 Agustus 2015. KIN Pemuda & Mahasiswa 2015 adalah acara yang diadakan oleh Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) dan ditujukan untuk pembentukan iman & karakter, khusus untuk para pemuda dan mahasiswa.

Kami berangkat bersama-sama dengan 50-an peserta lain yang berasal dari Solo dan sekitarnya dengan naik kereta api. Di sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan banyak teman baru, di antaranya teman-teman dari sekolah teologi BMW Wonogiri. Mereka menyambut baik kami yang dari SABDA dan tertarik dengan DVD Alkitab dan DVD Konseling, yang berisi banyak bahan pengajaran untuk Anak dan bahan konseling TELAGA. Respons pertama mereka adalah: "Ini dijual berapa, Kak?" Kami menjawab bahwa paket ini GRATIS, dan mereka langsung menunjukkan mimik yang seakan-akan tak percaya. Kami pun kembali menjelaskan bahwa semua bahan SABDA ini gratis, asal jangan disimpan sendiri, tetapi dibagikan kepada teman-teman, keluarga, dan siapa pun lain yang membutuhkan. Mereka pun menerimanya dengan sukacita.

Sesampainya di tempat pertemuan Kemayoran, Jakarta, kami melakukan pendaftaran ulang peserta KIN, dan menerima seperti ID card, buku panduan acara, dan goodie bag berisi makanan dan minuman. Namun, khusus bagi aku, Ody, Ayub, dan beberapa orang dari rombongan Solo, mereka memberikan satu barang ekstra yaitu rompi oranye. Ternyata kami ditunjuk sebagai penatalayanan (usher). Warna oranyenya mengingatkan aku pada rompi tukang parkir, yang sejatinya juga tak jauh beda dengan pekerjaan usher yang "memarkir" orang menuju ke tempat duduk mereka.

Konsep acara KIN kurang lebih seperti ibadah, tetapi terkesan unik, sebab peserta-peserta KIN berasal dari seluruh pelosok Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dengan bermacam-macam wajah dan warna kulit, yang bersatu untuk memuji Tuhan dan menggumulkan hidup mereka di hadapan-Nya. Suasana agung & khidmat terpancar di ibadah ini.

Hamba-hamba Tuhan di KIN memiliki latar belakang yang beragam. Mereka bukan saja lulusan sekolah teologi, tetapi juga menekuni bidang-bidang lain seperti filsafat, teknologi informasi, fisika, musik, dan masih banyak lagi. Kredibilitas mereka pun terlihat melalui khotbah-khotbah yang dibawakan.

Secara keseluruhan, sesi-sesi KIN sangatlah menyegarkan. Khotbah-khotbah yang dibawakan memperluas pikiran dan membakar hati. Pengajaran doktrin dari doktrin Allah, doktrin Manusia, dan doktrin Roh Kudus dibahas secara esensial dan kontekstual bagi para pemuda. Topik yang dibawakan pun beragam dari sains, relasi pria dan wanita, studi, perbandingan agama, otoritas Alkitab, dan berbagai topik lainnya yang membangun kehidupan rohani para pemuda.

Penyajian firman-Nya dibawakan dengan variatif. Ada sesi yang berupa renungan, analisis Alkitab, kesaksian hidup, wawancara hamba Tuhan, dan lain-lain. Kami kadang kebingungan, tetapi juga tertawa, menitikkan air mata, dan termenung dalam berbagai sesi. Materi khotbahnya kadang terasa berat untuk diikuti karena ini adalah "makanan keras" yang harus dicerna dengan cepat. Namun, pertolongan Tuhan dan dukungan panitia memacu kami untuk terus memerhatikan kata-kata di setiap sesi.

Ada dua sesi yang sangat berkesan bagi saya pribadi.

Pertama, adalah sesi yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong mengenai kejatuhan pertama manusia. Dia membuka Kejadian 3 yang berisi cerita Adam & Hawa yang digoda iblis dan melanggar perintah Tuhan karena memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Beliau menerangkan bahwa sikap Hawa yang menuruti godaan ular (yang sebetulnya dusta) adalah wujud dari skeptisisme, sebuah ketidakpercayaan & prasangka buruk terhadap Tuhan. Skeptisisme ini pun terjadi sampai sekarang, khususnya bagi orang-orang yang tak percaya atau yang tidak terlalu peduli akan Tuhan, seperti orang ateis, Kristen KTP, ataupun orang-orang yang tak mau hidup kudus.

