Memasuki Dunia Pustaka Kristen dalam Publikasi e-Buku
Apakah Anda menyadari betapa pentingnya kegiatan membaca? Anda membutuhkan banyak informasi mengenai buku-buku Kristen yang perlu Anda baca?
Situs C3I
Apakah Anda menyadari betapa pentingnya kegiatan membaca? Anda membutuhkan banyak informasi mengenai buku-buku Kristen yang perlu Anda baca?
Diringkas oleh: S. Setyawati
Hal yang paling penting untuk dimiliki seorang konselor Kristen adalah karakter dan kepribadian yang luhur, yang tidak berfokus untuk membesarkan dirinya sendiri.
Teknik Konseling Praktis
"Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah." (2 Kor. 5:20)
Salam konseling,
Keluarga dibentuk atas prakarsa Allah Bapa. Ia rindu memperkenalkan Pribadi-Nya dan memberkati manusia melalui keluarga. Namun, di tengah dunia yang semakin cemar, keluarga mengalami berbagai tantangan yang dapat melemahkan fungsi alkitabiah dalam pengajaran dan pemeliharaan bagi roh maupun jiwa anak-anak. Untuk itu, orangtua perlu dibimbing untuk kembali mengingat tugas dan tanggung jawabnya di dalam keluarga. Artikel yang kami sajikan dalam edisi ini diharapkan dapat menolong para orangtua dalam menekankan ajaran firman Tuhan dalam membangun keluarga yang mencerminkan kasih Kristus di dunia. Selamat menyimak.
Diringkas oleh: S. Setyawati
Pola pikir materialistis dapat mengikis mental alkitabiah dan mengganggu fungsi vital sebuah keluarga. Ketika kesadaran akan pemenuhan kebutuhan roh dan jiwa tidak lagi dianggap utama, semua praktik rancangan Tuhan untuk memelihara dan menggembalakan roh dan jiwa berhenti bertumbuh dan mati.
Menyiapkan anak-anak untuk tidur
Setelah menyiapkan anak-anak untuk tidur
Dalam bukunya "Communication is Key to Your Marriage" (Komunikasi adalah Kunci dalam Pernikahan Saudara), Norman Write menulis: Keluarga bahagia adalah rumah tangga yang dibentuk oleh manusia yang tidak sempurna.
Salam konseling,
Pelayanan konseling juga sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Rutinitas dan tuntutan kerja sehari-hari tidak jarang membuat seseorang merasa penat, terluka, dan putus asa. Relasi antarkaryawan atau antara atasan dan karyawan juga berpotensi untuk menjadi konflik yang bisa saja menimbulkan masalah psikis jika tidak disikapi dengan benar. Berbicara tentang relasi antara atasan dan karyawan, bagaimanakah kita sebagai orang percaya, yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi atasan dalam sebuah organisasi, mengelola karyawan kita?
Edisi C3I: e-Konsel 376 - Konseling dan Pekerjaan
Hampir seminggu berlalu, saya tidak mendengar cerita tentang seseorang yang diperlakukan buruk oleh atasan mereka di tempat kerja. Dalam beberapa perusahaan, sudah biasa bagi karyawan untuk meninggalkan pekerjaan dan merusak properti perusahaan jika mereka tidak mendapatkan gaji dan keuntungan sesuai dengan yang mereka tuntut. Hal ini, apalagi dengan adanya sensasionalisme kenyataan tersebut oleh pers, telah membuat banyak orang percaya bahwa atasan dan karyawan harus memperjuangkan apa yang mereka inginkan. Walaupun ada dua sisi cerita, penting bagi atasan untuk mencari tip dan nasihat alkitabiah tentang bagaimana mengelola karyawan.
Untuk menolong kita bertahan di tempat kerja, kita harus mempunyai konsep yang tepat mengenai relasi kerja. Relasi kerja sebetulnya adalah sebuah kontrak yang masing-masing pihak diharapkan memenuhi tanggung jawabnya. Dalam kontrak tersebut, kedua belah pihak sebetulnya akan saling memberi dan saling menerima, yang bekerja akan menerima upah dan yang memberikan pekerjaan akan menerima jasa. Jadi, yang pertama-tama perlu dilakukan ialah mengetahui kejelasannya, yaitu apa yang akan dituntut dan apa yang akan diberikan. Langkah pertama ini sering kali dilewati oleh banyak orang sehingga mereka tidak begitu mengerti apa yang dituntut.