Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kebangkitan Kristus

Edisi C3I: e-Konsel 337 - Yesus Bangkit

  1. Pentingnya Kebangkitan Kristus

    1. Bagi Pribadi-Nya.

    2. Jika Kristus tidak bangkit dari antara orang mati, Ia adalah seorang pendusta karena Ia meramalkan bahwa Ia akan bangkit (Matius 20:19). Malaikat berkata kepada para wanita yang menengok kubur-Nya, yang bertanya-tanya di mana Dia, "Ia tidak ada di sini, karena Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya." (Matius 28:6) Kebangkitan-Nya memberikan tanda keabsahan Tuhan kita selaku seorang Nabi yang sejati. Tanpa kebangkitan-Nya, semua yang Ia katakan dapat menjadi hal yang diragukan.

    3. Bagi karya-Nya.

    4. Jika Kristus tidak bangkit dari antara orang mati, tentu saja Ia tidak akan hidup untuk melakukan semua pelayanan-Nya setelah kebangkitan-Nya. Pelayanan-Nya akan berakhir pada saat kematian-Nya. Karena itu, kita sekarang tidak akan memunyai Seorang Imam Besar, Pengantara, Pembela, atau Kepala gereja. Lebih lanjut, tidak akan ada Seorang yang hidup dan memberi kita kekuatan (Roma 6:1-10; Galatia 2:20).

    5. Bagi Injil.

    6. Dalam nas klasik, 1 Korintus 15:3-8, kematian dan kebangkitan Kristus dikatakan "sangat penting". Injil didasarkan pada dua kenyataan pokok: seorang Penebus telah mati dan Ia hidup. Penguburan tersebut membuktikan kenyataan kematian-Nya. Ia tidak hanya pingsan dan kemudian disadarkan. Ia mati. Daftar saksi membuktikan kenyataan kebangkitan-Nya. Ia telah mati dan dikuburkan; Ia bangkit dan menampakkan diri. Paulus menulis penekanan ganda tersebut dalam Roma 4:25, "Ia telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita." Tanpa kebangkitan, tidak ada Injil.

    7. Bagi kita.

    8. Andaikata Kristus tidak bangkit, maka kesaksian kita palsu, isi iman kita tidak berarti, dan prospek kita untuk masa mendatang adalah sia-sia (1 Korintus 15:13-19). Jikalau Kristus tidak bangkit, orang-orang yang mati dalam Kristus akan tetap mati dalam pengertian mutlak, tanpa pengharapan apa pun untuk kebangkitan. Dan, kita yang hidup ini hanya dapat diberi belas kasihan karena telah ditipu untuk berpikir bahwa ada suatu kebangkitan pada masa yang akan datang bagi mereka.

  2. Bukti-Bukti Kebangkitan Kristus

    1. Penampakan-penampakan-Nya setelah kebangkitan.

    2. Jumlah dan macam-macam orang pada berbagai situasi yang melihat Tuhan setelah kebangkitan-Nya, memberikan bukti yang menakjubkan terhadap kenyataan bahwa Ia sudah bangkit dari antara orang mati. Contohnya, pada Hari Pentakosta, Petrus memberikan bukti dalam khotbahnya bahwa mereka telah menyaksikan Kristus yang dibangkitkan. Petrus berkhotbah di kota tempat kebangkitan tersebut terjadi kurang dari 2 bulan sebelumnya, dan kepada para pendengar yang dapat pergi ke mana-mana untuk memeriksa kebenaran pengakuan Petrus tersebut (Kisah Para Rasul 2:32).

