c3i

Situs C3I

Pernikahan Kedua

By admin

Salam kasih dalam Tuhan,

"Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan," kata banyak orang. Benarkah demikian? Lantas, bagaimana jika pasangan kita pergi menceraikan kita atau berpulang kepada Bapa? Apakah sebagai orang percaya, kita boleh menikah lagi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silakan simak artikel yang tersaji dalam edisi ini. Selain itu, beberapa pendapat Sahabat Konsel yang terangkum di kolom Komunitas Konsel juga memberikan wacana bagi Anda. Pastikan firman Tuhan menjadi jawaban utama yang Anda berikan untuk menolong konseli yang Anda layani. Soli Deo gloria!

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://c3i.sabda.org/ >

Baca Selengkapnya

Pernikahan Kristen yang Kedua

Untuk banyak orang, pernikahan Kristen yang kedua merupakan topik yang sulit untuk diartikan. David Jones, dalam buku "The Betrothal View of Divorce and Remarriage" menulis, "Para sarjana belum mampu menyusun kerangka standar moral untuk persoalan ini, dengan kata lain, tidak ada kesepakatan pemikiran atas apa yang Kitab Suci ajarkan tentang perceraian dan pernikahan kembali." [1]

Baca Selengkapnya

Ralat Alamat Ayat

By admin

Dalam e-Konsel edisi 363/Agustus 2014, tercantum informasi yang kurang tepat tentang alamat ayat dalam kolom Cakrawala: Mengatasi Depresi.

Sebelumnya tertulis:

"Apakah Anda dalam posisi menerima karunia "hidup berkelimpahan" dari Allah? Jika Anda tidak yakin, mintalah kepada Allah saat ini juga untuk mengampuni Anda atas dosa-dosa Anda, untuk datang dan memerintah dalam hidup Anda (Roma 10:9-10,13; 1 Yohanes 1:12-13)."

Alamat ayat yang BENAR adalah:

Baca Selengkapnya

Mengelola Perusahaan

Tanya

Kedua orang tua saya meninggal beberapa tahun yang lalu. Perusahaannya diwariskan kepada saya. Saya berusaha keras meneruskan dan mempertahankannya. Akan tetapi meskipun demikian, keadaan perusahaan saya menjadi bertambah buruk, sampai-sampai saya hampir kehilangan segalanya. Saya memerlukan pertolongan, Bapak.

Jawab

Anda bukan saja harus menerima kematian orang tua Anda, tetapi juga harus memikul tanggung jawab yang ditinggalkan oleh mereka. Anda berada dalam posisi yang sulit, bukankah demikian?

Baca Selengkapnya

Bagaimana Menolong Anak Saya yang Cacat?

>Tanya

Bapak Palau, anak saya lahir dalam keadaan cacat. Kakinya pendek sebelah. Setahun setengah kemudian, ia kehilangan tiga jari tangannya dalam sebuah kecelakaan. Walaupun demikian, ia dapat menulis dengan baik, dapat bermain-main, dan sangat aktif. Akan tetapi, kelak bila ia dewasa, saya pikir ia akan menderita secara psikologis karena ia cacat. Bagaimanakah saya dapat menolong anak saya?

Jawab

Anda tadi mengatakan bahwa keadaan cacat jasmani anak Anda tidak menghalangi dia unggul dalam beberapa kegiatan fisik. Bapak senang mendengarnya. Akan tetapi, Anda belum memberi tahu saya apa yang membuat anak Anda cacat sejak lahir, dan berapa umurnya?

Baca Selengkapnya

Kebohongan Demi Kebaikan

Tanya:

Ayah saya meninggal dunia satu tahun yang lalu. Saya mengetahuinya karena seseorang menelepon saya untuk memberi tahu saya. Saya tidak mengatakan hal itu kepada ibu saya karena saya tidak mau ia menderita. Oleh karena itu, saya berbohong.

Namun, kemudian ibu saya mengetahui hal itu, dan ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah memaafkan saya. Saya tidak dapat berkata apa-apa lagi. Setiap malam saya menangis dan tidak bisa tidur. Saya merasa bersalah atas keadaan yang menjadi begini. Ibu saya sekarang sering minum minuman keras. Bapak Palau, saya memerlukan nasihat Bapak.

Jawab:

Baca Selengkapnya

Mengatasi Depresi

Diringkas oleh: S. Setyawati

Hampir setiap orang pernah mengalami masa-masa yang menyedihkan. Sebagian besar orang dapat mengatasinya dengan sedikit waktu, tetapi ada beberapa orang yang terus tenggelam dalam kesedihan. Ketika Anda terjebak dalam masa-masa sedih yang berkelanjutan, Anda mungkin menyadari tanda-tanda yang sering kali menyertainya, misalnya meragukan Allah, dendam terhadap orang lain, sulit membuat keputusan, merasa bersalah, malas, insomnia atau kelebihan tidur, tidak selera makan atau makan berlebih, ragu-ragu, mengeluh, cemas, dan putus asa.

Baca Selengkapnya

Mengatasi Keletihan Mental

  1. Faktor Kepribadian yang Menambah Kerentanan
    1. Pasif, tidak bisa menolak permintaan, takut mengecewakan orang.
    2. Haus akan penghargaan sehingga berupaya keras menyenangkan hati orang tanpa mengenal batas.
    3. Kurang memahami atau peka pada keterbatasan pribadi, tidak tahu kemampuan, tidak tahu keletihan, sehingga menganggap diri senantiasa bisa, sindroma "single fighter".
    4. Mendasarkan penghargaan diri atas "fungsi"; tanpa fungsi, tidak ada kegunaan.
Baca Selengkapnya