Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Kuasa Kata-Kata yang Memberi Hidup dalam Keluarga Anda

Berikut adalah beberapa pertanyaan panduan yang berguna untuk dipertimbangkan ketika Anda berpikir apakah kata-kata tertentu yang Anda gunakan terhadap anak-anak Anda memberi hidup atau berpotensi merusak.

Mengundang Allah untuk menyelidiki hati Anda adalah bagian penting dari menghilangkan dinamika internal yang menguras kehidupan, yang mungkin terjadi di dalam diri Anda saat Anda mencoba membawa kehidupan dan arahan kepada anak-anak Anda.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Apakah Anda lebih suka mendengar kata-kata pemberi hidup seperti "itu hebat" dibandingkan "itu bodoh"? Bagaimana dengan kata "ya" daripada kata "tidak"? Atau "kamu asyik diajak berteman" daripada "kamu membosankan"? Apakah Anda merasakan perbedaan semangat yang timbul dalam diri Anda saat kata-kata ini diucapkan? Kata-kata dapat memberi, mengubah, dan menghentikan semangat. Kuasa lidah untuk memperkatakan kehidupan ke dalam keluarga kita sangat luar biasa. Beberapa kata dapat memberi hidup, dan beberapa dapat mengambil nyawa dan berpotensi menghancurkan pikiran anak-anak.

Dalam Kejadian, kita membaca tentang Allah yang memberi hidup melalui firman-Nya yang penuh kasih, penuh kuasa, berdasarkan relasi, dan kreatif. Firman Allah berkuasa dan penuh kasih bagi kita! Sebaliknya, kita juga membaca tentang setan yang membawa perpecahan, penipuan, dan kehancuran melalui kata-katanya. Kata-kata setan menciptakan perasaan malu dan bersalah ketika umat Allah bergumul dengan tipuan dan dosa yang merusak di dalam jiwa mereka. Namun, Firman Allah membawa semangat kasih dan kehidupan.

Kuasa lidah memang luar biasa. Kata-kata dapat membangun, dan juga dapat menghancurkan. Kata-kata membawa makna dan semangat dalam diri seseorang dan hubungan. Mengucapkan kata-kata yang memberi hidup dapat membawa kasih, penguatan, mengalihkan perhatian, membawa kebenaran, menipu, mengisi ruangan, membantu menghabiskan waktu, menghubungkan, membimbing, memecah belah, membentuk persepsi, dan memengaruhi ingatan kita.

Membuat Daftar Kata-Kata yang Memberi Hidup

Pernahkah Anda berhenti sejenak untuk memikirkan kuasa lidah saat berbicara dengan pasangan dan anak-anak Anda? Apa daftar kata yang Anda gunakan?

Saya masih ingat dengan jelas saat sedang mengantre di Disney World, menunggu giliran untuk naik roller coaster. Saat itu, saya menyaksikan kata-kata seorang ayah yang menghancurkan putranya. Sebuah keluarga baru saja turun dari wahana, dan kami berada di urutan berikutnya untuk naik wahana itu ketika saya mendengar petugas berkata kepada keluarga itu, "Tuan, Anda lupa barang-barang Anda." Remaja laki-laki itu dengan malu-malu pergi untuk mengambil barang-barangnya. Ketika dia kembali, ayahnya menampar kepalanya dan dengan keras berkata, "Kamu sangat bodoh!" Saya menyaksikan remaja itu secara internal berubah menjadi anak laki-laki yang dipenuhi rasa malu, ketakutan, dan tidak aman. Suasana hati yang diciptakan sang ayah dengan kata-katanya sangat menghancurkan!

Perspektif Alkitabiah tentang Kuasa Lidah

Mazmur 139:23-24 (AYT) menyatakan, "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenali hatiku, ujilah aku dan kenali pikiran-pikiranku. Dan, lihatlah jika ada jalanku yang mendukakan, dan pimpin aku pada jalan kekekalan."

Dalam Matius 15:18, Yesus mengatakan bahwa apa yang keluar dari mulut timbul dari hati. Semangat apa yang ada dalam diri Anda dan bagaimana itu muncul dalam kata-kata Anda?

Perikop populer, Amsal 4:23 (AYT) berkata, "Peliharalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah pancaran kehidupan." Ayat berikutnya kemudian menyatakan: "Hilangkanlah ucapan yang tidak jujur dari mulutmu, dan jauhkanlah bibir yang serong darimu." Kata-kata sungguh dapat mengeringkan mata air dan dapat membuat hati orang-orang menjauh dari kehidupan.

Mengundang Allah untuk menyelidiki hati Anda adalah bagian penting dari menghilangkan dinamika internal yang menguras kehidupan, yang mungkin terjadi di dalam diri Anda saat Anda mencoba membawa kehidupan dan arahan kepada anak-anak Anda. Mintalah Dia untuk membantu Anda mengenali kuasa lidah, dan untuk membimbing kata-kata Anda dengan cara yang menghormati Dia.