      Urut-urutan penampakan-penampakan antara kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya ke surga kurang lebih sebagai berikut: (a) kepada Maria Magdalena dan wanita-wanita lainnya (Matius 28:8-10; Markus 16:9-10; Yohanes 20:11-18); (b) kepada Petrus, kemungkinan besar pada siang hari (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5); (c) kepada murid-murid-Nya di perjalanan ke Emaus menjelang petang (Markus 16:12; Lukas 24:13-32); (d) kepada murid-murid-Nya kecuali Tomas, di ruang atas (Lukas 24:36-43; Yohanes 20:19-25); (e) kepada murid-murid-Nya termasuk Tomas, pada Minggu malam berikutnya (Markus 16:14; Yohanes 20:26-29); (f) kepada tujuh orang murid di tepi Tasik Galilea (Yohanes 21:1-24); (g) kepada para rasul dan lebih dari 500 saudara dan Yakobus, saudara tiri Tuhan kita (1 Korintus 15:6-7); (h) kepada mereka yang menyaksikan kenaikan-Nya ke surga (Matius 28:18-20; Markus 16:19; Lukas 24:44-53; Kisah Para Rasul 1:3-12).

    3. Dampak-dampak yang pasti memunyai sebab (kebangkitan).

    4. Beberapa fakta menakjubkan harus dijelaskan. Mustahil mereka mendapatkan suatu penjelasan yang memuaskan selain bahwa hal itu diakibatkan oleh kebangkitan Kristus. Apa yang menyebabkan kubur menjadi kosong? Murid-murid Yesus melihat kubur-Nya kosong. Kemudian, para penjaga melaporkan kepada imam-imam kepala bahwa kubur Yesus kosong dan mereka menerima suap untuk menutup mulut mengenai hal itu (Matius 28:11-15). Andaikata cerita yang mereka beritakan (bahwa murid-murid datang dan mencuri tubuh-Nya) memang benar, maka tentu saja mereka seharusnya dihukum atau diadili karena telah memungkinkan hal itu terjadi, ketika mereka bertugas menjaganya. Beberapa orang berpendapat bahwa para murid tersesat ke kubur yang salah, namun keberadaan para penjaga tersebut juga menjadikan peristiwa ini tidak bisa dipahami. Kubur itu kosong (akibatnya), karena Kristus telah bangkit (penyebabnya).

      Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa pada Hari Pentakosta? Pentakosta tiba dan diperingati setiap tahun, tetapi pada tahun ketika Kristus bangkit terlihatlah turunnya Roh Kudus seperti yang telah dijanjikan (Kisah Para Rasul 1:5). Dalam khotbahnya, Petrus menunjukkan kedatangan Roh Kudus merupakan kenyataan bahwa Kristus yang bangkit telah mengutus Roh itu (Kisah Para Rasul 2:33). Kedatangan Roh tersebut (akibat) sudah harus cukup menjadi suatu penyebab atau alasan (Kristus yang bangkit).

      Apa yang menyebabkan perubahan hari ibadah? Semua orang Kristen yang pertama adalah orang Yahudi, yang terbiasa beribadah pada hari Sabat. Namun secara tiba-tiba dan serentak, mereka seragam mulai beribadah pada hari Minggu meskipun hari itu adalah hari kerja biasa (Kisah Para Rasul 20:7). Mengapa? Karena mereka ingin memperingati kebangkitan Tuhan mereka yang terjadi pada hari Minggu, mereka mengubah hari ibadah mereka. Ibadah Minggu, akibatnya; kebangkitan Kristus, penyebabnya.

  3. Hasil-Hasil Kebangkitan Kristus

    1. Wujud lama, namun tubuh baru.

    2. Dengan kebangkitan Kristus dalam sepanjang sejarah, tampaklah sejenis tubuh kebangkitan karena Ia bangkit dengan tubuh yang kekal, tidak pernah mati lagi. Sebelum peristiwa tersebut, semua kebangkitan adalah perbaikan dari tubuh-tubuh lama yang duniawi.

      Tubuh kebangkitan Kristus memunyai kaitan dengan tubuh duniawi-Nya yang tidak mengalami kebangkitan. Orang-orang mengenal-Nya (Yohanes 20:20), luka-luka yang disebabkan oleh penyaliban tidak hilang (Yohanes 20:25-29; Wahyu 5:6), Ia dapat makan meskipun tidak memerlukannya (Lukas 24:30-33, 41-43), Ia mengembusi para murid (Yohanes 20:22), dan bahwa tubuh tersebut berdaging dan bertulang membuktikan bahwa Ia tidak saja hanya sesosok roh yang menampakkan diri (Lukas 24:41-43).