Kedua, adalah sesi yang dibawakan Vik. Edward W. Oei mengenai "The Battle of Ideas", Peperangan Gagasan, yang artinya peperangan rohani sedang berlangsung melalui pergolakan antara ide-ide kristiani dan duniawi yang berdosa. Beliau bercerita mengenai satu gagasan, yaitu gagasan kesuksesan. Apa gagasan kesuksesan yang selama ini kita pegang? Apakah kesuksesan berdasarkan pemenuhan materi atau kesuksesan berdasarkan gagasan Injil Yesus Kristus? Pengertian kita akan kesuksesan sangat memengaruhi perjalanan hidup kita, serta mengukur kesungguhan hidup kita sebagai orang Kristen. Beliau pun banyak berbagi soal pergumulannya memenuhi panggilan menjadi hamba Tuhan di tengah kesuksesan bisnis yang menghampirinya; menjadi saksi hidup dari khotbahnya sendiri.

Setiap sesi memiliki jeda 15 menit dan jeda makan untuk memulihkan kondisi peserta. Di sela-sela istirahat ini, aku, Ody, dan Ayub memakai waktu untuk berkenalan dengan peserta-peserta KIN lainnya. Mereka menjalani pelayanan dalam beragam profesi, baik mahasiswa, guru, pebisnis, pegawai, hamba Tuhan penuh waktu, dan lain-lain. Medan pelayanan mereka pun juga unik, mulai dari kota-kota, universitas, jalanan, sampai desa-desa terpencil yang bahkan belum ada gereja di sana. Kami saling berbagi beban dan doa. Tak lupa sebagai bagian dari SABDA, kami juga kadang menawarkan aplikasi SABDA yang bisa membantu pelayanan mereka. Banyak peserta KIN antusias menyambut tawaran kami, terutama aplikasi SABDA yang bisa dinikmati langsung di gawai mereka. Kami bersama-sama mengucap syukur dan bersukacita.

Selain sesi khotbah, kami juga mengunjungi museum Sophilia Fine Art Center dan gedung konser Aula Simfonia Jakarta yang terintegrasi dengan gedung tempat ibadah KIN. Museum dan gedung konser ini dibangun oleh Pdt. Stephen Tong beserta rekan-rekannya sebagai monumen kehidupan Kristen yang tidak saja menjalani mandat Injil, tetapi juga mandat budaya, suatu panggilan untuk mengembangkan peradaban masyarakat dalam kebenaran firman Tuhan. Hari-hari terakhir KIN ditutup dengan acara-acara khusus seperti konser musik, KKR lapangan terbuka, dan kebaktian penutupan.

Bagi saya pribadi, mengikuti KIN mengubah cara pandangku terhadap hidup orang Kristen. Hidup orang Kristen tidak berhenti pada pertobatan pertama, tapi terus-menerus dibentuk & disempurnakan untuk hidup kudus memuliakan nama Tuhan. Orang Kristen pun tak hanya mengurus hal-hal rohani, tapi harus menjadi "garam dan terang" untuk kemajuan masyarakat sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Mengikuti KIN ini sedikit banyak memperjelas beban dan salib yang harus dipikul, tetapi ada sukacita besar yang belum pernah aku rasakan; yaitu sukacita mengenal Tuhan dan Firman-Nya lebih dalam sehingga dapat memberi hidup yang benar-benar berarti.

KIN telah berakhir, tetapi berkatnya tak harus berakhir. Tuhan telah memungkinkan acara ini. Doaku adalah agar setiap peserta boleh mengetahui kehendak Tuhan bagi hidup mereka sehingga mereka memiliki visi & misi yang memperluas kerajaan Allah sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Terpujilah Tuhan. Soli deo Gloria!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

PUBLIKASI APPPS LIVE

Blog SABDA - Wed, 26/08/2015 - 10:48

Tahun 2015, Yayasan Lembaga SABDA memiliki sebuah komitmen baru, yaitu ikut ambil bagian dalam sebuah gerakan "Apps4God". Gerakan Apps4God adalah gerakan yang mengajak orang-orang percaya, baik sebagai pengembang maupun pengguna teknologi untuk bersama-sama menggumulkan bagaimana menggunakan teknologi bagi kemuliaan Tuhan. Sebagai suara untuk mengumandangkan gerakan ini, YLSA menerbitkan sebuah publikasi baru yang disebut APPPS LIVE.

