Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Apakah Anak Anda Dibully? Inilah 9 Langkah yang Bisa Anda Lakukan sebagai Orangtua

Seperti yang kita semua tahu dengan sangat baik, sebutan yang bersifat mengejek, ejekan kejam, gangguan lewat media internet, dan gangguan secara fisik terjadi setiap hari terhadap anak-anak di seluruh negeri. Ketika anak Anda sedang diganggu, sulit untuk berkonsentrasi pada hal lain —- yang Anda ingin lakukan hanyalah segera menghentikannya. Janet Lehman, MSW menjelaskan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak —- dan apa yang bisa menyakiti mereka dalam jangka panjang.

Pelajaran bagi putra kami adalah bahwa meskipun ia tidak dapat menghentikan orang untuk mengatakan hal-hal yang buruk, ia memiliki beberapa kontrol atas bagaimana caranya menanggapi hal itu.

Pada titik tertentu, anak Anda akan diganggu atau perasaannya akan terluka oleh orang lain. Kita semua memiliki cobaan dan kesengsaraan kita dengan anak-anak kita, tidak peduli siapa pun kita. Bagian tak terhindarkan dari kehidupan yaitu menemukan solusi untuk masalah, bahkan ketika hal-hal itu tidak mudah atau nyaman.

Menurut pendapat saya, gangguan adalah masalah nyata yang perlu diselesaikan sebagai sebuah keluarga. Putra kami diganggu di sekolah menengah dan sekolah tinggi. Kami tinggal di sebuah komunitas pedesaan kecil di mana ia pergi ke sekolah dasar; guru-guru sangat memperhatikan semua anak dan sangat penuh perhatian. Dalam beberapa hal itu adalah sekolah yang ideal. Sayangnya, masyarakat kami tidak memiliki SMP atau SMA, jadi kami harus membuat pilihan untuk mengirim anak kami ke sekolah di kota besar yang terdekat.

Segera, ia mulai pulang dengan beberapa cerita yang sangat mengganggu tentang bagaimana anak-anak lain menggodanya, memberinya sebutan dan mengejeknya. Anak-anak ini tidak memiliki alasan yang jelas mengapa mereka mengganggu anak kami selain karena dia adalah anak baru; ia dianggap sebagai anak yang berbeda. Anak kami pulang ke rumah setiap hari dengan cerita mengerikan tentang hal-hal yang telah terjadi. Suami saya, James, dan saya berusaha keras untuk tidak bereaksi terlalu kuat ketika ia berbicara kepada kami. Kami tidak ingin tampak terlalu marah tentang hal itu, karena kami benar-benar ingin mendengarkan apa yang anak kami harus katakan tanpa membuatnya lebih buruk dengan reaksi yang berlebihan. Kami mencoba untuk tetap bersikap senetral mungkin, tetapi kami tidak selalu berhasil. Anak kami marah dan depresi, dan itu menghancurkan hati kami.

Seiring waktu, kami mampu menyelesaikan masalah ini sebagai sebuah keluarga, tetapi saya ingin menekankan bahwa hal itu tidak terjadi dalam semalam, sebesar apa pun kami menginginkannya. Butuh banyak usaha, baik dengan pihak sekolah dan juga dengan anak kami untuk menemukan solusi atas masalah ini. Dalam prosesnya, kami belajar beberapa pelajaran berharga yang saya percaya memainkan peran besar dalam menyelesaikan masalah ini untuk anak kami.

Berikut adalah 9 langkah yang dapat diambil ketika anak Anda sedang diganggu.

1. Dengarkan apa yang anak Anda katakan: Menjadi pendengar yang baik adalah bagian penting dari peran Anda ketika anak Anda sedang diganggu. Salah satu pertanyaan terbaik yang dapat Anda ajukan kepada anak Anda adalah, "Apa yang dapat kulakukan untuk membantu?" Ketika anak Anda memberitahu Anda apa yang terjadi di sekolah, meskipun sakit untuk mendengarkannya, terbukalah dan dengarkanlah apa yang dia katakan. Cobalah untuk mendukung tetapi tetap bersikap netral ketika dia berbicara. Ketika Anda bereaksi terlalu kuat terhadap apa yang anak Anda katakan, ia mungkin berhenti berbicara karena dia takut dia akan membuat Anda marah.

