c3i

Situs C3I

Bila Tuhan tidak Mengaruniakan Anak

By admin

Salam kasih,

Tidak dapat dimungkiri bahwa kehadiran seorang anak sangat dinanti oleh semua pasangan. Bagi kebanyakan orang, rumah tangga seolah belum lengkap tanpa kehadiran seorang anak. Bukan perkara mudah bagi pasangan tanpa anak untuk hidup dalam anggapan-anggapan tersebut. Lalu, apakah yang harus dilakukan oleh pasangan yang tidak dikaruniai anak? Mungkinkah mereka bisa menjalani kehidupan pernikahan dengan bahagia? Belajar dari beberapa tokoh Alkitab akan sangat membantu untuk menghadapi situasi ini. Meski tanpa kehadiran seorang anak, percayalah bahwa Allah tetap memberikan sukacita dalam kehidupan pernikahan Anda. Semoga artikel dan tip yang kami sajikan dalam edisi ini, bermanfaat bagi Anda atau konseli yang Anda layani.

Anak adalah Anugerah bagi Keluarga Kristen

Dalam pernikahan, anak merupakan tanda utama dari cinta yang saling berbalas antara pria dan wanita. Anak merupakan anugerah utama bagi keluarga Kristen. Ini merupakan penyempurnaan trinitas dari segitiga cinta yang ada dalam lingkaran keluarga yang intim. Perwujudan cinta mereka yang sakral secara lahiriah ini merupakan berkat dari Allah. Ini merupakan salah satu tujuan utama pernikahan dan tujuan hubungan suami istri itu sendiri. Sebagai konselor Kristen, kita terkadang menjumpai situasi yang memaksa kita untuk memberikan nasihat tentang cara membesarkan anak dan pada kasus yang lain, menghibur orang yang kehilangan anaknya. Situasi-situasi yang lain mencakup pengalaman yang dialami oleh pasangan yang frustrasi saat berusaha untuk bisa hamil. Masalah ini dan masalah-masalah lainnya menjadi masalah yang sensitif dalam konseling Kristen.

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Apresiasi Pelanggan dan Sahabat Konsel

By admin

Tuhan Yesus telah menanamkan visi kepada Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk memperlengkapi para konselor Kristen Indonesia. Untuk menanggapinya, YLSA menerbitkan publikasi e-Konsel. Sejak awal berdiri, 1 Oktober 2001, e-Konsel telah menerbitkan 316 edisi.

Puji Tuhan. Selama 11 tahun, e-Konsel telah mengalami perkembangan dari sisi redaksi, situs, komunitas, maupun jumlah pelanggan dan anggota komunitas. Kami pun bersyukur karena dalam perayaan ulang tahun yang ke-11 ini, banyak pelanggan dan sahabat e-Konsel yang memberikan apresiasi. Berikut beberapa ucapan, saran, dan masukan yang masuk di meja redaksi e-Konsel.

Dari:

Perayaan yang Berharga!

By admin

Hari ulang tahun adalah peristiwa yang spesial. Ketika masih muda, kita menanti-nantikan hari ulang tahun kita. Sangat menyenangkan ketika usia kita bertambah pada tahun berikutnya, mengadakan pesta ulang tahun, dan merayakannya bersama teman-teman kita. Akan tetapi, saat kita semakin tua, kita tentu tidak begitu menanti-nantikan datangnya hari ulang tahun kita. Saya rasa karena kita semakin tua, tubuh kita sudah tidak lagi seperti sedia kala.

Ulang Tahun e-Konsel yang ke-11

By admin

Salam kasih,

Puji Tuhan! Pada bulan Oktober 2012, publikasi e-Konsel telah genap berusia 11 tahun. Selama 11 tahun ini, Tuhan telah memampukan tim redaksi sehingga publikasi e-Konsel dapat menjadi berkat bagi para pelanggannya. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena hanya oleh campur tangan dan pertolongan-Nya saja, publikasi e-Konsel dapat menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat. Namun, kami tidak berpuas diri karena kami masih ingin terus meningkatkan kualitas publikasi e-Konsel, agar semakin berkenan kepada Tuhan. Karena itu, pada kesempatan ini, izinkan kami mengirimkan sebuah kuesioner yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publikasi e-Konsel. Untuk kesediaan Anda, kami mengucapkan terima kasih.

Pahlawan Iman

"Saya melihat Ayah saya seperti ini," kata T yang berusia 13 tahun. Ia berlutut lalu terlentang di atas lantai. "Ia dibunuh," T menambahkan sambil meneteskan air mata. Salah satu anak Tuhan yang melayani di India, bertemu dengan T di rumahnya yang berkamar dua terbuat dari batu bata, beberapa hari setelah ayahnya dibunuh.

Pada tanggal 10 Januari 2011, ayah T, SP, tidak pernah lagi pulang ke rumah setelah memperoleh pekerjaan baru di dapur pembuatan batu bata, yang dekat dengan rumahnya. Sebenarnya, SP seorang pendeta yang melayani di daerah O, tidak ingin menerima pekerjaan ini. Pria yang menawari pekerjaan ini adalah anggota dari kelompok garis keras dari "agama lain", yang dicurigai terlibat dalam penyerangan brutal terhadap orang-orang Kristen di daerah O pada tahun 2008. Tetapi, SP sangat membutuhkan pekerjaan. Rumahnya telah hancur pada kerusuhan tahun 2008, dan dia harus menafkahi istri, kedua putrinya, dan adik perempuannya.

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I