Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Diet Digital untuk Kesehatan Mental

Catatan Editor:

David Murray telah menulis dua buku untuk membantu menasihati orang tua dan remaja tentang topik depresi dan remaja. "Why Am I Feeling Like This?" ditulis untuk remaja, dan "Why Is My Teenager Feeling Like This?" ditulis untuk orang tua.

Panggilan telepon ke saluran bantuan krisis telah melonjak selama pandemi COVID-19 dan lockdown yang menyertainya, dengan peningkatan mulai dari 40 persen hingga bahkan 800 persen ke berbagai kelompok pendukung kesehatan mental. Pembicaraan tentang kesehatan mental di media sosial telah meningkat 750 persen bulan demi bulan pada periode yang sama, kecemasan menjadi masalah yang paling umum, dengan remaja dan dewasa muda yang paling menderita.

gawai

Lockdown pandemi telah meningkatkan katalis kecemasan seperti kesepian, ketidakstabilan, dan ketidakpastian. Akan tetapi, konsumsi media digital juga meningkat di sejumlah bidang, terutama di media sosial. Terlepas dari penggunaan media yang berlebihan yang menyebabkan informasi berlebihan dan hiperstimulasi otak kita, ada juga efek mental dan emosional dari berita yang dipenuhi ketakutan dan konflik media sosial tentang cara terbaik untuk menanggapi pandemi. Ketika Anda menggabungkan peningkatan ini dengan penurunan olahraga, tidur, kontak sosial, uang, harapan, dan kendali, kita menghadapi bencana kesehatan mental jangka panjang untuk ditangani.

Meskipun ada beberapa faktor di luar kendali yang tidak dapat kita apa-apakan, kita memiliki kendali atas pilihan media digital kita. Detoksifikasi digital adalah salah satu solusi, tetapi banyak dari kita telah mencobanya dan mengalami "efek yo-yo" yang akrab bagi pelaku diet ekstrem. Ini adalah perubahan radikal, tetapi sementara yang mengurangi obesitas digital untuk waktu yang singkat sebelum kita kembali makan sebanyak-banyaknya (bersama dengan kecemasan yang menyertainya). Sebaliknya, saya ingin mengusulkan diet digital untuk kesehatan mental jangka panjang sebagai salah satu cara kita menanggapi perintah alkitabiah untuk menggantikan kecemasan dengan ketenangan (misalnya, Mat. 6:25-34).

Kalori Digital Di Mana Saja

Beberapa tahun yang lalu, saya memasang aplikasi penghitung kalori di ponsel saya yang memindai kode batang dari semua yang saya makan. Saya tercengang melihat banyaknya kalori dalam makanan yang berbeda. Itu juga membagi kalori menjadi "baik" dan "buruk," yang bahkan lebih mengejutkan saya. Meningkatnya kesadaran akan jumlah dan jenis kalori yang saya konsumsi mengubah perilaku saya secara permanen.

Sayangnya, belum ada yang membuat aplikasi untuk menghitung kalori digital (mungkin karena itu akan membuat sebagian besar aplikasi bangkrut), tetapi kita dapat mengembangkan pola pikir kalori digital. Ini meliputi menganggap setiap kata, gambar, dan suara sebagai kalori digital. Artinya setiap artikel, foto, video, podcast, dan lagu yang masuk ke telinga dan mata kita mengandung kalori digital. Kita akan melihat bagaimana mengukurnya sebentar lagi, tetapi hanya dengan membingkai setiap penggunaan media digital di ponsel, konsol, TV, dan laptop kita sebagai konsumsi kalori digital akan mulai mengubah perilaku kita.

Mengapa pola pikir kalori ini penting? Karena kalori digital memiliki pengaruh yang sangat besar pada pikiran dan suasana hati kita.

Kalori Digital Mempengaruhi Kita

Langkah selanjutnya adalah membangun kesadaran akan hubungan antara media digital dan suasana hati kita. Kita semua akrab dengan hubungan antara makanan dan suasana hati, tetapi kita perlu mengembangkan kesadaran akan hubungan antara penggunaan media kita dan pikiran serta perasaan kita.