Sisi lain dari mendengarkan adalah tidak menyalahkan anak Anda. Jangan meletakkan tanggung jawab atas gangguan pada dirinya atau mencoba untuk menemukan alasan untuk itu; tidak ada sebab atau alasan yang baik untuk gangguan yang telah terjadi. Jika anak Anda sedang diganggu, dia adalah korban, sehingga mencoba untuk menemukan alasan mengapa dia "menyebabkan itu terjadi pada dirinya" benar-benar tidak membantu. Jangan pernah menyalahkan anak Anda karena itu membuatnya cemas dan mengurangi apa yang dia akan beritahukan kepada Anda. Tujuan Anda adalah ia terus mengkomunikasikan apa yang terjadi.

2. Jika Anda diganggu ketika kanak-kanak, cobalah untuk tidak mempersonalisasi apa yang terjadi. Jika Anda diganggu ketika Anda masih kecil, situasi yang sama dengan anak Anda kemungkinan besar akan memunculkan kenangan yang menyakitkan. Tidak apa-apa untuk terhubung dengan anak Anda tentang bagaimana rasanya diganggu, tetapi janganlah menganggap bahwa seolah-olah itu adalah masalah Anda sendiri. Saya pikir hal yang paling penting untuk dilakukan ketika anak Anda diganggu adalah untuk mengingat tanggapan yang Anda terima dari orang lain yang berguna —- atau yang tidak berguna. Gunakan apa yang berhasil dan hindari melakukan apa yang tidak mendukung atau menyakitkan.

3. Jangan membalas kepada pengganggu atau keluarganya. Meskipun sangat menggoda untuk menangani sendiri masalah itu dan membalas pengganggu atau keluarganya, jangan lakukan itu. Ini adalah di mana Anda harus mengatur beberapa contoh untuk anak Anda tentang cara untuk memecahkan masalah. Memang sangat sulit untuk mendengar bahwa anak Anda sedang diancam; tentu saja Anda ingin segera menghentikan penderitaannya. Namun ingat, membalas tidak akan membantu anak Anda memecahkan masalah atau merasa lebih baik tentang dirinya. Sebaliknya, tariklah napas dalam-dalam dan berpikirlah tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda menangani apa yang dia hadapi.

4. Latih anak Anda bagaimana untuk bereaksi: para pengganggu cenderung memilih orang-orang yang darinya mereka bisa mendapatkan reaksi dari perlakuan mereka; mereka memilih anak-anak yang akan marah dan yang menganggap serius godaannya. Mereka juga mencari anak-anak yang tidak akan membela diri sendiri, atau yang dapat mereka kuasai. Sangat penting untuk mengajarkan anak Anda bagaimana bereaksi. Kami melatih anak kami tentang cara untuk menghindari pengganggu di sekolah dan kepada siapa dia bisa pergi jika ia merasa tidak aman. Kami juga melakukan main peran bersama-sama di mana kami berlatih untuk tidak bereaksi terhadap apa yang dikatakan para pengganggu. Bagian lain dari apa yang kami lakukan adalah mengaturnya sehingga anak kami memiliki beberapa kontrol atas apa yang sedang terjadi. Dia tidak bisa segera menghentikan gangguan, tetapi dia bisa menjauhkan dirinya dari itu dan dia bisa menemukan seseorang untuk diajak bicara tentang hal itu.

5. Cari guru atau administrator di sekolah anak Anda yang akan membantu: Ingat, adalah tanggung jawab sekolah untuk menghentikan gangguan; Saya pikir sebagian besar menganggapnya serius. Anugerah untuk anak kami adalah guru pembimbing konseling di sekolahnya. Dia memberikan tempat yang aman untuk anak kami untuk dituju ketika ia sedang dijadikan sasaran gangguan. Guru pembimbing konseling itu menginginkan dia merasa seolah-olah dia memiliki beberapa kontrol atas situasi, sehingga anak kami adalah orang yang mengambil inisiatif untuk berbicara dengan dia. (Meskipun kami tidak secara terbuka membicarakan hal ini dengannya, dia tahu pada tingkat tertentu bahwa kami juga berbicara dengan guru pembimbing konseling tersebut.) Kami merasa adalah penting bagi anak kami untuk memiliki beberapa rasa menangani masalah ini dan menyelesaikannya dengan pergi ke guru BK sendiri.

