Bergabunglah dalam Kelas Pernikahan Kristen (PKS) 2014
Pernikahan pada zaman ini sangat rentan terhadap pengaruh pandangan-pandangan postmodern, yang dapat menjauhkan kita dari tujuan awal Allah membentuk sebuah lembaga pernikahan.
Situs C3I
Pernikahan pada zaman ini sangat rentan terhadap pengaruh pandangan-pandangan postmodern, yang dapat menjauhkan kita dari tujuan awal Allah membentuk sebuah lembaga pernikahan.
Saya ingin menjadi teman yang selalu hadir, yang mengingat setiap hari ulang tahun, yang membuat surat-surat tulisan tangan yang indah, dan yang melontarkan percakapan asyik di Pinterest. Namun sebaliknya, saya adalah teman yang lupa untuk menelepon. Saya adalah teman yang terus-menerus menghilang. Saya adalah teman yang menanyakan alamat Anda kepada Anda berulang kali karena saya tidak pernah ingat untuk mencatatnya.
Hampir setiap orang pada suatu waktu atau pada saat-saat tertentu mengalami masa-masa kesedihan. Sebagian besar orang mengatasinya dengan sedikit waktu. Akan tetapi, untuk beberapa orang, kesedihan terus berlanjut.
Jika Anda terjebak dalam masa-masa kesedihan yang berkelanjutan, Anda mungkin menyadari satu atau lebih tanda-tanda yang sering kali menyertai depresi: ketidakpercayaan kepada Allah yang terus bertambah, dendam terhadap orang lain, kesulitan dalam membuat keputusan, rasa bersalah, kemalasan, insomnia atau kelebihan tidur, tidak berselera makan atau kelebihan makan, keraguan, keluhan, kecemasan, dan keputusasaan, seolah-olah Anda berada di dalam lobang yang tidak dapat dihindari.
"Ini kanker." Kata-kata yang menghancurkan ketegangan dalam sebuah ruangan. Saya telah menunggu-nunggu bersama teman saya untuk mengetahui hasil biopsinya. Teman saya tampak tenang. Ia mungkin terlalu terpaku untuk dapat merasakan. Akan tetapi, saya merasa putus asa. Saya ingin berteriak "Tidak!" Saya merasa takut, tidak berdaya, dan geram. Keputusasaan adalah suatu pengalaman akan kebutuhan dan ketidakberdayaan yang ekstrem. Kita merasa putus asa ketika situasi kehidupan mengalahkan kita. Kita merasa putus asa ketika keberadaan kita terancam, dan kita merasa tidak mampu mengatasi akibatnya. Mazmur ini memberikan suara bagi pengalaman keputusasaan kita.
Salam kasih,
Kebangkitan Kristus mempunyai arti penting dalam kehidupan setiap orang percaya. Namun, pernahkah Anda memikirkan serangkaian peristiwa yang terjadi ketika berita tentang kebangkitan Kristus tersebar luas? Apa yang dialami para penjaga Romawi yang pernah memukul dan memahkotai Yesus dengan mahkota duri ketika melihat Yesus keluar dari kubur? Apa yang dipikirkan Pilatus tentang kebangkitan Kristus? Bagaimana respons orang-orang yang mendengar bahwa Kristus telah bangkit? Kita perlu mengetahui fakta-fakta seputar kebangkitan Kristus karena hal ini akan semakin meneguhkan iman kita bahwa melalui kebangkitan Kristus, iman dan pengharapan setiap orang percaya tidak sia-sia. Silakan menyimak sajian edisi ini dan jangan lewatkan informasi penting tentang makna Paskah yang alkitabiah. Selamat membaca!
Diringkas oleh: S. Setyawati
Bacaan: Matius 28:2-4, 11-15
Malam menjelang kebangkitan Yesus seolah berjalan begitu lambat. Kristus masih berada dalam kubur, batu besar masih menutup pintu kubur, segel Romawi masih utuh, dan para penjaga Romawi berjaga-jaga.
Tanya:
Dari sudut pandang Alkitab, apakah arti Paskah? Haruskah kita merayakannya?
Jawab:

Saya bukan ibu yang sempurna, dan demikian juga Anda - mari kita perangi rasa bersalah bersama-sama.
Jika Anda seorang ibu yang bekerja seperti saya, saya dapat memberi tahu Anda beberapa hal tentang diri Anda.
Pertama, Anda lelah.
Saya tahu.
Pada mulanya sebagian besar pasangan muda merintis perkawinan mereka sebagai pasangan yang serba terbatas, yang menatap masa depan dengan penuh harapan. Namun, ketika mereka sudah hidup berkecukupan ternyata kebahagiaan yang telah diperoleh dengan susah payah itu dikacaukan oleh orang ketiga. Mengapa hal ini sering terjadi pada setiap pasangan suami istri (pasutri) yang bertahun-tahun sebelumnya hidup bersama dalam hubungan yang harmonis?
Salam kasih,
Kelahiran Yesus di dunia bukan untuk menikmati kemewahan dan pelayanan umat manusia. Kehadiran-Nya dalam rupa manusia justru dilakukan untuk menebus manusia dari hukuman dosa. Karya keselamatan yang telah Allah Bapa rencanakan terwujud karena kerelaan hati dan kasih Yesus yang besar atas kita. Hal ini kiranya mengingatkan kita bahwa keselamatan yang kita terima dari-Nya, seharusnya kita sampaikan juga kepada orang-orang yang kita temui, termasuk konseli yang kita layani.