Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Selamat datang di Situs Christian Counseling Indonesia (C3I)!

Bukan kita yang mengasihi Allah, melainkan Allahlah yang mengasihi kita terlebih dahulu, bahkan ketika kita masih berdosa dan belum mengenal Dia. Dengan kasih-Nya, kini kita dapat memiliki pengharapan dan sukacita yang sejati di dalam Tuhan Yesus. Kita sekarang dipanggil untuk saling mengasihi. Karena dengan gaya hidup seperti itulah, dunia akan mengenal kita sebagai pengikut Kristus. Melayani sebagai konselor awam dapat menjadi salah satu upaya kita untuk menanggapi panggilan Allah untuk hidup mengasihi. Bersama dengan situs C3I, Anda dapat memperlengkapi diri di dalam pelayanan konseling melalui berbagai bahan konseling Kristen berupa artikel, tip, studi kasus, maupun transkrip audio TELAGA yang bermutu.

Bertepatan dengan bulan Februari yang dinyatakan sebagai bulan kasih sayang oleh banyak orang, Fokus C3I akan mengetengahkan tema "Cinta Sejati". Dari artikel-artikel yang disuguhkan, kita akan belajar mengenai bagaimana kasih yang sejati itu, yakni yang berasal dari Tuhan dapat membuat perbedaan yang sangat besar.

Formulir Berlangganan e-Konsel

Milis Publikasi e-Konsel merupakan newsletter elektronik yang berisi bahan-bahan seputar dunia konseling (renungan, artikel, bimbingan alkitabiah, tips, tanya jawab) yang diharapkan mampu memperlengkapi dan membekali para konselor, hamba-hamba Tuhan, maupun orang-orang Kristen awam yang terbeban dalam pelayanan konseling dengan pengetahuan konseling yang benar-benar alkitabiah yang menunjang pelayanan mereka.
Isi Formulir Berlangganan e-Konsel

Artikel Terbaru

Ketika Tuhan Tidak Memberi Anda Pasangan Hidup

Karena manusia diciptakan oleh Allah untuk keintiman, tidak mengherankan sebagian besar para lajang mendambakan hubungan pernikahan. Namun, sama seperti semua kerinduan dan keinginan kita yang terdalam, hal itu memiliki potensi untuk membawa kita ke puncak hubungan di dalam Allah — saat kita mengijinkan Dia menguasainya — atau membawa kita ke keadaan putus asa ketika keinginan akan hubungan pernikahan itu menjadi lebih penting daripada hubungan kasih kita dengan-Nya.

Saya mengalami yang disebutkan terakhir. ... baca selengkapnya »

Arsip Fokus C3I