Setelah putra kami mulai berbicara dengan gurunya, guru tersebut memberi tahu bahwa putra kami bisa duduk saja di kantornya, bahkan jika dia tidak ada di sana; sekolah memungkinkan putra kami, pada dasarnya, untuk mengambil waktu dan berhenti guna menjauh dari situasi yang mengganggunya. Sekali lagi, itu memberinya kendali atas apa yang terjadi. Hal tersebut memberinya sumber dukungan dan membuatnya merasa seperti dia bukan tidak berdaya. Dengan berbicara kepada guru konseling dan menggunakan haknya untuk pergi ke kantornya, itu menunjukkan bahwa ada beberapa solusi untuk situasi tersebut.

Juga penting untuk memastikan anak Anda terus berbicara -— apakah itu dengan Anda, dengan seorang guru konseling atau guru yang dipercaya, sangatlah penting agar dia terus mengkomunikasikan apa yang terjadi.

6. Berpihaklah pada anak Anda: Ketika anak kami diganggu, kami terus-menerus menegaskan kembali bahwa ada hal yang bisa ia lakukan untuk menangani situasi, dan bahwa ia sebenarnya sedang melakukannya. Kami memberi tahu dia bahwa kami akan menolong dia dan bahwa kami mencintainya dan kami akan mendukungnya. Kami juga mengatakan bahwa tidak ada alasan apa pun atas apa yang terjadi padanya. Pastikan untuk membiarkan anak Anda tahu bahwa Anda berada di sisinya; ia perlu memahami bahwa Anda tidak menyalahkan dia dan bahwa Anda akan mendukungnya.

Kami juga memberi tahu anak kami bahwa jika dia membalas kelompok itu, dengan membalas sumpah serapah atau bahkan berkelahi, maka kami tidak akan menghukumnya di rumah. Anak kami diganggu secara fisik dan verbal, dan kami mengatakan kepadanya bahwa ia bisa melakukan apa yang dia perlu lakukan untuk melindungi dirinya sendiri. Kami mengatakan kepadanya bahwa dia masih akan menghadapu konsekuensi di sekolah untuk kelakuan buruk apapun karena itu akan bertentangan dengan aturan, tetapi kami tidak menambah hukumannya di rumah.

7. Dapatkan dukungan: Pastikan untuk berbicara dengan pasangan Anda atau keluarga atau teman-teman yang mendukung. Kadang-kadang saya meledak menangis setelah mendengar tentang apa yang terjadi pada anak kami. Pastinya ada saat-saat ketika James dan saya marah. Saya pikir intinya adalah bahwa situasi ini benar-benar dapat menguras emosi dari orang tua.

Kami menyadari bahwa kami perlu berbicara satu sama lain tentang hal tersebut bersama-sama sebagai pasangan karena hal itu begitu menyakitkan, dan karena kami ingin jelas mengenai bagaimana kami berkomunikasi kepada anak kami. Saya merekomendasikan bahwa orang tua tunggal menjangkau seseorang — anggota keluarga, teman, atau seseorang di sekolah -— siapa saja yang dapat membantu Anda untuk membantu anak Anda. Kami mengulurkan tangan untuk teman-teman dan rekan-rekan juga, dan bertanya bagaimana mereka menanganinya ketika itu terjadi pada anak-anak mereka. Setidaknya, itu membantu kami merasa bahwa kami tidak sendirian dan bahwa tidak ada sesuatu yang salah dengan anak kami.

8. Ajarkan anak Anda untuk mengatakan apa yang terjadi: Untuk anak-anak yang lebih kecil, sangat penting untuk dapat mengatakan apa yang terjadi saat "diganggu." Kepada anak yang sudah merasa diganggu, berikan kekuatan untuk dapat benar-benar mengatakannya. Hal itu mengajar banyak tentang pencegahan gangguan di sekolah pada saat ini dan "mengganggu" adalah kata yang negatif sehingga adalah baik untuk anak Anda dapat mengaitkannya dengan perilaku. Ini benar-benar memberdayakan bagi banyak anak dan dapat berhasil untuk anak-anak yang lebih besar, juga.

