TANYA:
Perkembangan putra sulung saya sangat memprihatinkan. Dia tak peduli
dengan lingkungan sekitarnya dan lebih senang mengucilkan diri
ketimbang bermain dengan teman-teman seusianya. Saya harus berteriak
saat memanggil, untuk membuatnya menoleh ke arah saya. Tidak cuma
itu, dia juga kurang `nyambung` kalau diajak bicara. Apalagi kalau
saya berkomunikasi lewat telepon, padahal usianya sudah 5 tahun.
Awalnya, saya kira dia punya kelainan dengan telinganya.
Autis adalah penyakit atau gangguan pada perkembangan otak yang
diperkirakan menyerang 1 dari 1.000 orang di Amerika. Orang yang
menderita autis biasanya kurang mampu berbahasa dan tidak mampu
bergaul dengan lingkungan sosialnya. Sekitar 80% dari jumlah
penderita autis adalah laki-laki. Mengapa demikian, alasannya tidak
diketahui oleh para peneliti.
Hal yang juga tidak diketahui adalah penyebab autis. Segala sesuatu
dari perubahan genetik hingga kontak kandungan ibu dengan penyakit
sampai ketidakseimbangan kimia telah dipersalahkan.
Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis, adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autis Infantil.
Schizophrenia juga merupakan gangguan yang membuat seseorang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri: berbicara, tertawa, menangis, dan marah-marah sendiri.
Dari: Evert <Evert@>
>Salam dalam kasih Kristus, saya ucapkan terima kasih banyak sudah
>membantu mencarikan artikel tentang aborsi, Tuhan Yesus Kristus
Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis, adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autis Infantil.
Schizophrenia juga merupakan gangguan yang membuat seseorang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri: berbicara, tertawa, menangis, dan marah-marah sendiri.