c3i
Situs C3I
Mitos Tentang Pernikahan
Kata "mitos" berarti suatu rekaan atau setengah benar, khususnya bila mitos itu membentuk bagian dari ideologi. Kita punya mitos untuk hampir semua perkara yang dikenal manusia, misalnya saja dewa-dewi Yunani kuno yang menjelajahi bumi untuk menentukan jenis kelamin anak yang belum dilahirkan.
Mengapa mitos ada? Hebatnya, mitos dapat dimulai dari hanya satu orang. Jika seseorang percaya bahwa suatu hal adalah benar tanpa perlu dibuktikan dan menyebarkan hal yang setengah benar ini ke mana-mana, dengan berlalunya waktu, sebuah mitos pun tercipta.
Impian dalam Pernikahan
- Read more about Impian dalam Pernikahan
- Log in to post comments
Mitos tentang Pernikahan
Kata "mitos" berarti suatu rekaan atau setengah benar, khususnya bila mitos itu membentuk bagian dari ideologi. Kita punya mitos untuk hampir semua perkara yang dikenal manusia, misalnya saja dewa-dewi Yunani kuno yang menjelajahi bumi untuk menentukan jenis kelamin anak yang belum dilahirkan.
Mengapa mitos ada? Hebatnya, mitos dapat dimulai dari hanya satu orang. Jika seseorang percaya bahwa suatu hal adalah benar tanpa perlu dibuktikan dan menyebarkan hal yang setengah benar ini ke mana-mana, dengan berlalunya waktu, sebuah mitos pun tercipta.
Suami Saya Punya Wanita Simpanan
Setelah Perselingkuhan
Perselingkuhan selalu membawa dampak yang besar terhadap relasi pernikahan. Meskipun bisa diselesaikan, sering kali membutuhkan waktu dan proses untuk memulihkan relasi. Berikut ringkasan perbincangan dengan Pdt. Paul Gunadi, Ph.D. tentang masalah-masalah yang biasa timbul setelah perselingkuhan.
T: Ada beberapa pasangan yang setelah melewati masalah perselingkuhan ternyata timbul masalah komunikasi suami istri. Mengapa bisa demikian?
J: Pada masa badai selingkuh menerpa, umumnya kita bersatu padu melawan sasaran yang sama, yakni si orang ketiga. Setelah ancaman itu lenyap, kita kembali melihat ketidakcocokan yang telah membuka pintu perselingkuhan. Pernikahan kita bisa tetap utuh, tetapi ketidakcocokan masih ada, dia masihlah orang yang egois, kalau marah seenaknya, tidak memikirkan perasaan orang lain, tidak memedulikan anak-anaknya, dan sebagainya. Inilah yang sering kali terjadi, kita melihat kembali masalah yang sama.
Pria Idaman Lain dan Wanita Idaman Lain
A. Pendahuluan
Keadaan di sekitar kita makin berubah. Hal-hal yang tadinya ditutup rapat, sekarang mulai dibuka dan dibicarakan dalam forum terbuka. Bahkan masalah harta kekayaan seseorang mulai dibuka. Begitu juga dengan keberadaan Pria Idaman Lain (PIL) dan Wanita Idaman Lain (WIL). Sesungguhnya gejala tersebut sudah lama diketahui, bahkan sejak di Kitab Suci sudah disebut-sebut adanya WIL atau WML (Wanita Milik Lain). PIL kadang-kadang terdengar juga dari gosip, dan mulai lebih riuh sejak wanita mendapat kebebasan belajar dan bekerja, serta berkarya bersama para pria. Selain itu, timbul pula gejala yang disebut sebagai WML, yang sering diperlakukan sebagai milik sendiri untuk sementara saja. Baiklah gejala ini akan dilihat lebih lanjut tanda-tandanya.
Kesetiaan dalam Pernikahan
- Read more about Kesetiaan dalam Pernikahan
- Log in to post comments
Dapatkah Saya Memengaruhi Anak-Anak Saya?
Edisi C3I: e-Konsel 193 - Pelajaran Menjadi Orang Tua
Orang Tua: "Mama bilang sudah waktunya simpan mainan."
(Tak ada jawaban)
Orang Tua: "Mama hitung sampai tiga."
(Hening)
Orang Tua: "Satu, dua, tiga ... tiga ... tiga. Kau dengar apa kata Mama barusan? Mama bilang sudah waktunya simpan mainan, sikat gigi, berdoa, dan pergi tidur." (Suara semakin meninggi)
Anak: "Iya, aku dengar, tapi aku masih main. Coba Mama hitung lagi!"
Menjadi orang tua memang pekerjaan yang menantang. Kita berusaha semampunya untuk membimbing anak-anak kita, tetapi seakan-akan justru merekalah yang mengendalikan kita. Terkadang mereka bahkan tidak mendengar kata-kata kita. Kebanyakan orang Amerika Utara yakin bahwa para orang tua memiliki pengaruh yang lebih sedikit terhadap anak-anak mereka dibandingkan sekolah dan media massa. Dengan gaya hidup yang sibuk, sebagian orang tua mengira bahwa tempat penitipan anak, sekolah, dan acara televisi memainkan peran utama dalam membentuk anak-anak mereka.