Sebuah Undangan untuk Mengucapkan Kata-Kata yang Memberi Hidup

Mengasuh anak adalah undangan kehidupan, yang dimulai sejak pembuahan. Ini adalah undangan untuk diubah, untuk menantang, dan untuk mengasihi secara mendalam. Kata-kata Anda penting dalam kehidupan dan kisah anak Anda. Kuasa lidah memiliki kemampuan untuk membangun dan menghancurkan.

Gambar: persekutuan kelarga

Bagaimana Anda dapat menggunakan kata-kata untuk menciptakan rumah yang memberi hidup dan membangun kepercayaan diri dan pedoman hidup bagi anak Anda?

Ulangan 6:6-7 menyatakan, "Ingatlah selalu perintah-perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini. Kamu harus mengajarkan semuanya itu terus-menerus kepada anak-anakmu, dan bicarakanlah ketika kamu duduk di rumahmu, ketika kamu sedang dalam perjalanan, ketika kamu sedang berbaring, dan ketika kamu bangun."

Dengan kata lain, jika Anda mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan Anda, dan firman Allah tinggal dalam Anda, hal itu menciptakan semangat yang memberi hidup dalam kata-kata Anda yang dapat dibangun kapan saja dalam kehidupan anak Anda.

Apakah Perkataan Saya Memberi Hidup?

Berikut adalah beberapa pertanyaan panduan yang berguna untuk dipertimbangkan ketika Anda memikirkan apakah kata-kata tertentu yang Anda gunakan memberi hidup atau berpotensi merusak.

1. Apakah Perkataan Itu Benar?

Tidak semua kata-kata yang benar memberi hidup. Anda akan perlu kemampuan membedakan untuk memikirkan kebenaran apa yang dibutuhkan anak Anda dan waktu penyampaiannya. Omong-omong, tidak buruk untuk memberi tahu seorang anak bahwa mereka tidak pandai dalam sesuatu, tetapi pastikan untuk menindaklanjutinya dengan sesuatu yang mereka kuasai untuk memberi mereka informasi yang bermanfaat dan memberi hidup.

Jika anak Anda telah mendengar beberapa kebohongan tentang siapa mereka, bantu mereka mendapatkan kembali persepsi diri mereka melalui kebenaran yang dapat dipercaya dan tulus. Filipi 4:8 mengatakan agar kita berpikir tentang hal-hal yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang indah, yang terpuji, yang sempurna, yang patut dipuji. Dalam ayat berikutnya, Paulus menulis, "Apa yang telah kamu pelajari, terima, dengar, dan lihat dari aku, lakukanlah semua itu, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." Kata-kata berdasarkan kebenaran memberikan semangat menuju kepercayaan, ketulusan, dan pertumbuhan ketika disampaikan dalam konteks niat yang penuh kasih.

2. Apakah Perkataan Itu Menguatkan?

Kata-kata dapat membantu anak memperhatikan kekuatan yang mungkin perlu ia ketahui, curigai, atau dengar. Terkadang, anak-anak perlu mendengar bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Paulus memberi penguatan dan berbicara dengan kata-kata yang memberi hidup kepada muridnya, Timotius. Melalui kata-kata ini, Paulus menciptakan semangat keberanian dan memanggil Timotius muda ke dalam pelayanan.

Bersikaplah tulus dan jujur dengan kata-kata penyemangat Anda. Jika seorang anak tidak pandai bermain basket dan mengetahuinya, tidak ada gunanya mengatakan bahwa mereka pandai bermain basket. Bahkan, kata-kata Anda akan kehilangan maknanya jika Anda memberikan penguatan yang salah. Anda dapat menggunakan daftar kata-kata pemberi hidup dalam akhir artikel ini untuk mulai mempelajari kata-kata penyemangat yang bermakna dan jujur.

3. Apakah Perkataan Itu Penuh Kasih?

Kata-kata dapat membantu anak Anda mengetahui bahwa mereka dikasihi. Dalam praktik konseling saya, saya telah bertemu dengan banyak orang yang sangat sedih karena mereka jarang mendengar kata-kata "Aku mengasihimu" saat bertumbuh dewasa, atau menyesali bahwa mereka jarang menggunakan kata-kata itu dengan keluarga mereka. Apakah Anda mengomunikasikan kasih Anda kepada anak Anda dengan kata-kata yang memberi hidup? Apakah Anda memberikan penegasan verbal tentang hal-hal yang Anda sukai pada anak Anda?

