Fokus C3I September 2012 - Hubungan Orang Tua dengan Anak Remaja
<p align="justify">Shalom,</p>
<p align="justify">Bagi orang tua, anak-anak merupakan tanggung jawab besar yang Tuhan berikan kepada mereka. Tanggung jawab tersebut meliputi tugas mendidik, menjaga, dan merawat "titipan Tuhan" tersebut. Setiap orang tua punya cara yang berbeda dalam mendidik anak-anak mereka. Dalam menjalankan tugasnya, orang tua perlu berkomunikasi dengan anak demi terciptanya relasi yang intim. Namun, sering kali kesulitan komunikasi antara anak dan orang tua justru terjadi, dan semakin meningkat ketika anak menginjak usia remaja. Akibatnya, bermunculanlah masalah antara orang tua dan anak remaja mereka. Bagaimana kita dapat mengatasinya?</p>
<p align="justify">Simaklah bahan-bahan Fokus C3I yang bulan ini membahas tema Hubungan Orang Tua dengan Anak Remaja. Kiranya dapat membantu Pengunjung sekalian menghadapi masalah-masalah konseling seputar hubungan orang tua dan anak.</p>
<p align="justify">Tuhan memberkati.</p>
Dalam zaman elektronik serba cepat ini, anak-anak tumbuh lebih cepat dan ingin bebas lebih awal dibandingkan yang dulu dialami oleh orang tua mereka. Banyak orang tua yang merasa sulit mengikuti perubahan-perubahan kilat yang dialami anak-anak mereka, dan sebagai akibatnya, terjadilah pertentangan.
Sebagai guru BK di SMP saya sering di mintai pendapat oleh orang tua mengenai putra/i mereka. Kebanyakan orang tua merasa kebingungan menghadapi putra/i nya yang baru menginjak masa remaja. Menurut mereka anaknya tidak seperti dulu lagi. Mulai memberontak, egois, di nasehati salah, tidak di nasehati apalagi. Membingungkan! kurang lebih seperti itulah keluhan para orang tua itu mengenai anak remaja mereka.
Anak usia SMP memang masuk dalam kategori remaja awal-pertengahan. Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak. Pada masa ini terjadi banyak perubahan (perkembangan) pada seorang individu. Selain perubahan pada fisik yang dapat terlihat, juga perubahan dari segi psikososial individu remaja tsb.
Semua orang tua bertanggung jawab untuk menetapkan batasan bagi
anak-anak mereka. Kita memastikan mereka memakan makanan yang baik,
memakai pakaian yang pantas, dan tidur pada waktunya. Ketika mereka
bertambah besar, kita mengurangi batasan mereka, memberi mereka
lebih banyak kebebasan untuk menentukan pilihan mereka sendiri,
sambil tetap memerhatikan dari dekat, siap untuk bertindak bila
diperlukan. Tujuan utama menetapkan batasan dalam kehidupan
anak-anak kita adalah agar mereka dapat menetapkan batas-batas
tanggung jawab mereka sendiri saat mereka kelak meninggalkan
lingkungan keluarga.