Publikasi APPPS LIVE (Aplikasi Program Produk Pelayanan Sabda) merupakan newsletter/majalah elektronik yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam sebulan. Publikasi ini berisi segala macam informasi seputar gerakan Apps4God seperti berita terbaru pelayanan digital, artikel, diskusi, tutorial, kesaksian, chart apps Kristen, review apps, dan masih banyak lagi. Dengan berlangganan publikasi ini, para pembaca diajak untuk terlibat dalam gerakan Apps4God dan meneruskannya kepada komunitas lainnya. Publikasi ini hadir sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan informasi dan menjembatani ide-ide para pengembang program aplikasi dan pengguna yang terlibat dalam bidang pelayanan tertentu.

Dari sekian banyak orang yang terlibat dalam gerakan Apps4God, saya ditunjuk sebagai pemimpin redaksi publikasi ini. Awalnya, saya merasa bingung karena saya tidak berpengalaman dalam bidang tulis-menulis apalagi untuk publikasi seperti ini. Namun, melihat kesempatan yang tidak akan datang kedua kalinya, saya menerimanya dengan yakin dan pasti akan banyak pelajaran baru maupun manfaatnya, bukan hanya bagi diri saya sendiri, tetapi juga bagi para pembacanya. Selama proses pengerjaan, saya belajar banyak hal. Saya belajar membuat planning, menentukan bahan yang cocok, membuat berita-berita yang informatif, bekerja sama dengan anggota redaksi, belajar memimpin, dan masih banyak lagi. Saya juga sekarang menjadi lebih mengerti prosedur pembuatan publikasi yang ternyata begitu rumit, yang tidak saya pahami sebelumnya.

Puji Tuhan, edisi pertama akhirnya sudah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus 2015. Secara khusus, edisi pertama dikiriman kepada semua pelanggan ICW (Indonesian Christian WebWatch). Semoga dengan hadirnya publikasi ini, orang-orang bisa semakin terberkati dan menyadari bahwa teknologi adalah untuk Tuhan serta menjadi tertarik untuk terlibat dalam gerakan Apps4God.

Anda dapat menerima publikasi APPPS LIVE dengan mengirimkan email ke live@apps4god.org atau Anda bisa mengaksesnya di situs APPS4GOD.org.

Salam Apps4God!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pengalaman Magang: Membuka Booth SABDA di KMS SAAT, Malang

Blog SABDA - Thu, 20/08/2015 - 14:47

Oleh:Andi Susanto*

Tut Tut Tut ... Deru suara kereta api berbunyi, kereta api yang akan membawa saya (Andi), Kevin, dan Bu Yulia ke Malang untuk acara KMS SAAT selama 4 hari. Perjalanan yang berlangsung 6 jam itu kami habiskan untuk ngobrol dan bercerita mengenai banyak hal, termasuk bagaimana Tuhan membawa saya dan Kevin ke SABDA. Sesampainya di stasiun Malang, kami dijemput oleh Bu Melani dan Pak Yusuf dari pelayanan TELAGA dan langsung menuju ke SAAT.

Sesampainya di SAAT, kami segera menata booth SABDA di tempat pameran yang sama dengan tempat makan peserta. Ada banyak CD-CD Alkitab Audio, DVD Dengar Alkitab, DVD Library Anak, traktat-traktat, brosur-brosur situs dan publikasi, Parakaleo, dan lain sebagainya. Saya dan Kevin jaga booth dan tidak sempat mengikuti acara pembukaan, tetapi Bu Yulia bisa ikut walaupun sedikit terlambat.

