Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Surat Izin Menikah

Edisi C3I: e-Konsel 315 - Pernikahan yang Dikenan Tuhan

Judul buku : Surat Izin Menikah
Judul asli : --
Penulis/Penyusun : Julianto Simanjuntak & Roswitha Ndraha
Penerjemah : --
Editor : --
Penerbit : Yayasan Konseling Keluarga dan Karier (LK3), Jakarta 2008
Ukuran buku : 11 x 18 cm
Tebal : 174 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --

Keputusan untuk menikah adalah keputusan yang memengaruhi masa depan. Untuk menikah, kita tidak cukup bermodalkan cinta, uang, dan dua manusia yang berbeda jenis kelaminnya. Untuk memiliki pernikahan yang dapat bertahan hingga maut memisahkan dan penuh keharmonisan, diperlukan persiapan yang matang. Dua pribadi yang saling mencintai harus memiliki kesiapan lahir dan batin, serta visi yang jelas. Dengan demikian, setiap persoalan yang akan datang dapat diatasi dengan lebih mudah dan bijaksana.

Buku "Surat Izin Menikah" yang ditulis oleh Pendiri Yayasan LK3, Julianto Simanjuntak & Roswitha Ndraha, memberikan petunjuk-petunjuk untuk mempersiapkan pernikahan Kristen yang harmonis dan tahan uji. Sama seperti para pengendara kendaraan yang diwajibkan memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) sebagai syarat untuk berlalu lintas di jalan, SIM (Surat Izin Menikah) merupakan prasyarat bagi pasangan-pasangan yang akan menikah. Dalam buku ini, Anda dapat membaca 11 bab yang membicarakan tentang Menikah Tanpa SIM yang Benar, Pohon Keluarga, Komitmen dan Moralitas Pernikahan, Merawat Cinta Agar Tetap Segar, dan seterusnya. Diawali dengan kesaksian pribadi penulis dalam menjalani pernikahannya hingga kasus-kasus yang biasa ia temui dalam pelayanan konseling, Pak Julianto Simanjuntak meyakinkan akan perlunya bersikap bijaksana dalam mempersiapkan dan menjalani kehidupan pernikahan. Karena disusun berdasarkan pengalaman pribadi, buku ini terkesan tidak menggurui namun lebih ke arah berbagi pengalaman. Cara penyampaian gagasan penulis juga cukup kreatif, yaitu dengan menyajikan kesan dari pihak suami, Julianto Simanjuntak, dan istri, Roswitha Ndraha, dalam beberapa bab. Masing-masing bab disampaikan dengan cara yang berbeda, ada yang hanya berisi penjelasan, ada yang dilengkapi dengan pertanyaan diskusi, dan ada yang ditambahi dengan poin-poin evaluasi.

Anda ingin menikah atau ambil bagian dalam konseling pernikahan? Pastikan Anda memiliki buku ini di rak buku Anda dan membacanya sebagai perlengkapan Anda.

Peresensi: Sri Setyawati

Komentar