Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bab 5 Kematian


Info Untuk Lansia -- Bab 5. Kematian

BAB 5. KEMATIAN

Setiap orang percaya tidak perlu takut menghadapi kematian. Mengapa? Karena kematian hanya merupakan suatu tanda bahwa kehidupan di dunia sudah berakhir, dan saatnya menghantar kita masuk ke kehidupan yang lain.

Kematian bagi orang percaya hanyalah "pintu gerbang" untuk menghantarnya masuk ke dalam rumah Surgawi yang sudah Tuhan Yesus sediakan (Yohanes 14:2-3)

APA YANG TERJADI SETELAH KEMATIAN?

Lukas 16:19-31 mengisahkan seorang kaya dan Lazarus yang miskin. Mereka berdua meninggal, tapi berada di dua tempat yang berbeda. Dari perikop ini tersirat ada 2 tempat yang disediakan bagi orang yang meninggal (ay 23):

  1. Tinggal bersama dengan Allah;
  2. Terpisah dari Allah.

Tidak ada seorangpun yang dapat memilih ke mana ia akan pergi setelah ia meninggal. Ia sudah harus memilih atau menentukannya ketika ia masih hidup di dunia. Jika ia percaya dan mengakui Yesus sebagai Juruselamatnya, kematian bukanlah akhir dari segalanya, karena ia akan tinggal bersama Yesus di Surga. Itulah yang dialami oleh penjahat yang disalib di sebelah Yesus (Lukas 23:43). Siapa pun yang tidak percaya, akan terpisah dari Allah untuk selamanya dan menderita seperti orang kaya itu (Lukas 16:23).

KEBANGKITAN

Tuhan Yesus berjanji akan datang kembali ke dunia untuk yang kedua kalinya. Pada saat kedatangan-Nya itu, semua orang -- yang percaya atau yang tidak percaya kepada Yesus -- akan dibangkitkan dari kematiannya. Firman Tuhan mengatakan, "Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang didalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum" (Yohanes 5:28-29).

Pada saat kebangkitan itu, semua orang percaya akan memperoleh tubuh yang baru, yaitu tubuh yang mulia atau tubuh kebangkitan. Seperti apakah tubuh yang mulia itu? Alkitab mencatat beberapa karakteristik tubuh yang mulia sebagai berikut:

  1. Tidak dapat binasa (1Korintus 15:42);
  2. Mulia dan kuat (1Korintus 15:43);
  3. Bersifat rohani (1Korintus 15:44);
  4. Berasal dari surga (1Korintus 15:47-49);
  5. Serupa dengan tubuh Kristus yang bangkit (Filipi 3:21)

Orang percaya harus meyakini fakta kebangkitan tubuh, karena Yesus Kristus sendiri telah bangkit dari kematian. Sesuai fakta kebangkitan Yesus dan janji- Nya dalam Yohanes 5:28-29, kita tidak perlu ragu lagi, bahwa pada suatu waktu kelak, kita pun akan dibangkitkan dari kematian.

Semua orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus akan dihakimi. Namun penghakiman bagi orang percaya berbeda dengan penghakiman bagi orang tidak percaya.

1. Penghakiman Bagi Orang yang Percaya

Semua orang percaya akan menghadap takhta pengadilan Kristus (2Korintus 5:10). Penghakiman ini mengandung arti penegasan akan keselamatannya, di mana mereka harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Dalam penghakiman ini mereka akan memperoleh mahkota atau penghargaan yang setimpal dengan perbuatannya di dunia. Mahkota atau penghargaan itu berupa:

  • Mahkota abadi (1Korintus 9:25);
  • Mahkota kebenaran (2Timotius 4:8) bagi semua orang yang merindukan kedatangan-Nya;
  • Mahkota kehidupan (Yakobus 1:12) bagi orang-orang yang bertahan dalam pencobaan
  • Mahkota kemuliaan (1Petrus 5:4).

2. Penghakiman Bagi Orang yang Tidak Percaya

Setiap orang yang tidak percaya kepada Yesus akan dihakimi sesuai perbuatan mereka di dunia. Firman Tuhan dalam Kitab Wahyu 20:12 mengatakan, "Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu." (Bandingkan dengan Yohanes 3:16.)

HIDUP YANG KEKAL DAN SURGA

Orang yang percaya kepada Kristus akan hidup kekal bersama Kristus dalam Kerajaan Surga. Surga adalah suatu tempat yang sempurna, di mana kita akan tinggal bersama Allah, tanpa penderitaan, sakit penyakit, dukacita, atau air mata, dan sebagainya. Surga adalah tempat indah yang sudah Kristus sediakan bagi kita (Yohanes 14:2-3).

BAGAIMANAKAH SUASANA SURGA

Alkitab menggambarkan Surga sebagai berikut:

  • Tempat yang tanpa kesedihan, maut, perkabungan, ratap tangis, dan dukacita (Wahyu 21:4);
  • Tidak ada malam (Wahyu 21:25);
  • Tidak ada kenajisan, kekejian, atau dusta (Wahyu 21:27): Tidak ada laknat (Wahyu 22:3).

APA YANG KITA LAKUKAN DI SURGA?

Alkitab mencatat beberapa hal:

  • Mengenal Allah dengan sempurna (1Korintus 13:12);
  • Menyembah dan memuji Allah (Wahyu 22:3).

SEPERTI APAKAH NERAKA ITU?

Alkitab menggambarkan neraka sebagai berikut:

  • Api yang menyala-nyala (Matius 5:22);
  • Ada siksaan tubuh (Matius 5:29-30);
  • Tempat yang gelap, dengan ratap tangis dan kertak gigi (Matius 8:12).

PELITA HATI

Kematian bagi orang beriman bukanlah akhir dari segala-galanya. Kematian hanyalah "pintu gerbang" yang menghantar kita masuk ke kehidupan baru bersama Yesus. Jadi kematian di dalam Kristus berarti masuk ke dalam kemuliaan Allah dan bersekutu dengan Yesus dalam kekekalan. Karena itu kematian tidak perlu ditakuti.

Iman kepada Yesus sangat penting dalam menghadapi kematian. Itulah sebabnya kita perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang juga. Orang yang beriman kepada Yesus sangat berharga di mata Tuhan, baik ketika ia hidup atau bahkan saat ia mati. "Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya" (Mazmur 116:15).


Komentar