Selain booth SABDA, ada 20 booth pelayanan lain yang juga dipamerkan. Nah, tepat di sebelah kami adalah booth TELAGA (yang diwakili oleh Pak Yusuf dan Bu Melany), mitra pelayanan SABDA. Pada acara makan, biasanya semua peserta juga akan berkunjung ke booth-booth pelayanan yang ada. Banyak sekali peserta KMS yang datang ke booth SABDA untuk minta diinstalkan aplikasi SABDA di HP Android mereka. Ada juga HP Blackberry dan Java yang minta diinstalkan aplikasi Alkitab. Untuk yang membawa laptop, kami tawarkan software SABDA untuk diinstal di laptop mereka. Banyak yang minta CD-CD Alkitab Audio dalam bahasa suku untuk dipakai di pelayanan mereka, termasuk booth Lembaga Rekaman Injil Indonesia (LRII). Rupanya ada banyak Alkitab bahasa suku yang mereka belum punya. Saya salut dengan Bu Yulia yang mampu melayani semua yang datang dengan baik sehingga banyak peserta yang terberkati dan bersyukur dengan pelayanan SABDA. Saya mendengar banyak dari mereka yang bercerita bahwa pelayanan SABDA banyak membantu pelayanan mereka.

Tugas saya dan Kevin adalah melayani instalasi aplikasi-aplikasi SABDA Android ke banyak HP peserta. YLSA, yang terus mengikuti perkembangan teknologi, telah meluncurkan banyak aplikasi Android yang berguna bagi masyarakat Kristen, misalnya Alkitab, AlkiPEDIA, Kamus Alkitab, Tafsiran Alkitab, Renungan PSM, Renungan Oswald Chambers , dan masih banyak yang lainnya. Sebenarnya, saya dan Kevin agak kewalahan karena ini adalah pengalaman pertama kami menginstal aplikasi Android dalam jumlah banyak. Untung malam pertama itu ada mantan staf SABDA yang datang untuk membantu, yaitu Mas Yudo. Mas Yudo bantu-bantu promosi sehingga lebih banyak lagi orang yang datang ke booth SABDA. Sementara para peserta mengikuti acara-acara, maka saya dan Kevin menginstal semua gadget yang ditinggalkan peserta di booth SABDA, dan juga beberapa laptop untuk diinstal software Alkitab. Puji Tuhan, ada kira-kira 80 HP yang bisa kami instal dengan banyak aplikasi. Ketika melihat ekspresi muka mereka yang sangat gembira, kami merasa puas karena kerja keras kami tidak sia-sia dan hal ini membuat kami lebih semangat lagi melayani.

Ada beberapa acara KMS yang sempat saya ikuti, yaitu kebaktian pagi yang dipimpin oleh Richard K. dengan tema "God's Kingdom". Pada siang hari, ada acara "Collaboration Session I" dan sorenya "Collaboration Session II". Kami tidak ikut di semua sesi, tetapi hanya di "Collaboration Session I"; saya masuk ke forum Business as Mission (BAM), sedangkan Kevin ikut forum Migrant Worker, dan Bu Yulia ikut dalam forum Urban Mission. Di forum BAM, saya belajar bahwa business harusnya menjadi alat untuk memperluas kerajaan Allah di dunia ini. Dalam berbisnis sering kali yang kita pikirkan adalah mencari untung sebesar-besarnya tanpa peduli sesama, lingkungan, bahkan Tuhan. Maka dari itu, ada 4 landasan BAM yang perlu diterapkan oleh orang-orang Kristen dalam berbisnis, yaitu spiritual (tujuan akhir adalah untuk kemuliaan Tuhan), finansial (bisnis juga perlu menghasilkan untung), sosial (menjalin hubungan yang baik dengan sesama), dan lingkungan (tidak merusak lingkungan). Melalui bisnis kita, kita harus melakukan Amanat Agung, yaitu memuridkan orang lain sehingga lebih banyak orang dapat mengenal Allah. Pada malam hari, ada sesi "Presentation and Prayer" dan kami bisa melihat peserta-peserta booth mempresentasikan pelayanannya dan mendoakan mereka.

Pada hari ke-3 ada kejutan, karena setelah kebaktian pagi yang dipimpin oleh Richard K. dengan tema "Church as the Center", peserta booth Indonesian Care dan SABDA diminta untuk memberikan presentasi, padahal seharusnya dijadwalkan untuk malam hari. Bu Yulia senang sekali karena kalau dibawakan pada malam hari banyak peserta yang sudah capai dan mengantuk. Bu Yulia membawakan presentasi dengan apik mengenai dunia teknologi digital yang semakin maju dan "Apps4God" yang mendorong peserta untuk memakai aplikasi bagi kemuliaan Tuhan supaya menjangkau generasi masa depan.