4. Apakah Perkataan Itu Bermanfaat?

Kata-kata dapat membantu membimbing pertumbuhan anak ketika disampaikan dalam konteks yang penuh kasih. Anda dapat mengajarkan pelajaran penting yang memberi hidup kepada anak dengan kata-kata Anda. Kata-kata yang membawa kehidupan dapat membuat anak tertawa, untuk membantu mereka rileks, atau membantu membangun wawasan yang dapat diubah menjadi kebijaksanaan. Apa tujuan Anda dengan kata-kata Anda ketika anak Anda hampir dewasa dan akan membangun serta mengurus hubungan mereka sendiri?

5. Apakah Perkataan Itu Penting?

Kata-kata bisa menentukan. Misalnya, anak-anak perlu belajar sejak usia dini bagaimana menangani kata-kata "ya" dan "tidak" dan "jangan" dan "tidak bisa" dan "bisa". Kata-kata ini adalah penghenti dan pembuat semangat.

Selain itu, mengucapkan kata-kata yang memberi hidup itu penting karena kata-kata itu membantu membimbing dengan mengajarkan konsep-konsep penting tentang kehidupan, hubungan, tanggung jawab, pekerjaan, dan keuangan. Misalnya, ketika anak saya masih balita, bola yang kami mainkan terlempar menjauh dari kami dan jatuh ke jalan. Anak saya berlari ke jalan, dan saya harus berkata dengan tegas, "Tidak! Jangan pergi ke jalan!" Dia tampak kesal, tetapi kata-kata saya ditambah dengan intensitas emosi saya membantunya memahami bahwa tidak boleh pergi ke jalan. Itu memberi hidup baginya karena saya mengatakannya untuk kebaikannya, dalam konteks hubungan yang penuh kasih dan kepercayaan. Saya membantunya melihat bahwa saya tidak marah padanya, tetapi saya fokus untuk mengajarinya sesuatu yang penting.

Strategi untuk Mengucapkan Perkataan yang Memberi Hidup kepada Keluarga Anda

Pertimbangkan strategi-strategi berikut untuk memikirkan cara menyampaikan kehidupan kepada keluarga Anda:

  • Ambil waktu untuk menuliskan dan mendiskusikan kata-kata yang membangkitkan semangat Anda dan setiap anggota keluarga.
  • Pertimbangkan 3 kata yang bernada negatif dan 3 kata bernada positif untuk Anda dan anggota keluarga lainnya.
  • Bagikan berbagai jenis suasana hati yang tercipta melalui kata-kata. Bagikan kepada satu sama lain bagaimana kuasa lidah dapat menciptakan suasana hati yang berbeda (seperti merasa termotivasi, cemas, tertekan).

Terakhir, ambil waktu bersama keluarga untuk menyelidiki dan membahas ayat-ayat Alkitab tentang pentingnya kata-kata.

  • Amsal 5:1-2 -- Perhatian pada kata-kata tertentu akan memelihara kehidupan dan memungkinkan kebijaksanaan mengalir dari Anda.
  • Amsal 6:20-23 -- Perikop ini memberikan gambaran sekilas tentang kata-kata pemberi hidup dari Ulangan 6:5-7 yang merupakan pelita, terang, dan jalan kehidupan.

Contoh daftar bermanfaat dari kata-kata pemberi hidup dapat diunduh dalam tautan di bawah ini. Teruslah tambahkan kata-kata lain ke dalam daftar tersebut sambil Anda mengamati semangat yang diciptakan kata-kata Anda dalam diri anak Anda.

Unduh Daftar Kata-Kata Pemberi Hidup

Daftar ini hanyalah awal dari inventarisasi Anda untuk kata-kata yang memberi hidup dan akan membantu Anda untuk mulai memperkatakan hidup ke dalam keluarga Anda. Ingatlah bahwa daftar Anda akan menyertakan kata-kata yang berguna untuk penguatan, motivasi, koreksi, arahan, dan pengarahan ulang.

Mengucapkan Kata-Kata Pemberi Hidup dan Pengasuhan yang Efektif

Kata-kata yang memberi hidup adalah bagian dari menjadi orang tua yang berwibawa, yang juga melibatkan keseimbangan antara kehangatan, kepekaan, dan daya tanggap dengan arahan dan bimbingan. Hal itu melibatkan pemahaman akan kuasa lidah. Pada akhirnya, kata-kata pemberi hidup dari seorang ibu atau ayah menunjukkan 7 Sifat Orang Tua "Pemberi Hidup". Faktanya, Anda membawa seluruh 7 sifat tersebut ke dalam pengasuhan Anda, saat Anda menjadi teladan dan memimpin penggunaan kata-kata yang memberi hidup dalam keluarga Anda. Kiranya Allah menguatkan Anda dan keluarga Anda melalui semangat luar biasa dari kata-kata pemberi hidup yang memelihara jiwa dan keluarga Anda. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Focus on the Family
Alamat situs : https://focusonthefamily.com/parenting/speak-life-giving-words
Judul asli artikel : The Power of Life-Giving Words In Your Family
Penulis artikel : Danny Huerta

Komentar