Mengapa pola pikir kalori ini penting? Karena kalori digital memiliki pengaruh yang sangat besar pada pikiran dan suasana hati kita.

Saat kita mengonsumsi kalori digital, kita harus mengajukan beberapa pertanyaan: Apa pendapat saya tentang posting itu? Bagaimana film itu memengaruhi perasaan saya? Apakah itu membuat saya merasa senang, sedih, marah, frustrasi, sinis? Bagaimana foto itu mengubah apa yang saya pikirkan? Berapa lama debat digital itu berlangsung? Bagaimana menonton berita mengubah percakapan saya? Apakah media sosial membuat saya lebih atau kurang bersosialisasi? Apakah kalori digital ini sehat atau tidak sehat? Apakah kalori itu memperkuat spiritualitas saya atau melemahkannya?

Pertanyaan terakhir itu membawa kita pada pertanyaan paling penting: bagaimana cara meningkatkan diet digital saya, dan juga pikiran dan suasana hati saya?

Mengkategorikan Kalori Kita

Semua media digital mengandung kalori, dan setiap kalori digital mempengaruhi pikiran dan perasaan kita. Jadi, bagaimana kita merancang diet digital yang melacak kalori sehingga meningkatkan pikiran dan suasana hati kita? Berikut empat faktor yang perlu diperhatikan untuk melanjutkan:

Tidak ada media digital yang netral; itu selalu mempengaruhi kesehatan batin kita, baik secara positif maupun negatif.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Kelas kalori: Bagilah semua media digital menjadi dua kolom — baik atau buruk. Tidak ada media digital yang netral; itu selalu mempengaruhi kesehatan batin kita, baik secara positif maupun negatif.

Jumlah kalori: Cobalah untuk memperkirakan jumlah kalori setiap kali media digital memasuki mata atau telinga Anda. Anda harus menyesuaikan dan mengembangkan ini untuk keadaan dan karakter Anda sendiri, tetapi berikut adalah beberapa saran: Video YouTube (100 kalori); pesan teks (10); social-media minute (10); postingan media sosial (100); konflik media sosial (1000); program berita (500); talk radio minute (20); podcast (200); film dengan unsur kekerasan (1000).

Kontrol kalori: Ilmu diet mengajarkan bahwa yang terbaik adalah tidak makan sebelum tidur, atau bahwa menunda sarapan selama beberapa jam meningkatkan pembakaran lemak, atau bahwa empat hingga lima porsi kecil lebih baik daripada satu kali makan besar atau ngemil sepanjang hari. Kontrol serupa diperlukan untuk konsumsi media digital. Semakin lama kita dapat menundanya setiap hari, semakin cepat kita dapat memutuskan hubungan, dan semakin sedikit makan berlebihan dan ngemil tanpa henti, kita akan semakin sehat dan bahagia.

Batasan kalori: Bahkan terlalu banyak hal baik bisa berdampak buruk bagi kita. Jadi, meskipun kita ingin kolom kalori buruk ditekan serendah mungkin, dan kita ingin membangun kolom yang baik dengan media digital yang menyehatkan, kita juga perlu membatasi kalori baik. Otak dan jiwa kita membutuhkan waktu istirahat. Kecemasan adalah musuh spiritualitas, kekudusan, dan persekutuan dengan Allah . Karena itu kita harus berkeinginan untuk menguranginya dan menggantinya dengan ketenangan dan keheningan. Hubungan kita dengan Allah akan lebih sehat.

Kesehatan Mental dan Spiritual Melalui Diet Digital

Saat Anda menerapkan diet digital khusus Anda sendiri, saya harap Anda akan mulai melihat penurunan langsung dalam tingkat kecemasan yang akan menjadi manfaatnya secara langsung.

Dan pada akhirnya, Anda akan mengalami kedamaian dan kedekatan yang begitu dalam dan kuat dengan Allah, sehingga Anda tidak akan pernah kembali ke obesitas digital.(

t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
URL : https://www.thegospelcoalition.org/article/a-digital-diet-for-mental-health/
Judul asli artikel : Watch Those Calories! A Digital Diet for Mental Health
Penulis artikel : David Murray

Komentar