Acara ditutup dengan "Closing Collaboration and Commitment" yang dipimpin oleh Ria Pasaribu dan Peter Hidayat, dan setelah itu acara sayonara dengan foto bersama.

Saya berterima kasih dan bersyukur sekali karena mendapat kesempatan untuk melayani lewat roadshow di KMS SAAT Malang, karena saya dapat pergi ke tempat baru, bertemu dengan orang-orang baru dan dapat melayani mereka lewat instalasi apps. Saya sangat bersyukur karena SABDA sangat menolong banyak peserta KMS dalam pelayanan mereka. Saya juga berharap agar anak-anak muda di zaman sekarang ini dapat menggunakan teknologi yang ada dengan sebaik-baiknya karena teknologi ada karena Tuhan yang menciptakannya, untuk itu harus kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan juga. Tuhan Yesus memberkati.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Training Kepemimpinan “Today Matters”

Blog SABDA - Wed, 19/08/2015 - 14:39

Pada awal Juli yang lalu, tepatnya tanggal 4 -- 5 Juli 2015, saya bersama dua rekan yang lain -- Hadi dan Evie, mengikuti training kepemimpinan yang diadakan oleh TOTAL yang bekerja sama dengan EQUIP di Solo. Sebelumnya, kami bertiga sudah mengikuti seri pertama dari training kepemimpinan ini Januari yang lalu. Apakah Anda masih ingat judul topik training yang pertama tersebut? Ya, "Pemimpin 360 Derajat"! Training bagian kedua ini berjudul "Today Matters" -- hal-hal penting hari ini.

Pembicara yang menyampaikan materi dalam training ini sama dengan pembicara training sebelumnya, Bapak Sunjoyo Soe dan Bapak Paulus Winarto. Materi yang disampaikan terdiri atas 6 pelajaran yang dibagi dalam 6 sesi. Secara garis besar, ada 12 poin yang tercakup dalam 6 pelajaran tersebut. Dua belas poin tersebut antara lain adalah Sikap Hati, Prioritas, Kesehatan, Keluarga, Berpikir, Komitmen, Keuangan, Iman, Hubungan, Kemurahan Hati, Nilai, dan Pertumbuhan.

Dari masing-masing poin yang dijelaskan, saya menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin Kristen yang efektif, saya harus memerhatikan kedua belas poin tersebut dengan bijak. Mengapa? Sebab, kedua belas poin itu saling memengaruhi dan melengkapi untuk menghasilkan seorang pemimpin yang sehat dan berkarakter. Menurut saya, kita semua memiliki bakat untuk menjadi pemimpin, asalkan kita mau memperlengkapi diri dengan kedua belas poin di atas dan sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memang benar, kita tidak dapat memiliki kekuatan yang besar dalam kedua belas poin tersebut, tetapi setidaknya kita memiliki bagian-bagian yang kuat dan terus mengembangkan bagian-bagian yang masih lemah.

Satu bagian yang tidak akan saya lupakan saat mengikuti training kali ini adalah saya menjawab tantangan Pak Sun, panggilan akrab Bapak Sunjoyo Soe, untuk menentukan hal-hal yang menjadi prioritas dalam hidup saya dengan memilah-milah beberapa kartu yang bertuliskan legalisme, hikmat, iman, keluarga, komitmen, kolega, dll.. Pertama, saya memilah mana yang memiliki nilai penting dan tidak penting, lalu saya memilih 8 nilai yang penting, dan terakhir, memilih 3 nilai yang terpenting, yaitu iman, hikmat, dan keluarga.