      Akan tetapi, tubuh kebangkitan-Nya berbeda. Ia dapat masuk ke ruang-ruang tertutup tanpa membuka pintunya (Lukas 24:36; Yohanes 20:19), Ia dapat menampakkan diri dan menghilang sesuai kehendak-Nya (Lukas 24:15; Yohanes 20:19), dan kelihatannya Ia tidak pernah terbatas oleh kebutuhan fisik, seperti tidur atau makan.

      Gambaran yang paling rinci mengenai Kristus yang dibangkitkan dan telah naik ke surga terdapat dalam Wahyu 1:12-16. Di sini, Yohanes mencatat penglihatannya tentang Kristus yang dimuliakan. Ia seperti seorang Anak Manusia, yang artinya menghubungkan Yesus dengan wujud duniawi-Nya, tetapi juga memancarkan kemuliaan dari mata, kaki, suara, dan wajah-Nya. Dengan cara inilah, suatu hari nanti kita akan melihat Dia.

      Kebangkitan-Nya juga sebagai suatu prototipe dari kebangkitan orang-orang percaya. Dua kali Kristus dinyatakan sebagai yang sulung dari antara orang mati (Kolose 1:18; Wahyu 1:5). Hal ini berarti bahwa Ia adalah yang pertama memiliki suatu tubuh yang dibangkitkan. Tubuh-tubuh kebangkitan kita, seperti tubuh-Nya, akan berbeda dari tubuh duniawi kita. Ketika menjawab pertanyaan "Dengan tubuh apakah orang percaya dibangkitkan nanti?" Paulus mengatakan bahwa tubuh tersebut tidak akan sama dengan tubuh yang diletakkan di dalam kubur dan hanya dibentuk kembali; tetapi tubuh itu akan menjadi baru, namun berkaitan dengan yang lama (1 Korintus 15:35-41). Orang-orang percaya dalam keadaan kekal akan seluruhnya sama "seperti Dia" (1 Yohanes 3:2). Apakah artinya? Yohanes menjelaskan dalam ayat-ayat berikutnya. Menjadi seperti Dia berarti menjadi suci (ayat 3), menjadi tanpa dosa (ayat 5), dan menjadi benar (ayat 7). Seluruh keberadaan kita, termasuk tubuh kita, akan diberi sifat-sifat dengan cara seperti itu.

    3. Bukti pengakuan-pengakuan-Nya.

    4. Kita telah menyebutkan bahwa kebangkitan-Nya membuktikan kebenaran-Nya selaku seorang Nabi (Matius 28:6). Hal itu juga mengesahkan pengakuan-Nya sebagai Tuhan dan Mesias, suatu hal yang ditujukan pada Bangsa Israel oleh Petrus dalam khotbahnya pada Hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:36). Paulus menyebutkan bahwa kebangkitan ini membuktikan-Nya sebagai Anak Allah (Roma 1:4).

    5. Suatu syarat utama untuk semua pelayanan-Nya selanjutnya.

    6. Andaikata Kristus tidak bangkit, hidup dan pelayanan-Nya berakhir di kayu salib, dan mulai saat itu Ia tidak melakukan apa-apa lagi. Melalui kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, Tuhan masuk ke dalam pelayanan-Nya pada masa sekarang dan yang akan datang.

      Kebangkitan Kristus selalu merupakan kebenaran yang menggembirakan, menawan hati, dan menjadi motivasi bagi gereja. Salah satu doa yang paling sederhana dan kredo gereja mula-mula adalah "Maranatha", yang artinya "mari datang, Tuhan kami" (1 Korintus 16:22). Tidak seorang pun yang telah mengingkari kebangkitan-Nya dapat mengeluarkan kata-kata itu. Hal ini dikuatkan dengan cara yang paling gamblang bahwa Yesus adalah Tuhan, yang sampai sekarang hidup dan Tuhan yang akan datang kembali. Maranatha!

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Teologi Dasar 1 (Panduan Populer untuk Memahami Kebenaran Alkitab)
Penulis : Charles C. Ryrie
Penerbit : ANDI Offset, Yogyakarta 1991
Halaman : 363 -- 367

Komentar