Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Kemerdekaan Kristiani

Galatia 5:13-15

...Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Masih segar dalam ingatan saya, ketika negara Indonesia beralih dari era orde baru kepada era reformasi. Peralihan ini menyebabkan pintu kebebasan dibuka lebar. Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah, bahwa kebebasan yang dipahami pada masa awal masa reformasi adalah kebebasan yang kebablasan. Artinya, orang dapat melakukan apapun semaunya tanpa ada batas, yang penting kebebasan itu sendiri. Kalau kebebasan dipahami seperti ini, maka kemudian akan muncul tirani. Inikah kebebasan?

Setelah berpanjang lebar dengan maaslah teologis, mulai bagian ini terjadi perubahan penekanan, yaitu kepada sesuatu yang bersifat etis. Perubahan penekanan terjadi bukan karena sikap Paulus yang plin-plan tetapi ia selalu menghubungkan hal yang bersifat teologis dengan kehidupan jemaat yang praktis. Baginya, teologi, seindah dan secanggih apapun, tak akan berguna kalau tidak dapat dipraktekkan dalam kehidupan jemaat. Dalam bagian ini ia menekankan kebebasan atau kemerdekaan orang Kristen. Hukum Taurat sudah berakhir dan sekarang adalah kehidupan dalam kemerdekaan di dalam kasih karunia Tuhan. Namun, mungkin ada yang berkata: karena sekarang kita berada dalam kemerdekaan oleh kasih karunia Tuhan, maka kita dapat berbuat sesuka hati.; segala sesuatu yang mengekang telah disingkirkan maka kita dapat memenuhi segala keinginan kita. Karena Taurat sudah disingkirkan dan anugerah Tuhan menjamin pengampunan atas apapun yang kita lakukan. Terhadap anggapan seperti ini, Paulus memberikan jawab bahwa kebebasan orang Kristen bukanlah jalan untuk berbuat dosa, melainkan kebebasan karena anugerah Allah untuk tidak berbuat dosa dan hidup dalam kebebasan untuk mengasihi Allah dan sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Dengan demikian, kebebasan Kristiani adalah kebebasan untuk melakukan apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita.

Jemaat terkasih, sebagai manusia yang sudah dimerdekakan oleh anugerah Tuhan dalam Kristus, mari kita hidup dalam kemerdekaan: merdeka untuk mengasihi dan bebas untuk melaksanakan kebajikan dalam hidup ini. (SW).

Sumber: http://gkicitraraya.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2...

Komentar