Bagi saya, iman dalam Kristus adalah fondasi yang harus saya miliki agar saya dapat bertahan hidup sesuai kehendak-Nya, saya perlu hikmat dari Bapa untuk menentukan langkah, dan saya memerlukan dukungan keluarga untuk berjuang dalam menjalankan amanat Tuhan. Saya memang belum menjadi pemimpin besar, tetapi saya harus menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dapat menjadi contoh yang baik bagi sesama. Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus karena diberi kesempatan untuk mengikuti training kepemimpinan ini. Tak lupa, saya berterima kasih juga kepada YLSA yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk belajar dari training ini. Saya sudah membagikan apa yang saya dapatkan kepada teman-teman di YLSA supaya rekan-rekan sekerja yang lain dan Anda yang membaca blog ini, diberkati. Bangkitlah, dan jadilah pemimpin-pemimpin berintegritas!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pelayanan SABDA di Workshop GSM Kota Surakarta

Blog SABDA - Wed, 19/08/2015 - 13:48

Bersyukur! Itulah perasaan kami saat kami mendapat informasi dari Mbak Evie, bahwa semua staf PESTA akan mengikuti roadshow SABDA di acara Workshop Guru Sekolah Minggu (GSM) kota Surakarta, yang diselenggarakan oleh Kemenag kota Surakarta. Dalam acara ini, Ibu Yulia diundang untuk menjadi salah satu pembicara yang membawakan materi tentang "Guru Sekolah Minggu yang Mengembangkan Diri dan Berwawasan".

Dalam briefing persiapan roadshow, kami berbagi tugas; Mei akan bertanggung jawab untuk "booth", saya dan Ayub melayani instalasi software SABDA di laptop dan aplikasi-aplikasi SABDA Android di HP para peserta. Acara ini diadakan di Hotel Sarilla, dan ada 25 peserta GSM yang mewakili 21 gereja di lingkungan Surakarta dan berlangsung selama 3 hari.

Secara garis besar, Ibu Yulia memulai dengan mengajak peserta berdiskusi tentang mengapa GSM perlu mengembangkan diri. Hasil diskusi memberikan fakta bahwa GSM pada dasarnya tahu bahwa GSM harus mengembangkan diri, bahkan tahu bagaimana caranya. Akan tetapi, mengapa banyak GSM tidak melakukannya? Karena itu, Ibu Yulia memaparkan teori tentang pertumbuhan, yang diharapkan dapat membuat para GSM menyadari dan mengubah paradigma belajar yang salah dari para peserta. Proses belajar dan pertumbuhan berjalan sejajar, dan harus dilakukan seumur hidup tanpa dibatasi oleh usia. Selain itu, Ibu Yulia juga memberikan tip bagaimana GSM dapat terus berkembang, yaitu dengan:
- Membaca
- Menulis ulang apa yang dibaca
- Bertanya (Why dan How)
- Mencoba hal-hal baru
- Mengevaluasi diri
- Banyak belajar

Selesai memberikan materi, Ibu Yulia juga membagikan DVD Library Anak yang berisi bahan-bahan biblika kepada semua peserta. Lalu, ditawarkan juga pelayanan instalasi aplikasi-aplikasi untuk mengajar anak sekolah minggu ke HP para peserta workshop, yaitu Cerita Alkitab Terbuka (CAT) dan Cerita Injil Audio (CIA) , sehingga pulang dari workshop ini para GSM sangat diberkati dengan bahan-bahan yang melimpah dari SABDA. Kami sangat berharap mereka akan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk mengajar anak-anak di gereja mereka masing-masing.

Kami bersyukur karena SABDA menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memperlengkapi para pelayan Tuhan dengan bahan-bahan biblika yang berkualitas. Harapan kami, para GSM yang sudah menerima bahan-bahan dari SABDA dapat mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan dan materi yang sudah didapat untuk melayani anak-anak SM dengan lebih baik.

Soli Deo Gloria!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Pengalaman Magang: Ikut Roadshow SABDA di GKA Gloria, Surabaya

Blog SABDA - Tue, 18/08/2015 - 13:56

Oleh:Kevin Fidelis*

Pada hari Jumat, 7 Agustus 2015, usai mengikuti Konsultasi Misi di SAAT, saya, Andi, dan Ibu Yulia melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Kami naik kereta api dari stasiun Malang dan sampai di stasiun Gubeng, Surabaya, 3 jam kemudian. Tim SABDA melakukan perjalanan ke Surabaya dalam rangka memberikan pelatihan software SABDA di GKA Gloria Pacar. Di stasiun, kami dijemput oleh sopir GKA Gloria Pacar menuju hotel tempat kami menginap. Hari pertama di Surabaya kami pakai untuk beristirahat, mempersiapkan ruang yang akan dipakai untuk pelatihan, dan berjalan-jalan. Salah satu rekan kami yang menyusul ke Surabaya adalah Mbak Evie, dan tiba di Surabaya pada Jumat malam.

Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2015, kami memberikan pelatihan SABDA di GKA Gloria Pacar. Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang. Setengah dari jumlah peserta itu adalah orang dari luar GKA Gloria, dan sisanya adalah pelayan Tuhan dari GKA Gloria Pacar. Bu Yulia menyampaikan perkenalan tentang Yayasan Lembaga SABDA, lalu Mbak Evie memberikan pendahuluan tentang software SABDA. Bagian utama dari pelatihan ini diberikan oleh Bu Yulia, yaitu tentang bagaimana memakai software Alkitab SABDA tahap per tahap dan teknik penggalian Alkitab dengan software SABDA. Ketika Ibu Yulia presentasi, Andi membantunya dengan menjadi operator komputer. Oiya, Vivin yang tinggal di Surabaya datang pagi itu untuk membantu kita juga lho ... dia jaga "booth" SABDA, sedangkan saya membantu menginstall aplikasi Android ke Hp-Hp peserta dan membantu para peserta kalau kebingungan mengikuti pelatihan. Kami bersyukur para peserta terlihat antusias ketika mengikuti pelatihan ini, dan bersyukur juga bahwa kami diberi kesempatan untuk memperlengkapi hamba Tuhan melalui pelatihan ini. Sebelum pergi meninggalkan gedung gereja, kami mempersiapkan booth SABDA yang akan dibuka pada kebaktian hari Minggu.

Pada hari Minggu, 9 Agustus 2015, kami membuka booth SABDA dan Bu Yulia menyampaikan presentasi tentang produk-produk SABDA dalam 4 kebaktian umum GKA Gloria Pacar. Dalam setiap presentasi yang disampaikan Bu Yulia, Bu Yulia juga mengarahkan jemaat yang ingin mendapat produk SABDA untuk datang ke booth kami. Seperti yang kami perkirakan sebelumnya, ada banyak jemaat, khususnya dari kebaktian umum pertama dan kedua, yang mendatangi booth kami untuk mendapat produk SABDA. Dalam proses instalasi aplikasi Android, kami cukup terbantu karena ada Wi-Fi, sehingga jemaat muda bisa langsung mengunduh sendiri aplikasi SABDA Android di Play Store.

Sebagai staf magang, kami bersyukur diberi kesempatan mengikuti roadshow SABDA dan mendapatkan pengalaman yang menarik. Kami melihat pertolongan Tuhan yang terus memberkati pelayanan tim SABDA. Kami juga senang karena produk-produk yang dihasilkan SABDA dapat dipakai untuk memperlengkapi hamba Tuhan dan jemaat, sehingga dapat membantu mereka melayani Tuhan dengan baik. Dengan pelatihan software SABDA, kita dapat mempelajari firman-Nya secara bertahap, dan belajar teknik penggalian Alkitab dengan software SABDA.

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Prajurit Kristus juga Perlu Menulis — Secara Digital

Blog SABDA - Tue, 28/07/2015 - 13:18

Blog ini adalah kelanjutan dari blog sdr. Yans yang menceritakan paroh pertama perjalanan kami ke Jakarta dan Bandung tanggal 18 -- 23 Mei 2015.

Seratus lima puluh tahun yang lalu, bulan Juli tanggal 2, William Booth memulai pelayanan Salvation Army di London, Inggris, dengan nama "the East London Christian Mission". Kemudian, tanggal 24 November 1894, Staf Kapten Jacob Gerrit Brouwer dan Ensign Adolf Theodorus van Emmerik menjejakkan kaki di pelabuhan Batavia, dan menandai dimulainya pelayanan Bala Keselamatan di Nusantara.

Bala Keselamatan memiliki sejarah yang sangat panjang dan sangat berwarna, atau paling tidak itulah yang saya tangkap dari membaca buku "Zamrud di Khatulistiwa: Sejarah Gereja Bala Keselamatan di Indonesia 1894 -- 1994". Selama lebih dari 110 tahun mereka telah melayani di Indonesia, mulai pelayanan kesehatan, pelayanan kepada penderita kusta yang dibuang oleh masyarakat, orang-orang dalam tahanan, pemulung, pelayanan berbagai jenjang usia, mulai dari anak-anak yang terlantar dan anak jalanan hingga orang-orang lanjut usia, dan pelayanan di daerah-daerah yang terkena bencana.