9. Temukan sesuatu yang anak Anda benar-benar mahir melakukannya: Bantu anak Anda merasa baik tentang dirinya dengan mencari sesuatu yang dapat dilakukannya dengan baik. Pilih beberapa kegiatan yang dikuasainya dan pertegas hal itu secara lisan. Anak kami ikut kegiatan berenang dan itu sangat berguna untuk harga dirinya.

Untungnya, dia berhasil melewati tahun itu dan memiliki pertemanan yang bagus. Musim panas itu kami mendaftarkannya untuk mengikuti program perkemahan musim panas. Dia pergi ke sana dengan masih merasa sedikit seperti korban, dan keluar sebagai seorang manusia yang sama sekali berbeda. Perkemahan adalah tempat di mana ia benar-benar unggul dan menaikkan harga dirinya.

Jadi, cobalah untuk menemukan pengalaman yang positif bagi anak Anda untuk membantu dia merasa baik tentang dirinya. Ingat, setiap kali ia berhasil, hal ini membantu dia mengembangkan harga diri dengan lebih baik; perasaan itu adalah kebalikan dari bagaimana pengganggu telah membuatnya merasa tentang dirinya.

Gangguan bukanlah sesuatu yang akan dilewati anak Anda dengan segera -— atau hanya karena ia menginginkan hal itu terselesaikan begitu saja. Itu dapat menjadi proses yang panjang. Pelajaran bagi anak kami adalah bahwa sementara dia tidak dapat menghentikan orang untuk mengatakan hal-hal yang buruk, ia memiliki beberapa kontrol atas bagaimana ia menanggapi itu.

Lihatlah dengan cara ini: banyak orang merasa terjebak dalam pekerjaan mereka. Namun, begitu mereka mengetahui bahwa mereka memiliki pilihan — bahwa mereka dapat tinggal di sana atau pergi ke tempat lain — mereka akan merasa lebih baik. Tempat terjebak itulah, perasaan yang benar-benar tak berdaya dan terperangkap itulah, merupakan hal yang terburuk. Saya pikir apa yang anak kami dapatkan dari situasi ini adalah menemukan potongan-potongan kecil dari kontrol dan mengerahkan mereka, sedikit demi sedikit.

Sekali lagi, semua ini membutuhkan banyak waktu. Kami tidak mendapatkan solusi dengan cepat. Butuh waktu bagi anak kami untuk mempercayai guru konselingnya dan kemudian bagi kami untuk mendorong dia pergi berbicara dengannya. Setelah beberapa saat, kami bisa melihat bahwa segala sesuatu yang kami lakukan mulai bekerja. Mengatasi masa-masa gangguan membutuhkan dukungan, dan dibutuhkan semua orang yang bekerja bersama-sama sebagai sebuah keluarga untuk mewujudkannya.

Tanda-tanda bahwa anak Anda sedang diganggu:

- Tidak pergi ke kamar mandi di sekolah. Banyak pengganggu menyerang di kamar mandi, jauh dari kamera dan orang dewasa. Hindari kegiatan dan daerah tanpa pengawasan.
- Marah setelah panggilan telepon, teks atau email.
- Kehilangan teman-teman yang sebelumnya mereka miliki.
- Menjadi lebih terisolasi dan melewatkan kegiatan yang biasanya dulu mereka sukai. Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian di kamar mereka.
- Membuat pernyataan negatif tentang diri mereka sendiri dan terlibat dalam pembicaraan diri yang negatif. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Empowering Parents
Alamat URL : https://www.empoweringparents.com/article/is-your-child-being-bullied-9-steps-you-can-take-as-a-parent/
Judul asli artikel : Is Your Child Being Bullied? 9 Steps You Can Take as a Parent
Penulis artikel : Janet Lehman, MSW
Tanggal akses : 17 Februari 2016

Komentar