Namun, selain pelayanan sosial yang membuat nama mereka terkenal dan nama Tuhan dimuliakan, Bala Keselamatan ternyata juga memiliki pelayanan pendidikan dan pelayanan literatur yang tidak kalah tuanya. Tercatat majalah bulanan Bala Keselamatan merupakan majalah tertua kedua di Indonesia yang masih terbit hingga saat ini, lebih dari 100 tahun usianya. Tidak hanya itu, mereka juga menerbitkan sebuah buku renungan yang mengupas Alkitab secara ekspositori dan sistematis. Di sini, saya melihat sendiri ternyata menjadi prajurit Kristus (lengkap dengan seragam dan tanda kepangkatan) tidak menghalangi mereka untuk menulis!

Untuk kegiatan pelatihan yang berlangsung di Bandung, secara garis besar kurang lebih sama dengan yang sudah dijelaskan sdr. Yans di blognya. Dari antara tujuh sesi yang saya dan Bu Yulia bawakan, sesi ketujuh yang saya bawakan mungkin adalah yang paling berkesan untuk saya. Sesi ketujuh ini ditujukan untuk mempersiapkan para "Salvationist" bertransisi ke dunia kepenulisan digital, judul presentasi adalah "C.O.D.E.", singkatan dari "Create Once Distribute Everywhere". Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami sebagai organisasi yang bergerak di dunia literatur dan digital, hal inilah yang akan menjadi kebutuhan organisasi Kristen di masa depan, khususnya yang berhubungan dengan literatur dan dunia digital.

Menulis di zaman sekarang tidak lagi hanya terbatas untuk buku cetak saja, tetapi juga sudah harus mulai dipikirkan buku digital dan jalur-jalur distribusi melalui media elektronik lain, termasuk email, media sosial, situs web, aplikasi Android, dll.. Ambil contoh publikasi renungan cetak yang memiliki oplah 5.000 eksemplar, setelah dicetak maka daur hidup renungan tersebut hanya sebatas jumlah eksemplarnya karena untuk mencetak ulang hampir tidak mungkin. Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak berbanding lurus dengan jumlah cetaknya, alias 5.000 kali biaya cetak dan transportasi. Sementara itu, dengan paradigma "C.O.D.E.", maka suatu renungan hanya perlu dibuat sekali saja, dan renungan tersebut dapat didistribusikan melalui berbagai jalur untuk dapat dibaca oleh pelanggan di mana pun, kapan pun, dengan platform apa pun (web, app, dll.), dan dengan biaya yang dapat ditekan hingga mendekati nol! Kami dengan segenap hati mendorong para penulis-penulis Kristen untuk tidak hanya membatasi diri dengan menulis buku cetak, tetapi juga mulai merambah dunia digital.

Seusai memberikan pelatihan untuk Bala Keselamatan, kami berpisah dengan penuh haru karena menyaksikan semangat pelayanan mereka yang berapi-api, membuat kami pun tertular dengan semangat tersebut hingga kami pulang. Haleluya!

Dari Bandung, kami kembali ke Jakarta untuk melayani di ibadah para mahasiswa Sekolah Surya di Tangerang. Puji Tuhan, pelayanan pada hari Pentakosta tersebut kami lakukan dengan semangat yang masih menggebu-gebu dari Bandung. Kami melayani para mahasiswa yang kebanyakan berasal dari Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan beberapa tempat lainnya. Kami membagi-bagikan DVD-DVD bahan pelayanan, khususnya untuk lulusan angkatan pertama dari sekolah keguruan tersebut. Kami sungguh bersyukur karena para alumni pertama ini akan pulang ke tempat pelayanan mereka masing-masing dengan membawa bekal perpustakaan SABDA di tangan mereka.

Dari Jakarta, kami pun kembali ke Solo dengan penuh sukacita, walaupun lelah setelah mengadakan perjalanan dan pelayanan selama seminggu tanpa berhenti. Semoga Tuhan terus memberi kesempatan kepada kami untuk melayani demi kemuliaan-Nya!

Categories: C3I, Indolead, PEPAK

Komentar


Syndicate content